South Jakarta – Bennett A.K. tidak pernah hadir dengan setengah hati. Setelah ‘Favors & Flavors’ membuka jalan dengan rasa syukur dan kepercayaan diri, kini ia kembali dengan ‘Ganto’—sebuah lagu yang bukan sekadar bunyi, melainkan deklarasi. Sebuah panggilan untuk melangkah ke dalam tujuan hidup. ‘Ganto’ adalah bagian dari EP yang akan datang, berdiri bersama ‘Favors & Flavors’ sebagai fondasi dari babak baru dalam perjalanan musikalnya.
Judul “Ganto” sendiri menyimpan makna yang dalam dan berlapis. Dalam bahasa Minang, Ganto berarti seorang penerus—seseorang yang ditunjuk untuk melanjutkan sesuatu yang penting. Namun, Ganto juga berarti lonceng atau genta. “Saya percaya bahwa setiap orang diciptakan di dunia ini dengan purpose-nya masing-masing. Namun, apakah kita siap untuk mengambil peran itu?” ungkap Bennett A.K. “Arti lain dari ‘Ganto’ adalah lonceng atau genta, yang menginspirasi suara-suara yang ada di lagu ini.”
‘Ganto’ adalah soundtrack dari seseorang yang bangkit menuju panggilannya: tak tergoyahkan, tak takut, tak terhentikan. Namun, Bennett A.K. tidak menawarkan ilusi kesempurnaan. Ia justru menekankan proses yang membentuk. “Tentu tidak ada manusia yang sempurna. Untuk mencapai titik unshaken, unafraid, unstoppable, seseorang harus melewati proses yang membentuk dirinya sedemikian rupa,” jelasnya. “Walaupun saya sendiri masih dalam proses, saya percaya bahwa ada kekuatan ketika kita meyakini nilai-nilai tersebut.”
Baginya, musik bukan sekadar ekspresi—ini adalah panggilan. “Bagi saya, kesempatan untuk menjadi musisi adalah sebuah karunia yang sangat berharga. Dengan musik, kita memiliki influence untuk menyampaikan pesan-pesan yang baik dan memberi kehidupan kepada pendengar. Menurut saya, inilah panggilannya,” tegas Bennett A.K. “Ini adalah hasil dari perjalanan pribadi Bennett A.K. yang ditempuh bersama seluruh tim Passion Vibe.”

Secara musikal, ‘Ganto’ membuka jalur yang sama sekali baru. Jika ‘Favors & Flavors’ memadukan Jersey Club, UK Drill, dan melodi Timur Tengah, maka ‘Ganto’ melangkah lebih jauh ke wilayah yang sulit diberi nama. Bennett A.K. sendiri menyebutnya sebagai Elektronik Rap—sebuah label sementara untuk bunyi yang menolak dikotakkan. “Untuk sekarang, mungkin ‘Ganto’ belum bisa dimasukkan ke dalam kelompok genre yang benar-benar jelas karena bunyinya sangat unik. Label yang paling dekat mungkin adalah Elektronik Rap,” ungkapnya. “Pastinya, lagu ini membuka jalur baru dibanding rilisan-rilisan sebelumnya.”
Lagu ini diproduseri oleh Cuurley, produser asal Malaysia, menandai kolaborasi lintas negara pertama Bennett A.K.. Cuurley juga menulis lagu ini bersama Bennett A.K., serta menangani proses mixing—menjadikan ‘Ganto’ sebuah karya yang sepenuhnya terfokus dan intim secara produksi. Yang membuat ‘Ganto’ terasa begitu berbeda adalah perpaduan antara suara elektronik bertonal agresif dengan elemen etnik yang mentah. “Suara perkusi tradisional dan vocal chant di dalam lagu inilah yang menambahkan rasa etnis pada lagu ini, dipadukan dengan suara-suara elektronik yang bertonal agresif,” jelas Bennett A.K.
Atmosfer battlefield yang dimaksud bukan sekadar imaji. Ia terbangun dari ketegangan yang disengaja. “Perpaduan antara suara Bennett A.K. dan suara senar, synths, drums, perkusi di dalam lagu ini semua mendukung atmosfer battlefield yang kuat,” tambahnya. Dan bagi Bennett A.K., lagu ini terasa baru sekaligus familiar. “Bagi saya, semuanya terasa baru, tetapi anehnya tetap terasa familiar karena saya juga menyukai musik elektronik, walaupun ini pertama kalinya Bennett A.K. merilis lagu dengan warna seperti ini. Mulai dari drums, synths, hingga struktur lagu, semuanya terasa baru.”
Ketika ditanya di mana posisi ‘Ganto’ dalam perjalanan musikalnya—dari ‘J-Town Flow’, ‘Too Slow’, ‘Favors & Flavors’, hingga sekarang—jawaban Bennett A.K. singkat namun penuh bobot. “‘Ganto’ terasa seperti identitas Bennett A.K. yang selama ini tersembunyi dan akhirnya keluar. Ini adalah salah satu warna musik dari seorang Bennett A.K.”
Jika ‘Ganto’ adalah battlefield soundtrack, pertempuran apakah yang ingin dimenangkan oleh pendengarnya? Bagi Bennett A.K., jawabannya tidak terletak di luar, melainkan di dalam. “Tanpa sadar, hidup ini penuh dengan pertempuran yang terjadi di dalam pikiran kita. Setiap kali kita membuat keputusan untuk menjadi lebih disiplin, berkarakter, dan bersikap baik kepada orang lain, itu menunjukkan kemenangan-kemenangan di dalam diri kita,” ungkapnya.
“Saya berharap lagu ini bisa menyadarkan pendengar untuk take action dalam hidupnya, sekaligus memotivasi mereka untuk bangkit dan pantang menyerah.” Dan kemudian, dengan ketenangan yang menjadi cirinya, Bennett A.K. menutup dengan sebuah amsal yang telah lama ia pegang: “Ada sebuah amsal yang berbunyi, ‘Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.’ Artinya, semua peperangan dimulai dari dalam diri kita sendiri. Inilah prinsip yang ingin saya sampaikan: akan lebih baik jika kita belajar melihat ke dalam diri daripada selalu melihat ke luar.”
‘Ganto’ juga disertai dengan video musik yang dirilis melalui kanal YouTube Passion Vibe dan sudah bisa didengarkan diseluruh digital platform. Untuk informasi lebih lanjut, Bennett A.K. mengajak pendengar untuk mengikuti perjalanannya di Instagram @bennett.a.k dan TikTok @bennett.ak.
(SPR)

