South Jakarta – Kejadian tidak mengenakkan terjadi saat penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) pada 13,14 dan 15 Desember 2024 lalu di JIEXPO Kemayoran. jakarta. Sejumlah penonton mengalami pemerasan oleh sejumlah oknum polisi.
Pemerasan tersebut menggunakan modus ancaman terhadap penonton, terutama warga negara Malaysia, dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba meskipun hasil tes menunjukkan negatif. Tindakan tersebut dilakukan untuk memperoleh uang tebusan, yang totalnya mencapai Rp 2,5 miliar dari 45 korban.
Setelah sempat ramai di media sosial, akhirnya pihak penyelenggara DWP bersama polisi melakukan klarifikasi dan meminta kepada pihak yang dirugikan untuk melakukan pelaporan secara resmi. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 18 oknum dari kepolisian berhasil diciduk dan dan dijatuhi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH), sementara beberapa lainnya dijatuhi hukuman demosi.
Atas kejadian tersebut, Ismaya Live sebagai penyelenggara DWP memberikan pernyataan resmi sebagai berikut,
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan informasi berharga, sehingga kami dapat bekerja sama dengan otoritas Indonesia terkait insiden DWP 2024. Kami sangat menyesali ketidaknyamanan yang dialami oleh pihak-pihak yang terdampak.
Selama 16 tahun, Djakarta Warehouse Project telah menjadi pilar penting dalam dunia musik dan budaya di Indonesia, dengan menyambut hampir 1 juta pengunjung dari lebih dari 70 negara. Meskipun kejadian ini sangat mengecewakan, hal tersebut justru memperkuat tekad kami untuk lebih memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pengunjung di setiap acara.
Kami telah bekerja sama erat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kementerian Pariwisata, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dalam permasalahan ini. Kami berterima kasih kepada Polri atas investigasi yang cepat, yang menghasilkan tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, serta mendukung pengembalian dana bagi yang terdampak.
Langkah ini mencerminkan komitmen kami terhadap akuntabilitas dan keselamatan pengunjung.
Kepada komunitas DWP di seluruh dunia, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesabaran Anda. Kami tengah mengambil langkah konkret untuk membangun kembali kepercayaan terhadap DWP dan Indonesia sebagai destinasi utama musik dan budaya. Bersama Kementerian Pariwisata, Polri, dan APMI, kami akan menerapkan langkah-langkah baru untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan di setiap acara di Indonesia.
Kami berharap dapat menyambut Anda kembali pada 2025, dan bersama-sama merayakan musik, persatuan, serta menciptakan kenangan tak terlupakan.
Salam hangat,
Tim DWP
Penyelenggaran DWP 2024 menjadi moment kembalinya festival yang digelar sejak tahun 2008 silam tersebut di Jakarta setelah sebelumnya sempat digelar di Bali. Setelah dua tahun diselenggarakan secara virtual hingga tahun 2021 dengan DWPV dan DWPV 2.0, tahun 2022 menjadi saksi kembalinya Djakarta Warehouse Project versi offline yang sangat dirindukan, kembalinya Djakarta Warehouse Project yang epik dan berhasil menarik lebih dari 34 negara dalam 3 hari.

