Velodrome – Kalau dengar kata hacker emang identik banget sama cowok. Padahal banyak hacker yang ternyata seorang wanita, salah satunya adalah hacker cantik Parisa Tabriz. Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah sistem komputasi. Pada masa ini, istilah hacker memiliki konotasi negatif karena aksi-aksi oknum yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web, menyisipkan kode-kode virus.
Dijuluki Ratu Keamanan
[caption id="attachment_25555" align="aligncenter" width="617"]
Image : http://www.telegraph.co.uk[/caption]
Parisa Tabriz adalah satu diantara hacker handal. Setiap harinya Parisa yang dijuluki ‘Security Princess’ bersama dengan 30 orang tim keamanan lainnya di Eropa dan Amerika mencoba menjebol sistem keamanan Google.
Berhasil apa tidak bukan masalah, yang penting Google tidak dijebol oleh hacker selain Parisa dan timnya. Karena kalau hal tersebut terjadi, hacker cantik ini lah yang bertanggung jawab. Karena ia adalah teknisi keamanan di perusahaan internet raksasa empunya Larry Page dan Sergey Brin.
Parisa termasuk ke dalam satu diantara 250 ahli keamanan Google yang terkenal baik di dalam atau pun di luar dunia hacking. Pada tahun 2012 ia bahkan termasuk ke dalam daftar “30 orang terbaik dibawah usia 30 tahun yang namanya patut diperhitungkan dalam industri teknologi” milik majalah kenamaan Forbes.
(Baca juga : Telkomsel di Hack, Harga Kuota Internet di Indonesia Mahal, Benarkah?)
Kepala Keamanan Google
[caption id="attachment_25552" align="aligncenter" width="640"]
Image : seigradi.corriere.it[/caption]
Sejak bergabung dengan Google pada tahun 2007, Parisa sudah menjadi aset penting bagi Google. Si cantik keturunan Irlandia-Polandia-Amerika ini bertugas memimpin pasuran keamanan Google Chrome agar mesin pencari tersebut menjadi mesin pencari teraman bagi penggunanya.
Setiap harinya, Parisa dan tim menemukan bug atau error pada mesin pencari yang digunakan oleh umum tersebut kemudian para hacker ini segera memperbaiki sebelum hacker lain mencoba untuk menerobos.
