South Jakarta – Salah satu band paling menarik yang muncul dalam setahun terakhir, House of Protection , telah resmi merilis EP kedua mereka ‘Outrun You All’ di bawah naungan Red Bull Records.
Berisi tiga lagu baru termasuk single utamanya “Godspeed,” proyek ini merupakan penghormatan terhadap gaya musik awal yang membuat duo ini jatuh cinta dan memutuskan untuk bermusik. Dengan mulus, House of Protection menggabungkan musik rock hardcore yang intens, trip-hop atmosferik, elektronik underground , dan punk, membuktikan kemampuan mereka yang terus mendorong batasan genre secara unik.
EP ‘Outrun You All’ membawa pendengar House of Protection melewati berbagai perubahan suasana, dimulai dengan lagu intro “ 524å§ł€€|° ” yang menghadirkan nuansa dreamy ala pertengahan abad lewat suara crackling piringan hitam. Suasana pun berubah drastis saat suara jenis industrial menghantam lagu selanjutnya “Afterlife. ” Energi punk pun juga muncul pada “ Godspeed ,” lengkap dengan chorus yang mudah melekat, mengingatkan pada musik indie era awal 2000-an.

“‘Godspeed’ adalah lagu yang paling kami nantikan untuk dibawakan live. Lagu ini menjadi yang paling cepat selesai selama proses penulisan EP baru, dan kami merasa lagu ini punya semangat tak kenal lelah yang selalu kami kejar. Chorus-nya juga mengandung sentuhan hyper-pop, sesuatu yang baru bagi kami, ” ungkap House of Protection.
Keunggulan band ini semakin terlihat di lagu “I Need More Than This,” sebuah lagu anthemik sekaligus ethereal yang mengalun antara suara yang berat dan sekaligus tenang. Tanpa menurunkan tempo, lagu selanjutnya, “Fire” langsung diisi dengan gitar yang mengamuk dan suara sirene bernada tinggi, berlawanan dengan “Phasing Out” yang paling memengaruhi musik elektronik dengan ketukan breakbeat yang kuat. Menutup EP ini, lagu berjudul “Slide Away” menyuguhkan musik rock yang penuh rasa nostalgia yang mengikat seluruh enam lagu menjadi satu kesatuan cerita.
Perilisan EP ‘ Outrun You All ‘ menjadi penanda setahun perjalanan House of Protection yang berkembang pesat sejak pertama kali mereka terbentuk. Setelah tampil sebagai band pembuka untuk tur Bad Omens di Australia dan berkolaborasi dalam single “Brain Dead” milik Architects , mereka melanjutkan menggebrakan mereka dengan berpartisipasi sebagai support act untuk Poppy dalam rangkaian They’re All Around Us Tour di Amerika Serikat. Setiap malamnya, mereka berhasil menarik pendengar baru melalui aksi panggung dan tampil penuh adrenalin.
Nominasi mereka dalam kategori Best International Breakthrough Artist dan Best Breakthrough Live Artist menjadi bukti dari pendekatan kreatif mereka yang berani, dan sebagai bentuk nyata bahwa semakin banyak orang yang merasakan musik mereka.
Tentang House of Protection
Satu hal yang pasti, House of Protection bukanlah proyek yang dibuat dengan pendekatan gamblang. Setelah bertahun-tahun meraih kesuksesan secara komersial melalui grup post-hardcore Fever 333, serta Night Verses dan The Chariot, Aric Improta dan Stephen Harrison memilih untuk kembali ke akar musik yang dulu mereka cintai. “ Sem ua pada proyek ini harus menjadi hal-hal yang kami anggap keren saat masih anak-anak.” Menggabungkan semuanya mulai dari Atlanta trap hingga UK trip-hop, post-punk dan alternatif, jock jams dan art-rock, pembuatan film hingga skateboarding, EP kedua House of Protection, ‘ Outrun You All’ , berpegang pada satu aturan: “Jika rasanya benar, lakukan.” Dan melakukan seolah-olah hidup bergantung padanya.
Setelah merilis EP perdana mereka , ‘ GALORE’ , tanpa ekspektasi, House of Protection kini benar-benar memberikan segalanya dalam permainan dengan ‘ Outrun You All’ . Secara harfiah, judul EP ini diambil dari salah satu tato milik Stephen Harrison, yang juga sebagai bentuk sebuah penghormatan kepada lirik dalam lagu klasik milik Converge , ” Black Cloud “. ‘ Outrun You All’ adalah pernyataan yang berani dan otonom, sekaligus menjadi pendamping malam dari ‘ GALORE’ —sebuah penutup dari era inspirasi dan kreativitas yang nilai mereka tidak memiliki batasan kreatif. Seperti disc kedua dari ‘ Mellon Collie and the Infinite Sadness’ dibandingkan yang pertama: bagian gelapnya lebih gelap, bagian indahnya lebih indah, risikonya lebih berani.
Denominator utama dari semua ini adalah kepercayaan diri artistik yang telah teruji, lahir dari respon luar biasa terhadap ‘ GALORE’ . Meskipun tidak mengejutkan bahwa House of Protection langsung disambut hangat oleh para penggemar band-band mereka sebelumnya ‘ GALORE’ berhasil menarik perhatian para pendengar garis keras di luar Amerika. Dalam waktu kurang dari setahun, House of Protection mendapatkan pujian dari NME, The Guardian, dan Revolver , serta masuk dalam daftar Spotify Artist to Watch 2025 . Keberhasilan ‘ GALORE’ memberi mereka kebebasan untuk tidak harus menjadi ahli, melainkan mengejar hal-hal baru dan menarik dari yang sudah familiar. ‘Outrun You All’ tentunya akan diisi dengan momen-momen di mana House of Protection mengejutkan diri mereka sendiri—sama seperti mereka mengejutkan para pendengar. “Saya selalu menghargai kutipan Quentin Tarantino yang mengatakan, ‘Jika kamu ingin menulis cerita yang bagus, kamu tidak bisa tahu ke mana mengarahkannya’,” ujar Improta.
Meski EP ini merupakan perayaan kepercayaan diri baru House of Protection, dalam judulnya EP ini juga lebih dari sekadar penghormatan kepada para pahlawan musik mereka. ‘ Outrun You All’ juga merupakan tribut bagi rekan-rekan dan teman-teman yang tak bisa ikut dalam perjalanan aneh dan mengasyikkan ini. “Kami sering berbicara tentang betapa sulitnya melihat orang-orang berbakat menyerah pada apa yang mereka lakukan,” kata Aric Improta. “ Rasa itu tidak akan pernah menjadi kenyataan bagi kami. Kami saling menyemangati setiap hari dan kami tahu yang terbaik masih akan datang. ” Memang, ‘ Outrun You All’ adalah suara Improta dan Harrison menemukan energi baru dan dengan ini, House of Protection baru saja memulai perjalanannya.
(SPR)
|
|

