Oktober 7, 2026
Image default
Event & Community

Abah Iwan Abdulrahman Gelar Pertunjukan Intim ‘Musik Api Unggun’

South Jakarta – Mungkin banyak yang kurang mengenal dengan sosok musisi yang satu ini. Tetapi soal prestasi pastinya sudah tidak diragukan lagi. Adalah Iwan Abdulrahman atau dikenal dengan ‘Abah Iwan Abdulrahman’ yang menggelar intimate showcase bertajuk ‘Musik Api Unggun’ di DSS Studio, Pesanggrahan, Jakarta pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam konser intim ini Abah Iwan Abdurahman lebih banyak bercerita sambil beberapa kali membawakan lagu-lagu karyanya. Penonton yang hadir pun terbatas sesuai undangan. Suasana akrab terjalin antara Abah dengan para penonton. Beberapa nama terkenal yang hadir malam itu diantaranya adalah Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan atau akrab dipanggil Farhan. Tampak juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault.

Tepat pukul 8 malam, acara dimulai dengan menyanyikan bersama lagu “Indonesia Raya”. Setelahnya Abah mulai memainkan gitar akustik dan melantunkan lagu “Melati dari Jayagiri” yang pernah dipopulerkan grup musik legendaris, Bimbo.Abah Iwan Abdulrahman kemudian menjelaskan tentang maksud dari ‘Musik Api Unggun,

“Nama itu tidak begitu ujug-ujujg saja muncul. Dari 20-30 tahun lalu juga dikasih nama ‘Musik Apa Unggun’.Ada 2 yang menyebabkan dikasih nama ‘Musik Api Unggun’. Nomor satu, api ungguunya itu sendiri, dihadirkan di belakang kita ini kan ada api unggun. Gak padam-padam kalo api unggun ini. Justru api unggun itu serunya kalo padam. Satu lagi musik. Dua hal itu berbaur lah, dari riwayat lagu-lagu saya”.

 

Harry ‘Koko’ Santoso ( foto : QB )

 

Foto bersama ( foto : QB )

 

Abah Iwan Abdulrahman ( foto : QB )

 

Abah Iwan Abdulrahman kemudian melanjutkan cerita sambil melantunkan beberapa lagu termasuk “Sejuta Kabut”, “Bunga Putih Bunga Ungu”, “Detik Hidup” dan “Mentari”. Yang menarik dari pertunjukan ini adalah Abah Iwan Abdulrahman tidak membawakan setiap lagu secara utuh namun sepenggal-sepenggal sambil menceritakan setiap cerita di balik lagu tersebut.

Fakta menarik adalah saat Abah Iwan menjelaskan cerita di balik lagu “Burung Camar” yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata. “Lagu itu bukan saya penciptanya. Lagu itu yang bikin Aryono (Aryono Huboyo Djati). Saya hanya membuat liriknya.Jadi waktu itu Aryono datang ke saya, ‘Saya punya lagu nih tapi belum ada liriknya’. Saya tanya, maunya temanya apa?’. Dijawab ‘tentang laut’? Akhirnya terpikir tema burung camar itu.”

Acara ‘Musik Api Unggun” ini dinisiasi oleh Aat Soerakin yang bertindak sebagai sutradara acara. Ditemui sebelum acara berlangsungz Aat mengungkapkan,

“Musik dan lagu-lagu Abah itu kalau di kacamata seni itu genre yang baru, yang dikategorikan, sambil bercanda, musik api unggun. Karena biasanya awalnya lagu-lagu Abah itu dinyanyikan di seputar api yang unggun saja kemudian Abah bercerita tentang lagu-lagunya. Lagu-lagu Abah itu adalah proses internalisasi yang panjang tentang kehidupan. Abah gak pernah bilang ini ciptaan saya tapi gubahan.”

Sementara itu pengamat musik Harry ‘Koko’ Santoso yang juga hadir malam itu mengungkapkan tentang sosok Abah Iwan,

“Perjalanan panjang musik Indonesia bukan hanya sekedar hiburan. Karena musik itu juga menginspirasi generasi ke generasi.Abah Iwan Abdulrahman, lagu-lagunya tidak hanya mendominasi secara nasional bahkan dinyanyikan grup sebesar Bimbo. Ini bukan sekedar hiburan tetapi serat kecintaan kepada negerinya, Indonesia.”

 

Tentang Iwan Abdulrahman

Abah Iwan yang mempunyai nama asli Ridwan Armansyah, lahir pada 3 September 1947 (umur 79) di Sumedang, Jawa Barat. Sejak kecil Abah Iwan suka masuk hutan dan sangat aktif dalam organisasi kepanduan.Petualangannya itu kemudian tertuang dalam sejumlah lagu bertema kecintaan alam. Abah Iwan merupakan pendiri kelompok musik Grup Pencinta Lagu (GPL) pada tahun 1970. Ia juga menciptakan beberapa lagu untuk Hymne Universitas dan Organisasi di Indonesia seperti Hymne Universitas IBA Palembang, Hymne Universitas Padjajaran, Hymne Universitas Mulawarman, Hymne Wanadri, Mars Wanadri dan Hymne Siliwangi. Abah Iwan juga menciptakan lagu-lagu perjuangan mahasiswa seperti “Mentari’ yang merupakan lagu aktivis kampus yang lahir di tengah gejolak politik di kampus ITB, UNPAD dan kampus-kampus lainnya.

Sepanjang karirnya, Abah Iwan juga telah menerima berbagai penghargaan diantara Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia dan Satyalencana Wirakarya.

Related posts

Glastonbury Festival 2024 Umumkan Jadwal Lengkap dan Daftar Penampil, Ada Coldplay Sampai VOB

AQK

IM3 Gelar Pesta Hadiah 2025, Hadirkan Ribuan Hadiah Spektakuler Untuk Pelanggan

Qenny Alyano

Ariel ‘NOAH’ Umumkan Tampil di “Lifetime Tribute To Chrisye Concert”

AQK

Leave a Comment