July 16, 2026
Image default
Event & Community

Festival Berani Beda 2025 Sukses Digelar, Inilah Para Juaranya

South Jakarta – Sebuah festival musik yang mempunyai tujuan mempererat hubungan antar beragama sukses digelar. Mengusung nama Festival Berani Beda,  acara yang diigagas oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Koalisi Wali Indonesia (HAK KWI), Tirta Bersemi, dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), berlangsung di Graha Pemuda, Gereja Katedral Jakarta (21/11.

Festvial Berani Beda 2025 menampilkan enam penampil dengan format band yaitu The Mistik, Notaker, Elsafan, Sanurian, Starway dan Ithaca Festival Berani Beda tahun ini mengangkat tema “Etika Bersama Keberagaman” dengan mengedepankan perbedaan agama, suku maupun latar belakang denominasi sebagai kekhasan festival ini. Bertindak sebagai dewan juri di festival kali ini adalah solois dan vokalis band Base Jam, Sigit Wardana, musisi dan drummer Budhy Haryono dan Ketua Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (Askomik), Viddy Supit.

Di festival kali ini, para peserta tampil bersemangat membawakan lagu nasional dan lagu daerah dengan versi mereka. Ada juga band yang mengusung lagu karya original mereka sendiri. Yang cukup menarik perhatian para penonton adalah saat band Elsafan yang personilnya adalah para penyandang tunanetra. Dengan penuh penghayatan membawakan lagu “Gugur Bunga’ dengan versi yang berbeda dari aslinya.

 

Adapun daftar juara Festival Berani Beda 2025 adalah sebagaimana berikut

Juara 1  : Starway mendapat hadiah Rp15.000.000,-

Juara 2 : Elsafan mendapat hadiah Rp10.000.000

Juara 3.  : Sanurian mendapat hadiah Rp5.000.000

 

Dalam acara ini juga ditampilkan kolaborasi lintas agama dengan penampilan Hadroh dari PBNU berkolaborasi dengan Romo Alusius Budi Purnomo, PR dan Sigit Wardana, vokalis Basejam yang membawakan 2 buah lagu proyek solonya ‘Kisah Hidup Bapak-bapak’ dan ‘Luka Tak Berdarah’. Sebelumnya dalam kata sambutannya, Olga Lydia selaku ketua panitia  Festival Berani Beda mengungkapkan,

“Kita makin jarang bertemu yang berbeda. Festival ini ingin membuka kembali ruang aman untuk berjumpa, berkarya, dan berdialog, Indonesia ini lahir dari kemajemukan. Keberagaman justru jadi peluang untuk saling memahami dan bekerja sama” ujar Olga.

Related posts

100 Musisi Heal Sumatra Himpun Dukungan Publik bagi Korban Banjir dan Longsor

Qenny Alyano

Sammy Simorangkir Rayakan Dua Dekade Berkarya Gelar Konser “20SSS”,

Qenny Alyano

Linkin Park Sukses Menutup Rangkaian Tur ‘From Zero’ di Jakarta

AQK

Leave a Comment