South Jakarta – DJ dan produser asal Swedia, Ehrling, membuka suasana musim panas dengan single terbarunya, ‘Ocean Blue’, sebuah kolaborasi penuh sinar matahari bersama penyanyi-penulis lagu asal Norwegia, Eirik Næss. Menggabungkan elemen downtempo, chill, tropical house, dan electronic pop, ‘Ocean Blue’ adalah pelarian sonik murni.
Bayangkan sore keemasan di tepi pantai: ombak yang tenang menghantam, angin hangat mengayun pohon kelapa, dan irama lembut dari saksofon serta vokal yang mengalun di udara. Itulah ‘Ocean Blue’, sebuah lagu yang lahir dari sinergi spontan antara Ehrling dan Eirik setelah pertemuan pertama mereka di Amsterdam Dance Event 2024. Apa yang dimulai dari sesi jamming santai segera berkembang menjadi karya musik matang yang menangkap semangat musim panas.
Ehrling berkata: “‘Ocean Blue’ tercipta di akhir tahun 2024. Saat itu saya hanya bermain-main di piano pada suatu malam dan menemukan rangkaian akor yang memiliki suasana santai dan agak dreamy. Saya langsung tahu ingin menambahkan saksofon. Rasanya seperti lagu ini butuh kehangatan itu. Lalu kami mengirimkannya ke Eirik, dan dia langsung merekam vokalnya yang sangat lembut dan halus. Dia benar-benar menangkap nuansanya. Tenang, sedikit nostalgik, seperti sedang melayang. Itu menghidupkan lagu ini dengan cara yang tidak saya duga.”
‘Ocean Blue’ sekarang sudah tersedia di semua platform streaming utama. Biarkan lagu ini menjadi soundtrack musimmu — entah kamu sedang bersantai di pantai atau hanya memimpikannya.

Tentang Ehrling:
Ehrling, artis dan produser asal Swedia, memulai perjalanan musiknya sejak usia delapan tahun, belajar piano dan menunjukkan bakat alami dalam menciptakan melodi yang catchy. Di usia tiga belas, dia sudah mulai memproduksi musik sendiri lewat komputer. Ehrling membangun koleksi lagu dan menemukan ciri khas suaranya: saksofon. Ia memilih saksofon karena bisa mengekspresikan emosi layaknya melodi vokal.
Musiknya mulai dikenal lewat video para vlogger perjalanan di YouTube, yang kontennya bertema tropis sangat cocok dengan gaya musiknya. Paparan ini membantu Ehrling menjadi salah satu dari tiga artis yang paling sering digunakan di platform tersebut.
Sejak itu, Ehrling terus berkarya dengan merilis musik dan tampil di festival besar di Swedia seperti Summerburst dan Lollapalooza. Ia kini dianggap sebagai salah satu artis terdepan di dunia dari genre Chill dan Tropical House, sejajar dengan nama-nama seperti Bakermat, Klingande, Lost Frequencies, Kygo, dan Sam Feldt. Hingga saat ini, lagunya telah diputar lebih dari setengah miliar kali, termasuk lagu populer seperti “Sthlm Sunset” dan “Ona Ona”. Salah satu puncak kariernya adalah ketika Madonna mengunggah ulang musiknya di Instagram, di mana anak-anaknya menari diiringi lagu Ehrling.
Tentang Eirik Næss:
Eirik Næss adalah seorang artis, penulis lagu, dan musisi yang berbasis di Oslo, Norwegia. Awalnya dikenal sebagai gitaris sesi, Eirik beralih menjadi artis solo dan topliner pada tahun 2020 dan dengan cepat dikenal di kancah musik Norwegia maupun internasional. Lagunya berjudul “Wave” mendapatkan pengakuan nasional dengan meraih posisi A-list selama 10 minggu di stasiun radio terbesar Norwegia, NRK P1.
Selain proyek solonya, Eirik juga telah berkolaborasi dengan nama-nama internasional seperti Alan Walker, Blanks, MOTi, dan Da Tweekaz. Ia juga merambah dunia penulisan lagu untuk pasar K-pop dan Asia, dengan beberapa rilisan sebagai penulis. Dengan lebih dari satu juta pendengar bulanan di Spotify, Eirik terus menembus batas dengan menjelajahi dunia untuk menulis dan merekam musik baru.
(SPR)

