South Jakarta – Hanya beberapa hari lagi, band punk rock asal Rodeo, California, Amerika Serikat, Green Day, akan kembali menggelar konser di Jakarta, Indonesia. Mengambil tempat di Carnaval Beach, Ancol, Jakarta pada hari Sabtu, 15 Februari 2025, konser yang dipromotori oleh Ravel Entertainment ini, menjadi konser kedua kalinya setelah 29 tahun silam. Green Day tampil pertama kali di Indonesia, tepatnya pada hari Jumat, 2 Februari 1996 di Plennary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Saat itu, Green Day baru saja merilis album ‘Insomniac’ di tahun 1995 menyusul kesuksesan album ‘Dookie’ yang dirilis pada 1994. Nama Green Day yang sebelumnya hanya dikenal di komuitas punk di sekitaran Bay Area, kini menjelma menjadi salah satu band besar di dunia.
Semua berawal pada tahun 1987 ketika dua sahabat, Billie Joe Armstrong (vokal/gitar) dan Mike Dirnt (gitar) yang masih berusia 15 tahun, bersama Sean Hughes (bass) dan drummer Raj Punjabi, yang bersekolah di Pinole Valley High School, membentuk band “Blood Rage”, nama yang diambil dari film eponim, dan bermain bersama di garasi rumah ayah Punjabi di Rodeo, California; Beberapa bulan kemudian, band ini berganti nama menjadi Sweet Children. Mereka tampil pertama kali dengan nama Sweet Children pada 17 Oktober 1987 di Rod’s Hickory Pit di Vallejo, California.Pada tahun 1988, Billie Joe Armstrong dan Mike Dirnt mulai bekerja sama dengan mantan drummer Isocracy John Kiffmeyer, juga dikenal sebagai “Al Sobrante”, yang menggantikan drummer asli Raj Punjabi. Sementara Sean Hughes yang juga memutuskan keluar, digantikan Mike DIrnt yang berubah posisi dari gitaris menjadi bassist.
Pada tahun 1988, Larry Livermore, pemilik label indie, Lookout! Records, mengontrak Sweet Children setelah melihat penampilan mereka.Menyusl kemudian oada bulan April 1989, band ini merilis debut extended play (EP), ‘1,000 Hours’. Namun sesaat sebelum merilis EP, grup ini memutuskan mengganti nama Sweet Children; yang menurut Larry Livermore, harus dilakukan untuk menghindari kebingungan dengan band lokal lain, Sweet Baby. Sweet Children kemudian berganti nama menjadi Green Day, karena kegemaran para anggotanya terhadap ganja. Frasa “green day” adalah bahasa gaul di Bay Area, tempat band ini berasal, sebagai kata untuk menghabiskan hari tidak melakukan apa pun kecuali menghisap mariyuana. Menjelang rilis debut album, Billie Joe Armstrong dan Mike Dirnt memutuskan untuk drop out dari sekolah.
Green Day tampil pertama kali sebagai mendukung Operation Ivy (band awal vokalis Rancid, Tim Armstrong), pada 28 Mei 1989, di Gilman Street. Menyusul nama Green Day yang mulai dikenal karena sering mereka tampil di 924 Gilman Street, Barkley, Calfornia, Lookout! Records kemudian merilis album studio perdana Green Day yang diberi judul ’39/Smooth’ pada 13 April 1990. Green Day merekam dua extended play di akhir tahun itu, “Slappy” dan “Sweet Children”, dimana yang terakhir berisi lagu-lagu lama yang direkam band untuk label rekaman independen Minneapolis Skene! Records. Pada tahun 1991, Lookout! Records merilis ulang ’39/Smooth’ dengan judul baru ‘1,039/Smoothed Out Slappy Hours’ dan menambahkan lagu-lagu dari dua EP pertama band, ‘Slappy’ dan ‘1,000 Hours’.
Green Day merekam album perdana mereka di Art of Ears Studio di San Francisco, California, sekitar Natal tahun 1989 dengan alasan sesi rekaman menjadi murah pada saat itu. Andy Ernst, yang sebelumnya mengerjakan EP ‘1,000 Hours’, ikut memproduksi sesi rekaman dengan anggota band. Sesi rekaman dimulai pada tanggal 29 Desember 1989; Billie Joe Armstrong dan Mike Dirnt merekam vokal mereka pada waktu yang sama untuk menghemat uang dan waktu. Album ini dimixing dan diselesaikan pada tanggal 2 Januari 1990. Sesi rekaman ini menghabiskan biaya $675 (setara dengan $1.700 pada tahun 2023), yang dibebankan kepada Larry Livermore. John Golden mengerjakanmastering rekaman tersebut di K Disc Mastering di Hollywood, California[
Pada akhir tahun 1990, tak lama setelah tur nasional pertama band, John Kiffmeyer meninggalkan daerah East Bay untuk kuliah di Humboldt State University di Arcata, California. Nama Frank Edwin Wright III mungkin terdengar asing untuk beberapa penggemar band Green Day.Frank yang saat itu merupakan tetangga dari Larry Livermore, adalah drummr band punk The Lookouts yang mana Larry menjadi vokalis. Frank kemudian mengambil nama “Tré Cool”, menggunakan kata Prancis “très” (yang berarti “sangat”) dan kata Inggris “cool” sebagai cara untuk mengatakan bahwa dia “sangat keren”. “Trey”, plesetan dari gelar keluarga Wright, karena dia adalah Frank Wright ketiga, sudah menjadi nama panggilan Wright sebelum penambahan “Cool.”
Bersama Tré Cool. Green Day merilis album kedua mereka yang berjudul ‘Kerplunk’ yang dirilis pada 17 Desember 1991. Album direkam di Art of Ears, San Francisco, California pada periode Mei dan September 1991 dan diproduseri oleh Andy Erns. Album ini berhasil terjual sebanyak 10 ribu keping saat pertama kali dirilis Artwork album ini dibuat oleh Chris Applegren dan Pat Hynes, berdasarkan cerita yang ditulis oleh pendiri Lookout! Records Larry Livermore. Cover album ini menampilkan seorang gadis yang terobsesi dengan Green Day, yang akhirnya ditangkap karena membunuh orang tuanya. Sebelum album dirilis, band ini memulai tur Eropa selama tiga bulan yang dimulai pada akhir tahun 1991. Selama perjalanan, Billie Joe Armstrong menderita masalah kesehatan mental.
Kesuksesan album ‘Kerplunk’ membawa minat dari label rekaman besar dan perang penawaran untuk mengontrak Green Day. Band ini akhirnya meninggalkan Lookout! dan menandatangani kontrak dengan Reprise Records setelah menarik perhatian produser Rob Cavallo. Menyusul kesuksesan , ‘Kerplunk’ Green Day akhinya merilis album studio ketiga yang diberi judul ‘Dookie’. Album ini merupakan album debut dan kolaborasi pertama band ini dengan produser Rob Cavallo, yang direkam pada tahun 1993 di Fantasy Studios di Berkeley, California. Album ini sebagian besar didasarkan pada pengalaman pribadi Bille Joe Artmstron dan mencakup tema-tema seperti kebosanan, kecemasan, hubungan, dan seksualitas. Album ini dipromosikan dengan empat singel: “Longview”, “Basket Case”, versi rekaman ulang dari “Welcome to Paradise” (yang awalnya muncul di album ‘Kerplunk’), dan “When I Come Around”.
Akibat kontrak dengan label rekaman besar tersebut, menyebabkan banyak penggemar Green Day menyebut mereka sebagai ‘sell out’ (menjual diri), termasuk fanzine punk yang berpengaruh Maximumrocknroll dan klub musik independen 924 Gilman Street, tempat mereka memulai karir. Setelah pertunjukan Green Day pada tanggal 3 September di 924 Gilman Street, tempat tersebut melarang Green Day untuk masuk atau tampil. Pada tahun 1995, ‘Dookie’ memenangkan Grammy Award untuk Album Alternatif Terbaik, dan band ini dinominasikan untuk sembilan MTV Video Music Awards, termasuk ‘Video of the Year’ Di tempat asal band di East Bay setelah kesuksesan ‘Dookie’, Green Day menda[at kecaman dan ada semacam rasa permusuhan. Namun demikian, sejarah membuktikan bahwa Green Day berhasil bertahan sampai saat ini dan menjadi salah satu band rock terbesar sampai saat ini.

