South Jakarta – Saat fajar menyingsing, Atarayo mengajak pendengar ke dunia yang terombang-ambing antara kenyataan dan lamunan dengan singel pra-rilis mereka “Asanagi 朝凪”, sebelum perilisan mini album Oktober mereka “Utakata 泡沫の夢は幻に”.
“Asanagi 朝凪” memadukan harmoni vokal transparan khas band ini dengan sekuens elektronik yang gemerlap, menciptakan lagu bertempo cepat yang memukau dan akan terus terngiang di benak Anda. Penggunaan suara terprogram menandai eksplorasi sonik yang segar bagi grup ini, menunjukkan kesediaan mereka untuk menantang dan berkembang.
Vokalis utama Hitomi berbagi pemikirannya tentang lagu ini: “Suatu pagi, segala sesuatu di sekitarku tampak begitu menakjubkan hingga aku bertanya-tanya apakah itu nyata. Album ini mengeksplorasi tema mimpi, dan “Asanagi 朝凪” mengemas visi kami tentang mimpi ke dalam suara dan lirik. Kami berharap para pendengar dapat menikmati melodi yang mengalir tanpa henti dan menikmati perjalanannya.”
Album mini lengkap “Utakata 泡沫の夢は幻に” akan dirilis pada 8 Oktober 2025, sebuah perjalanan yang menyentuh hati di mana melankolis bermekaran menjadi keindahan — sebuah lanskap suara bagi siapa pun yang berani bermimpi.
Tentang Atarayo
Atarayo adalah band Jepang yang “tumbuh dengan melahap kesedihan.” Nama mereka, yang berasal dari istilah atarayo, yang berarti “malam yang begitu indah hingga terasa menyesal untuk melihatnya berakhir,” mencerminkan suara mereka yang emosional dan introspektif. Sejak debut mereka di tahun 2020, mereka telah meraih popularitas yang luar biasa, dengan jutaan streaming dan tayangan TikTok. Dikenal karena lirik yang menyentuh hati dan penampilan yang powerful, Atarayo telah menorehkan prestasi baik di Jepang maupun di seluruh Asia, dengan tur Asia pertama mereka yang tiketnya terjual habis pada tahun 2024 dan rencana tur kedua mereka pada tahun 2025.
(SPR)

