May 26, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Ben Abraham Remake Lagu “Kidung” feat. 2 Penyanyi Aslinya Sekaligus Orang Tuanya

South Jakarta – Salah satu lagu paling ikonik dalam katalog musik Indonesia sepanjang masa, “Kidung”, mendapatkan nyawa baru. Penyanyi dan penulis lagu Ben Abraham, yang merupakan anak dari dua penyanyi versi asli lagu tersebut, Dianne Manusama dan Bram Manusama, hari ini merilis “Kidung” versinya yang turut menampilkan kedua orang tuanya.

Lahirnya “Kidung” versi Ben menjadi momen yang sakral bagi penyanyi keturunan Indonesia-Australia ini beserta keluarganya, khususnya kedua orang tuanya yang dulu tergabung dalam unit musik populer Pahama di akhir dekade 70-an.

“Lagu ini selalu menjadi bagian dari kisah perjalanan keluarga kami. Kami punya album-album foto yang isinya foto-foto saat kedua orang tuaku masih tergabung di Pahama serta kliping-kliping berita tentang keduanya yang bernyanyi di banyak festival musik di seluruh Indonesia di tahun 70-an. Dari situ aku tahu betapa berartinya lagu ini,” ujar Ben. Namun ia baru benar-benar mengetahui betapa pentingnya lagu “Kidung” di  sejarah musik Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini.

Perilisan single ini menjadi momen penting di hidup Ben yang menghabiskan hidupnya di ruang-ruang yang didominasi kultur orang-orang berkulit putih. Seraya ia tumbuh dewasa, muncullah keinginan kuat dalam diri Ben untuk menggali lebih dalam dengan sisi Indonesia dalam dirinya.

“Aku selalu mempunyai keinginan untuk menjelajahi sisi Indonesiaku lebih dalam untuk albumku selanjutnya. Ayahku berasal dari Ambon yang kaya dengan musik dan aku selalu bermimpi untuk suatu hari pergi ke sana untuk menulis lagu. Ayahku pindah ke Australia di tahun 80-an. Ayah dan ibuku menyambut dengan hangat saat mereka tahu bahwa aku ingin menjelajahi sisi Indonesiaku.”

“Cover ini menjadi usaha paling besar dariku untuk melakukan hal itu. Kedua orang tuaku sangat bahagia saat mereka tahu aku akan merilis ‘Kidung’ versiku. Mereka sangat bahagia lagu ini masih sangat dicintai di Indonesia dan mereka sangat menyukai versi yang telah aku buat.”

– Ben Abraham

Aku menangis saat Ben memberi tahu kami bahwa ia akan merilis versinya!” ujar ibunda Ben, Dianne Manusama. “Kami juga senang saat ia mengajak kami untuk bernyanyi di versinya. Aku sangat bangga dengan usaha Ben menghargai karya kami dan karya pamannya, Chris, yang menulis lagu ini,” Dianne bercerita.

Sementara itu, Bram Manusama penuh dengan rasa bangga dengan Ben atas perilisan “Kidung” versi anaknya. “Aku benar-benar senang saat mengetahuinya. Gaya musik yang Ben selama ini rilis berbeda dengan nuansa yang dibawa oleh ‘Kidung’. Ada sesuatu yang sangat sederhana tentang ‘Kidung’ dan versi Ben membuat lagu itu menjadi sangat epik. Rasanya seperti sejarah terulang kembali,” ujar Bram.

Lagu “Kidung” ditulis oleh Chris Manusama yang tak lain adalah paman Ben. Ajang Lomba Cipta Lagu Remaja tahun 1978 yang digelar oleh Prambors menjadi momen kelahiran lagu tersebut.

Bagi Dianne, rasa syukur terus ia rasakan meski 46 tahun sudah berlalu sejak “Kidung” pertama dirilis. “Menyanyikan ‘Kidung’ lagi rasanya masih sama persis seperti dulu. Lagu ini telah menjadi lagu Indonesia yang sangat dicintai dan dirayakan dan hal itu menurutku adalah suatu kehormatan dan aku merasa bersyukur,” ujar Dianne.

“Melihat respon positif dari banyak orang saat Ben mengunggah video kami bertiga menyanyikan ‘Kidung’ rasanya membuat kami sangat bahagia dan membangkitkan rasa bangga terhadap Indonesia,” lanjut Dianne.

Bagi Bram dan Dianne, ada rasa puitis yang hadir lewat “Kidung” versi Ben yang secara magis mengingatkan mereka akan masa-masa saat mereka masih tergabung di Pahama, lengkap dengan semua kenangan istimewa di era itu.

“Rasanya luar biasa di umur kami yang sudah menginjak 60-an ini kami dapat kembali bernostalgia ke suatu masa penting di kehidupan kami berdua yaitu masa saat kami pertama kali bertemu dan ‘Kidung’ seperti sebuah mesin waktu yang membawa kami kembali ke masa itu.” ujar keduanya.

Semuanya berawal saat Ben dan kedua orang tuanya mengunggah video ketiganya menyanyikan “Kidung” ke TikTok pada Februari 2024. Video yang menampilkan momen hangat itu pun viral dan telah ditonton lebih dari 3 juta kali serta mendapatkan lebih dari 317 ribu like. “Memaksa kedua orang tuaku menyanyikan lagu hit mereka yang sudah berumur 46 tahun bersamaku” ujar Ben di teks yang tertulis di video tersebut.

Penyanyi Indonesia, Rafika Duri, yang sempat merilis “Kidung” dengan penyanyi legendaris Chrisye dan Trio Libels pada 1990, turut meninggalkan komentar di unggahan itu. “Hallo Bram and Dianne Pahama group, salam kangen saya Rafika Duri. Sampai sekarang saya masih sering nyanyi lagu Kidung ini,” ujarnya.

Pada tahun 2009, majalah Rolling Stone Indonesia menempatkan “Kidung” di urutan ke-26 dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik.

Tentang Ben Abraham

Ben Abraham lahir di Australia dan saat ini berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Pada 2014 ia merilis album perdananya ‘Sirens’ secara independen yang disambut hangat oleh para kritikus musik. Ia merilis ulang album ‘Sirens’ pada 2016 lewat label indie Secretly Canadian. Sara Bareilles dan Gotye dihadirkan di versi tersebut yang disebut The New York Times sebagai “album debut dengan makna yang dalam”.

Di saat yang sama, Ben menjadi salah satu penulis lagu yang dilirik oleh banyak musisi ternama, salah satunya Kesha yang mengajaknya menulis lagu “Praying” yang telah meraih sertifikasi Platinum dan memenangkan sebuah piala Grammy.

Sinematik dan serba jujur menjadi identitas talenta menulis musik Ben yang telah ia asah selama hidupnya. Tak heran jika Demi Lovato dan The Chicks pun mengajaknya untuk menulis lagu untuk mereka. Album kedua Ben, ‘Friendly Fire’, yang ia rekam di studio legendaris Barefoot Studios di Los Angeles akhirnya dirilis pada 2022. Ben melibatkan produser James Flannigan, yang telah berkolaborasi dengan Dua Lipa; produser dan engineer Jason Agel, yang telah berkolaborasi dengan Bjork dan John Legend; dan Michael Brauer di kursi mixing yang juga telah bekerja sama dengan Coldplay dan John Mayer.

(SPR)

Related posts

Foo Fighters Kembali Konser di Jakarta, Bagian Rangkaian Perayaan 10 Tahun Hammersonic

AQK

Laufey Raih Best Traditional Pop Vocal Album di Grammy Awards ke-68 Lewat ‘A Matter of Time’

Qenny Alyano

Pulp Rilis Single “Got To Have Love”, Gelar ‘Listening Parties’ Weekend Ini

AQK

Leave a Comment