South Jakarta – Setelah menghilang beberapa waktu, pemyanyi cantik, Ika Putri, kembali meluncurkan single baru di tahun 2026. Kali ini, penyanyi asal Surabaya, Jawa Timur ini, menghadirkan versi berbeda dari lagu “Sadis” yang pernah dipopulerkan oleh Afgan pada 2008 lalu. Lagu “Sadis” merupakan karya Bebi Romeo dan aransemannya dikerjakan oleh Irvan Simanjuntak (Opung) Berbeda dengan versi Afgan, di lagu “Sadis” ini, Ika Putri lebih menonjolkan suara lirih penuh penjiwaan yang dirasakan oleh perempuan yang tersakiti. Lagu “Sadis” versi Ika Putri dirilis dibawah bendera BHS Production.
Sebelumnya, Ika Putri juga telah merilis beberapa single seperti “Aku Perawan”, “Mr. Judge”dan “Cinta Jangan Kau Pergi”. Dalam perjalanan musiknya, Ika Putri juga telah menelurkan beberapa album studio termasuk ‘Pelangi Yang Hilang’, Terlahir’, ‘Ika Putri’ dan ‘Let’s Have Fun’. Lebih merunut ke belakang, pada 19 November 2001, Ika Putri bersama Ajeng Kurnia Fajrin dipilih oleh ASIRI mewakili Indonesia di Shanghai Asia Music Festival. Keikutsertaan mereka adalah atas rekomendasi Rinto Harahap. Penampilan duet mereka meraih penghargaan Best Stage Image. Sebagai solois, Ika yang kala itu menyanyikan lagu “Mencintaimu” milik Krisdayanti, sukses menyisihkan lawannya yang berjumlah 21 orang
Dalam acara launching single “Sadis” yang berlangsung pada hari Jum’at (13/2) di Yusuf Ronodirorum Room RRI, Jakarta, Ika Putri menjelaskan alasan memilih lagu “Sadis” sebagai single barunya, “Karena waktu itu lagia ada tawaran me-recycle beberapa lagu dan challenge lagu itu. Lagu itu setahu saya baru sekali direcycle, itu Citra Scholastika. Terus udah lamaa sekali, lagu itu tidak muncul lagi. Kebetulan suka sama lagu “Sadis’ karena melodinya sangat indah.”
Ika Putri pun menyadari bahwa jalan untuk kembali memerlukan strategi yang solid. Tidak hanya bergantung pada algoritma, Ika tetap menjalankan taktik “penetrasi pasar” konvensional dengan kunjungan ke radio di Surabaya dan sekitarnya. Di saat yang sama, ia melakukan modernisasi tim dengan melibatkananak muda kreatif yang memiliki “rumah” playlist sendiri. Sinergi antara kearifan lokal (Radio) dan kekuatan digital (streaming) inilah yang menjadi pembeda. Pada kesempatan tersebut, Ika Putri juga mengungkapkan alasan dirinya kembali ke dunia musik,



“Karena semangat dari orang-orang yang sangat besar mencurahkan cinta. Kangen banget bisa menyapa penggemar saya, untuk sahabat Ika Putri. Banyak yang nanya, ‘Mbak Ika, kapan nyanyi lagi. Dari situ jadi semangat, trus ngobrol-ngobrol, dan jadilah ini.”
Kerja keras dari kembalinya Ika Putri, juga tidak lepas dari peran Seno M. Hardjo melalui dukungan publikasi, Hasilnya, perolehan Official Playlist di Spotify berbuah manis. Belum genap dua bulan sejak rilis, lagu “Sadis” berhasil mencapai 115.000 streams. Pencapaian ini menjadi catatan penting: sebuah lagu bisa meraih apresiasi signifikan tanpa harus terjebak dalam kategori “viral” yang penuh gimmick. Ika membuktikan bahwa audiens masih memiliki ruang untuk kejujuran emosional dan kualitas vokal yang mumpuni.
Selain itu, dengan dukungan Trinity Optima sebagai aggregator, Ika berhasil menembus empat Official Playlist bergengsi Spotify, mulai dari Bukan Cover Biasa hingga Woman of Indonesia, Musik Akhir Pekan dan Fresh Find Indonesia. Ini membuktikan bahwa identitas musikal yang Ika Putri jaga selama puluhan tahun tetap memiliki relevansi yang kuat di mata kurator musik modern. Ke depan, Ika Putri telah menyiapkan beberapa single dengan konsep segar yang masih belum dapat diungkapkan.ke publik.

