Oktober 25, 2026
Image default
Event & CommunityWhat's New

Galeri Indonesia Kaya HUT Ke-13, Gelar Drama Musikal ‘Menanggung Dua Panggung’

South Jakarta – Selama 13 tahun hadir di tengah masyarakat, Galeri Indonesia Kaya terus membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk belajar, berkarya, dan terlibat dalam ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, sebuah pertunjukan musikal jukebox yang menjadi kelanjutan perjalanan para peserta dalam mengembangkan kemampuan dan berkarya di dunia seni pertunjukan.

Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya merupakan program pelatihan yang dipersembahkan Indonesia Kaya sejak 2019 untuk mengembangkan talenta seni panggung dan mendukung regenerasi pelaku teater musikal Indonesia. Pada Mei 2025, 45 peserta program batch 3 telah menyelesaikan kelas yang berlangsung selama delapan bulan, di mana 15 di antaranya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025. Pertunjukan Menanggung Dua Panggung menjadi kesempatan bagi ke-15 peserta tersebut untuk meneruskan pengalaman belajar tersebut ke dalam proses kreatif dan pementasan karya di Indonesia.

Menanggung Dua Panggung berkisah tentang Ranting, seorang pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai bagian dari Teater Jalar, ia selama ini menjalani mimpinya sebagai pemeran utama di atas panggung. Namun, setelah lulus kuliah, Ranting harus langsung bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah tuntutan untuk menunjukkan performa di tempat kerja dan dedikasi yang dibutuhkan dunia teater, Ranting terombang-ambing di antara dua panggung. Ranting mulai mempertanyakan apakah sorotan yang selama ini ia kejar benar-benar menentukan nilai dirinya.

Dalam pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit, kisah Ranting mengajak penonton untuk melihat pergulatan seseorang dalam menyeimbangkan tanggung jawab, tuntutan hidup, dan ruang bagi mimpi serta jati dirinya. Cerita tersebut disampaikan melalui naskah orisinal dan format musikal jukebox yang memadukan dialog, musik, dan gerak panggung melalui tujuh lagu, yaitu Keroncong Kemayoran, Semua Ini Untuk Apa karya Donne Maulana, Makin Lelah karya Payung Teduh, Melukis Senja karya Budi Doremi, Sempurnanya Aku karya NPD, Hasrat Menyala karya Mus Mulyadi, dan Kroncong Protol karya Bondan Prakoso & Fade2Black.

“Selama 13 tahun, Galeri Indonesia Kaya berupaya terus tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan ruang bagi talenta muda untuk belajar dan mengembangkan potensi serta ekosistem seni pertunjukan secara langsung. Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mendukung proses belajar dan regenerasi talenta seni pertunjukan. Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

 

    Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya ( foto : istimewa )

 

Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya ( foto : istimewa )

 

Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya ( foto : istimewa)

 

Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya ( foto : istimewa)

 

 

 

Proses kreatif Menanggung Dua Panggung juga melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya dalam sejumlah posisi penting, mulai dari Aldafi Adnan sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, hingga Ayu Gurnitha sebagai koreografer. Keterlibatan mereka memperlihatkan bagaimana pengalaman dan pembelajaran dari program dapat terus berkembang melalui kolaborasi serta berbagai pengetahuan dalam produksi seni pertunjukan.

Herve Pierre Sidharta, salah satu perwakilan peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, yang juga merupakan Abang Jakarta 2026 mengungkapkan, “Kesempatan untuk mementaskan Menanggung Dua Panggung menjadi pengalaman berharga bagi saya dan teman-teman. Setelah mendapat kesempatan untuk belajar lebih dalam bersama West End Stage di London, kini kami bisa membawa pengalaman tersebut ke panggung dan tampil di hadapan penikmat seni di rumah kami, Galeri Indonesia Kaya. Ada kebahagiaan tersendiri bisa sampai di tahap ini, setelah melalui proses belajar, mengolah cerita, dan bekerja sama dalam mewujudkan pertunjukan. Melalui karya ini, kami juga ingin mengajak penonton melihat bagaimana seseorang berusaha menyeimbangkan tanggung jawab dan impiannya.”

Ditampilkan dalam 3 pertunjukan pada 23 dan 24 Oktober 2026, pertunjukan ini menghadirkan naskah orisinal yang ditulis oleh dua peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal, yakni Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella. Karya tersebut dikembangkan melalui proses penulisan dan bimbingan penulis naskah profesional, Widya Arifianti, serta menjadi bagian dari upaya program Ruang Kreatif untuk membuka kesempatan bagi talenta seni tidak hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai pencipta karya. Aprillia telah berkarier di industri media dan konten selama lebih dari satu dekade. Ia pernah menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, yang mengolah lagu-lagu Sheila on 7 menjadi pertunjukan musikal. Sementara itu, Menanggung Dua Panggung menjadi debut bagi Jessica sebagai penulis musikal. Lulusan pendidikan Kimia di Institut Teknologi Bandung ini menjadikan menulis sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan, mimpi, dan perjalanan menemukan diri sendiri.

 

Foto bersama (QB )

Adapun 15 peserta yang tampil dalam Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya adalah:

No

Nama.                                                      Peran

1. Jennifer Kristi Rengka.                     Ranting

2. Ariel Marcelino.                                 Rimba

3. Muhammad Fathur (Ojak).             Jendra

4. Patricia Dharma Widyantara.          Indri

5. Nabil Naratama.                               MGB Albert

6. Herve Pierre Sidharta.                     MGB Boy

7. Muhammad Barly Putra.                 MGB Charlie

8. Janitra Diva Permatasari.               Mpok Sari

9. Andhika Firman Agung.                  Bang Ucup

10. Joan Raisa Larantuka.                  Dara

11. Melody Asri Fatimah.                    Amel

12. Phanuel Nareswara Hananto.      Wisnu

13. Ricky Alvano.                                  Enzo

14.Dwynna Wyn Gunawan.                MCiska

15. Felicia Caroline.                     Vanessa Glamora

 

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 1.000.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan dengan pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dan konsep kekinian. Dalam perjalanannya, lebih dari 2.000 pekerja seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan seni dan budaya Indonesia dalam bentuk yang dekat, menarik, dan relevan bagi masyarakat lintas generasi.

(SPR)

Related posts

Konser Reuni F4 Digelar 2 Hari di Jakarta Akhir Mei 2026

Qenny Alyano

David Foster Kembali Gelar Konser Bersama Brian Mcknight, Jessie J, Katharine McPhee dan Josh Groban

AQK

Buitenstage Vol. 15 Hadirkan NAVA, TB AJI, dan ABDIMUDA di Satu Panggung

Qenny Alyano

Leave a Comment