May 31, 2026
Image default
Event & Community

Ada Agnes Arabella, Vitalia, Skanking, Renesemee dan D’Avery di ‘Main-Main di Cipete’

South Jakarta – Program musik Main-Main di Cipete Vol. 37 sukses digelar pada Senin malam, 1 Desember 2025, di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu oleh dua figur sentral komunitas musik independen, Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno.

Enodimedjo sendiri dikenal sebagai penggagas Reallist Management, kolektif yang konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi musisi lintas genre di Jakarta Selatan.

Memasuki edisi ke-37, Main-Main di Cipete tetap mempertahankan semangatnya sebagai panggung alternatif yang terbuka bagi musisi muda dan independen. Malam itu, lima penampil lintas genre tampil memukau dan menyuguhkan warna musikal yang beragam.

Renesmee membuka malam dengan nuansa pop kontemporer yang lembut dan emosional. Meski belum banyak dikenal publik luas, penampilannya menunjukkan karya yang menyentuh.

Agnes Arabella tampil setelahnya dengan gaya pop eksperimental yang unik. Ia membawakan lagu-lagu karyanya termasuk “Luka yang Sama” dengan sentuhan lirik introspektif, menciptakan atmosfer yang intim dan penuh eksplorasi.

Skanking ( foto : I Wayan Bagiartana )

D:Avery ( foto : I Wayan Bagiartana )

Vitalia ( foto : I Wayan Bagiartana )

Agnes Arabella ( foto : I Wayan Bagiartana )

Renesemee ( foto : I Wayan Bagiartana )

Vitalia, yang baru-baru ini merilis single bertajuk “Hadirmu”, menyuguhkan penampilan yang personal dan menyentuh. Lagu tersebut, yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai ibu muda, menjadi momen reflektif dalam rangkaian acara malam itu.

D’Avery, grup band alternatif pendatang baru asal Jakarta, tampil menghadirkan nuansa rock 90-an yang kental. Dengan lagu seperti “Hidup Hanya Sekali”, mereka mengajak penonton bernostalgia sambil tetap mengguncang panggung dengan energi penuh.

Sebagai penutup, Skanking! tampil dengan irama ska yang enerjik dan mengajak semua penonton berdansa. Lagu-lagu mereka semisal “I Feel Free” yang ceria dan penuh semangat menjadi klimaks yang sempurna untuk menutup malam. Penonton tampak antusias mengikuti irama, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Main-Main di Cipete Vol. 37 kembali membuktikan bahwa ruang alternatif seperti ini sangat dibutuhkan dalam ekosistem musik Indonesia. Dengan kurasi yang beragam dan atmosfer yang inklusif, acara ini terus menjadi wadah penting bagi musisi untuk tumbuh dan terhubung dengan komunitasnya.

Edisi berikutnya dijadwalkan hadir pada 15 Desember 2025 mendatang sebagai volume penutup tahun 2025.

(SPR)

Related posts

‘Tari Obah Gerabah’ dari Sanggar Seni Lemah Urip di Galeri Indonesia Kaya Bagian Hari Tari Sedunia

Qenny Alyano

Victoria Square Gelar ‘Safari Bazaar RINS Kombis Batch ke-13’ Hadirkan Pentas Musik Sampai Fashion Show

AQK

Melestarikan Musik dan Budaya Batak Melalui ‘Road to Konser 165’

Qenny Alyano

Leave a Comment