September 19, 2026
Image default
Hot GearWhat's New

Duncan Sheik, Pelantun “Barely Breathing” dan ‘On A High”, Tutup Usia

South Jakarta – Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Duncan Sheik, penyanyi-penulis lagu yang paling dikenal lewat singel debutnya tahun 1996 yang memikat dan masuk nominasi Grammy, “Barely Breathing,”,  meninggal dunia pada usia 56 tahun. Kabar ini muncul sehari setelah pihak keluarga mengumumkan bahwa ia berada dalam kondisi “kritis namun stabil” di rumah sakit akibat penyakit yang tidak disebutkan.

Pada hari Jumat (18 September), pihak keluarga mengumumkan “dengan penuh duka” bahwa penyanyi tersebut telah meninggal dunia. “Duncan meninggal dunia tadi malam dalam suasana penuh kasih sayang,” tulis mereka di Instagram. Menurut The New York Times, kabar meninggalnya Sheik di sebuah rumah sakit di Manhattan dikonfirmasi oleh ibunya, Suzanne Sheik, yang menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah kegagalan fungsi organ.

Duncan Sheik meninggal dunia setelah menghabiskan waktu setidaknya satu bulan di rumah sakit; ia sempat mengunggah beberapa kabar dari ruang perawatannya, termasuk satu unggahan pada 6 September di mana ia mengeluh bahwa dirinya “masih bosan di rumah sakit,” serta unggahan lain pada 20 Agustus yang memperlihatkan dirinya mengenakan pakaian medis sembari menulis, “Saya lebih memilih berada di rumah untuk bermusik. Namun, sedikit waktu untuk merenung tidaklah buruk… masa-masa membosankan di rumah sakit ada manfaatnya (di luar hal-hal yang sudah jelas).”

Unggahan Instagram yang mengabarkan kematian Sheik memberikan penghormatan atas karya sang penyanyi yang telah memenangkan penghargaan serta kepribadiannya yang lembut. “Dunia telah kehilangan sosok dengan bakat istimewa serta suara yang sangat berpengaruh dalam dunia musik dan teater,” demikian bunyi unggahan tersebut, yang juga menyebutkan nominasi Grammy untuk lagu “Barely Breathing” serta karyanya—yang memenangkan penghargaan Tony dan Grammy—untuk musikal rock bertema masa remaja *Spring Awakening* (2006), di mana ia menciptakan musiknya.

“Karya seni Duncan menyentuh banyak orang dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam kancah budaya,” lanjut pernyataan pihak keluarga. “Duncan adalah seorang ayah, suami, putra, saudara, dan sahabat. Ia akan dikenang karena kepekaan, selera humor, kecerdasan, serta kedalaman jiwanya yang ia hadirkan bagi mereka yang mengenal dan mencintainya. Kami sangat berterima kasih atas curahan kasih sayang dari para penggemar, sahabat, rekan kerja, dan komunitas seni. Warisan musiknya akan terus menginspirasi generasi mendatang.”

Terlahir dengan nama Duncan Scott Sheik pada 18 November 1969 di Montclair, New Jersey, Amerika Serik, Almarhum mendalami semiotika di Brown University, tempat ia bermain dalam sebuah band bersama Loeb. Setelah meraih sukses lewat lagu “Barely Breathing” dari album debutnya yang bertajuk namanya sendiri, ia merilis album lanjutan berjudul *Humming* pada tahun 1998. Gaya bermusiknya yang melankolis dan kontemplatif, wajahnya yang tampan dengan pesona khas anak muda, serta pembawaannya yang pendiam dan pemalu menjadikan Sheik sosok idola yang tak terduga—dan, menurut pengakuannya sendiri, terkadang tak ia inginkan—bagi para penggemarnya dari Generasi X; sebuah julukan yang terkadang membuatnya merasa risi.

Related posts

Daun Jatuh Rilis Lagu Penuh Harapan “Semoga Masih Ada Waktu”

AQK

Sisca Saras Sajikan Retro Version Lagu “Tak Berakhir Sama”, Lebih Fresh dan Kekinian

AQK

Lucky Widja, Vokalis Band Element, Meninggal Dunia

Qenny Alyano

Leave a Comment