South Jakarta – Legenda rock Indonesia, Ikang Fawzi, kembali menggetarkan industri musik tanah air dengan karya terbarunya yang sarat makna berjudul “Budak Iblis”. Dalam proyek ini, Ikang berkolaborasi dengan dua maestro musik Indonesia yang juga merupakan saudara iparnya, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan, dalam sebuah kolektif yang disebut BIL (Brother In Law).
Kritik Sosial di Tengah Fenomena FOMO dan Ketamakan
Lagu “Budak Iblis” bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah refleksi tajam terhadap fenomena sosial saat ini. Di tengah gempuran gaya hidup modern yang menuntut segalanya serba cepat, Ikang Fawzi menyoroti bagaimana manusia seringkali terjebak dalam rasa tidak puas yang tak berujung.
“Kita hidup di zaman di mana tekanan gaya hidup membuat kita lupa diri. Sifat rakus, FOMO (Fear of Missing Out), hingga tega merampas hak orang lain telah mengubah manusia menjadi sosok yang bengis. Lagu ini adalah pengingat: jangan sampai kita terpedaya dan berakhir menjadi budak iblis,” Ikang Fawzi.
Aransemen Magis dan Lirik yang Bergetar
Secara musikal, “Budak Iblis” menawarkan pengalaman auditori yang megah. Sentuhan Ekki Soekarno sebagai arranger sekaligus pengisi gitar dan bass memberikan fondasi rock yang kokoh. Sementara itu, Gilang Ramadhan memberikan nyawa pada sektor ritme dengan eksplorasi Drum Rhythm Sawah yang unik, menciptakan nuansa musik yang organik namun tetap bertenaga.
Liriknya dibuka dengan lantunan doa Nabi Yunus AS: “La ilaha illa anta, Subhanaka inni kuntu minadzolimin” yang berarti: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Sebuah pengakuan dosa yang mendalam sebelum masuk ke dalam narasi tentang kerakusan manusia—baik kaya maupun miskin, tua maupun muda—yang seringkali menindas sesama demi memuaskan nafsu duniawi.

Pesan Moral: Kembali Sebelum Terlambat
Melalui lagu ini, BIL ingin mengajak pendengar untuk “bangun” dan “sadar” sebelum maut menjemput. Pesan utamanya sangat jelas: harta dan jabatan tidak akan dibawa mati, hanya amal ibadah yang menjadi bekal abadi.
“Budaya kita adalah berbagi, bukan serakah apalagi mengambil hak orang lain,” tambah Ikang.
Lagu “Budak Iblis” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital. Mari berhenti sejenak, mendengarkan, dan merenung: apakah kita masih menjadi tuan atas diri sendiri, atau sudah terbelenggu menjadi budak iblis?
CREDIT SONG
Judul Lagu : Budak Iblis
Komposer & Penulis Lirik: Ikang Fawzi
Arranger: Ekki Soekarno
Vokal Utama & Backing Vox: Ikang Fawzi
Drum (Rhythm Sawah): Gilang Ramadhan
Gitar (Acs/Elc), Bass, Percussion Loop: Ekki Soekarno
Additional Backing
Vox: Heidy Bintang
(SPR)

