South Jakarta – JogjaROCKarta Festival kembali hadir pada 6–7 Desember 2025 di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Tahun ini menandai penyelenggaraan ke-8 sejak debutnya pada 2017. Mengusung tema “The Majesty of Rock, Crowned in Jogja”, festival ini menegaskan posisi Yogyakarta sebagai mahkota rock Indonesia tempat di mana musik keras dari dalam dan luar negeri bertemu, bersatu, dan dinobatkan. Tema ini menyoroti kemegahan, semangat, dan warisan panjang tradisi rock lintas generasi yang berakar kuat di kota budaya ini.
Tahun ini, JogjaROCKarta juga berkolaborasi dengan visual artist Dwiki KA, yang menghadirkan sentuhan visual bergaya gelap, jenaka, dan garang memperkuat karakter serta atmosfer festival secara keseluruhan.

Deretan Penampil JogjaROCKarta 2025
JogjaROCKarta 2025 menampilkan line-up lintas generasi dan benua yang menyuguhkan keberagaman wajah musik rock dunia; Loudness (heavy metal, Jepang), Helloween (power metal, Jerman), Anthrax (thrash metal, AS), Ugly Kid Joe (alternative metal, AS), dan The HU (folk metal, Mongolia), lima band dengan karakter berbeda yang mewakili evolusi dan semangat global musik keras, kini bertemu di satu panggung: Yogyakarta. Para Punggawa Rock Era 80–90an Indonesia Jogjarockarta menghadirkan para punggawa festival rock dan heavy metal yang sangar di era 80 dan 90-an. Diantaranya ada Jamrud, Banhasir Kaisar, Andromedha, dan Rolland Band.
Empat band legendaris ini merepresentasikan kejayaan musik rock Indonesia lintas daerah dan generasi. Jamrud, asal Cimahi, lahir dari nama Jam Rock dan menjuarai Festival Rock se-Indonesia 1984, kemudian bergabung dengan Logiss Records dan menembus arus utama lewat album Nekat, Terima Kasih, hingga Ningrat, dengan hits “Pelangi di Matamu” dan “Surti-Tejo”.
Dari Solo, KaisaR muncul pada 1987, mencuri perhatian lewat lagu “Kerangka Langit” dan menjuarai Festival Rock 1991 dengan “Garis-Garis Bintang”, sebelum merilis album Mulut Angin (1994). Dari Surabaya, Andromedha menorehkan sejarah di Festival Rock Indonesia V (1988) dengan meraih juara 3 serta penghargaan Best Drummer dan Best Guitarist, dikenal lewat lagu “Prestasi” dan “Lamunan”.
Sementara itu, dari Yogyakarta, Rolland Band berdiri pada 1984, menjadi Juara 1 Festival Heavy Metal 1986 Majalah Vista, dan melahirkan hits abadi seperti “Teror” dan “Gigolo”. Keempatnya adalah simbol masa keemasan musik keras Indonesia yang melahirkan semangat, identitas, dan fondasi bagi rock nasional hingga kini.
Program Istimewa JogjaROCKarta 2025
● JogjaRIDEkarta “Ride to The Throne” – Kolaborasi bersama komunitas motor Yogyakarta untuk riding menuju venue selama dua hari festival berlangsung, menggabungkan kultur otomotif dan semangat rock.
● Band Submission – Dua band terpilih dari kompetisi nasional, ZEALOUS dan BIAS,
akan tampil di panggung utama.
○ ZEALOUS, asal Manado/Minahasa, terbentuk di Bali pada 2019 dan kini berdomisili di Jakarta. Membawa semangat api dengan warna hard rock, ballad rock, dan glam rock, mereka menghadirkan nuansa klasik 70–80an lewat karyaseperti “Tanpa Dirimu” dan album
“ZAZANIANZ” (2024).
○ BIAS, band heavy rock asal Yogyakarta sejak 2015, beranggotakan Agung Gabrez, Billi Billy, dan Rudi Anduk. Menggabungkan elemen melodik dan keras, mereka dikenal lewat album “MATI” (2024) serta kiprahnya di festival Envol et
Macadam (Kanada).
● Visual Competition – Kolaborasi kreatif bersama visual artist muda, dengan tiga
pemenang yang karyanya akan ditampilkan di area festival.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tiket, m program, dan lineup lengkap, kunjungi situs resmi
atau akun Instagram @jogjarockartafest.
(SPR)

