South Jakarta – Hilary Duff kembali melanjutkan comebacknya di dunia pop lewat perilisan “Roommates”, single keduanya dari album keenam mendatangnya, ‘luck… or something’. Album ini dijadwalkan rilis pada tanggal 20 Februari 2026 melalui Atlantic Records. Para penggemarnya bisa mendengarkan single terbarunya sekarang dan bisa langsung pre-save album mendatangnya melalui tautan di sini.
Ditulis dan diproduseri oleh sang suami, penulis lagu dan produser pemenang GRAMMY® Awards Matthew Koma (Britney Spears, P!nk), dan Brian Phillips (Alec Benjamin, blink-182), “Roommates” merekam sisi Hilary Duff yang lebih reflektif dan dewasa, menghadirkan karya yang terasa jujur, personal, dan dekat dengan fase hidupnya sekarang.
“‘Roommates’ adalah lagu tentang momen ketika hidup terasa berjalan begitu padat,” ujar Hilary Duff. “Ada rasa rindu akan masa yang lebih bebas, sebelum hari-hari dipenuhi antar-jemput, obrolan soal keuangan rumah tangga, belanja bulanan, serta munculnya kembali rasa tidak aman, lama maupun baru. Lagu ini menangkap kegelisahan untuk menemukan jalan pulang ke ritme hidupmu, ke orang yang kamu cintai, dan ke dirimu sendiri.”
Bersamaan dengan perilisan single terbarunya, Hilary Duff juga merilis video klip resmi untuk “Roommates” yang disutradarai oleh Matty Peacock (Billie Eilish, Ariana Grande). Video ini menghadirkan visual yang intim dan emosional, menyoroti sisi personal dan reflektif Hilary Duff yang menjadi benang merah lagu ini.
Album ‘luck… or something’ juga memuat single pembukanya “Mature”, yang sebelumnya mendapat sambutan hangat dari berbagai media internasional. Dipuji oleh VOGUE karena keberhasilannya mendorong eksplorasi musikal baru tanpa meninggalkan karakter khas Hilary, lagu ini telah mendapatkan lebih dari 5 juta streams secara global dalam minggu pertama perilisannya. Terinspirasi dari pengalaman di masa mudanya, “Mature” hadir sebagai lagu pop bernuansa sarkas dan juga reflektif, dibalut produksi cerah serta lirik yang cerdas dan personal. Video musiknya, yang disutradarai oleh Lauren Dunn (Olivia Rodrigo, Dove Cameron, Saweetie), telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali di YouTube, lengkap dengan mini-dokumenter eksklusif di balik layar proses pembuatannya.
Untuk merayakan perilisan album ‘luck… or something’, Hilary juga menggelar rangkaian konser berkonsep intimate bertajuk “Small Rooms, Big Nerves” di Inggris dan Amerika Serikat. Tur yang langsung terjual habis ini akan menjadi penampilan konser utamanya yang pertama dalam lebih dari satu dekade, sekaligus menandai momen penting dalam perjalanan kariernya yang terus bermetamorfosis.

Tentang Hilary Duff
Sebagai salah satu ikon di dunia pop paling berpengaruh di generasinya, Hilary Duff kini membuka babak baru dalam karier musiknya dengan karya yang paling berani dan personalnya sejauh ini. Setelah dikenal luas melalui serial legendaris Lizzie McGuire di era kejayaan Disney Channel tahun 2000-an, Hilary memulai perjalanan musiknya lewat album multi-platinum ‘Metamorphosis’ yang ia rilis di tahun 2003 yang menelurkan hits seperti “So Yesterday” dan “Come Clean.” Kesuksesan tersebut berlanjut lewat album self-titlednya, ‘Hilary Duff’ di tahun 2004 dan ‘Dignity’ di tahun 2007 yang menghadirkan warna dance-pop otobiografis. Ketiga album itu terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyanyi, produser, pengusaha, penulis buku laris New York Times, dan aktris dengan berbagai penghargaan termasuk mendapatkan nominasi penghargaan di serial Younger karya Darren Star.
Kini, setelah resmi bergabung dengan Atlantic Records, Hilary membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single “Mature”, rilisan pertamanya sejak album ‘Breathe In. Breathe Out.’ di tahun 2015, yang sempat debut di posisi #5 Billboard 200 dan melibatkan kolaborasi bersama Tove Lo serta Ed Sheeran.
Dengan lebih dari 31 juta pengikut di seluruh platform media sosial, Hilary Duff masih menjadi salah satu figur pop yang paling dicintai lintas generasi. Menariknya, Asia Tenggara juga menjadi salah satu basis penggemar terbesarnya, dengan Filipina di posisi #3 dan Indonesia di posisi #9 dalam daftar negara dengan audiens terbanyak.
(SPR)

