September 14, 2026
Image default
Event & CommunityWhat's New

Konser ‘Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary’ Siap Digelar di 2 Titik

South Jakarta – Tiga puluh tahun lalu, Andrea Bocelli merilis Romanza, sebuah album yang mengubah perjalanan kariernya yang tengah menanjak menjadi sebuah fenomena musik global. Tiga dekade kemudian, album yang menjadi tonggak penting tersebut kembali menjadi sorotan ketika Bocelli membawa perayaan anniversary-nya ke Indonesia melalui dua pertunjukan istimewa.

Dipromotori oleh Shoemaker Live dan Jakarta International Expo (JIExpo), dengan Bank SMBC Indonesia dan BNI mempersembahkan: Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary di Indonesia akan digelar di Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, dilanjutkan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Lebih dari satu dekade setelah konsernya di Jakarta pada 2011, Bocelli kembali ke Indonesia untuk dua malam istimewa yang membawa perayaan bersejarah ini ke Asia Tenggara.

The Album That Changed Everything

Sebelum Romanza, Bocelli telah lebih dahulu mencuri perhatian. Ia memenangkan kategori Newcomers di Sanremo Music Festival 1994 melalui Il Mare Calmo Della Sera, sebelum kembali tampil di festival tersebut pada tahun berikutnya dengan Con Te Partirò. Dirilis pada 1996 dan diperkenalkan secara internasional pada tahun berikutnya, Romanza mempertemukan sejumlah rekaman yang kemudian identik dengan Bocelli, termasuk “Con Te Partirò,” “Vivere,” “Per Amore,” “Il Mare Calmo Della Sera,” “Caruso,” “Vivo per Lei,” serta lagu ikonis “Time to Say Goodbye” bersama Sarah Brightman. Album ini terjual sekitar 20 juta kopi di seluruh dunia, meraih sertifikasi Platinum dan Diamond di lebih dari 20 negara, serta menduduki posisi puncak tangga lagu di 11 pasar.

“Lagu yang paling ikonis dan paling membekas bagi para pendengar adalah ‘Con Te Partirò’. Seperti lagu-lagu lain dalam album ini, lagu tersebut membawa perasaan dan kenangan yang telah menyentuh jutaan pendengar di seluruh dunia. Ini adalah lagu yang tentunya akan memberikan kesan mendalam bagi masyarakat di seluruh dunia. Lagu ini tentu akan dibawakan di Indonesia,” ujar Andrea Bocelli.

Namun, Romanza lebih dari sekadar kesuksesan komersial. Album ini turut mendefinisikan kembali classical crossover dengan memadukan disiplin dan kemegahan opera dengan lagu-lagu yang terasa begitu personal sekaligus mudah diterima oleh pendengar musik populer.

Bagi jutaan pendengar, lagu-lagu dalam Romanza menjadi bagian dari pernikahan, perayaan, kenangan bersama keluarga, momen kerinduan, hingga berbagai tonggak penting dalam kehidupan. Tiga dekade kemudian, hubungan emosional tersebut tetap menjadi inti dari warisan Romanza.

Di Indonesia, keinginan untuk menciptakan kenangan baru tersebut akan diwujudkan di atas panggung, menghadirkan kembali lagu-lagu yang telah menemani berbagai momen paling personal dalam kehidupan ke dalam sebuah pengalaman yang dibagikan antara Bocelli dan para penontonnya.

“Tiga puluh tahun setelah dirilis, Romanza terus memiliki daya tarik karena musiknya mampu melampaui bahasa, genre, dan generasi. Bagi kami, membawa Romanza 30th Anniversary Tour ke Indonesia merupakan kesempatan untuk merayakan warisan musik tersebut sekaligus menciptakan pengalaman live yang baru bagi para penonton masa kini. Di tengah ketidakpastian yang semakin meningkat, kami berharap energi positif dari musiknya dapat menginspirasi masyarakat untuk saling mencintai, membangun semangat persaudaraan yang lebih kuat, serta berbagi dalam sebuah momen yang menghadirkan koneksi dan kebersamaan. Pada akhirnya, ambisi kami adalah menciptakan sebuah pengalaman yang melampaui perayaan atas warisan musik yang ikonis, dan mempertemukan masyarakat melalui kekuatan universal musik,” ujar Prajna Murdaya, Founder Shoemaker Live.

From Sanremo to the World

Kisah Romanza juga merupakan kisah transformasi Bocelli dari seorang tenor Italia yang menjanjikan menjadi salah satu suara paling dikenal di dunia. Selama lebih dari tiga dekade, Bocelli membangun karir yang bergerak dengan luwes antara opera, repertoar klasik, dan musik populer. Ia membawakan karya-karya opera ternama bersama konduktor terkemuka, berkolaborasi dengan musisi dari berbagai genre, serta tampil di sejumlah panggung terbesar di dunia.

Kariernya telah jauh melampaui batas-batas tradisional musik klasik. Dengan penjualan lebih dari 90 juta album, Bocelli menjadi salah satu artis classical crossover paling sukses di generasinya. Namun, kualitas yang membuat para pendengar terus terhubung dengan Bocelli sesungguhnya sederhana: emosi.

Suaranya mampu memenuhi arena dengan kemegahan opera, namun tetap membuat sebuah melodi terasa seolah dinyanyikan hanya untuk satu orang. Kemampuan untuk menghadirkan emosi secara personal inilah yang memungkinkan Romanza melampaui batas bahasa dan geografis, sekaligus memperkuat hubungan Bocelli yang begitu panjang dengan para pendengar di seluruh dunia.

Foto : istimewa

 

Foto : istimewa

 

Foto : istimewa

 

A New Chapter for a Timeless Album

Membawa perayaan anniversary Romanza ke Indonesia menjadi babak baru dalam perjalanan luar biasa album tersebut.

Pertunjukan pada 31 Oktober di Borobudur, Magelang akan menempatkan musik Bocelli dalam sebuah latar budaya yang luar biasa, mempertemukan karya seni yang diakui secara internasional dengan warisan budaya Jawa Tengah. Pengalaman di Borobudur juga akan dilengkapi dengan cultural village yang menampilkan kekayaan warisan budaya, tradisi, dan karakter lokal Magelang serta Jawa Tengah.

Pertunjukan pada 3 November di JIExpo Kemayoran akan membawa perayaan tersebut ke Jakarta, menghadirkan pengalaman konser berskala besar bagi masyarakat di ibu kota.

Meski berlangsung dalam dua latar yang berbeda, kedua pertunjukan ini merayakan tonggak yang sama: 30 tahun musik yang telah melampaui batas negara, generasi, dan kategori musik. Bagi Bocelli, pencapaian ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan warisan Romanza yang terus bertahan sekaligus membagikannya secara istimewa kepada para penonton di Indonesia.

“Meskipun suara saya mungkin telah mengalami perubahan selama 30 tahun terakhir, saya terus menjaga kesehatan dengan baik agar dapat memberikan penampilan terbaik saya kepada masyarakat Indonesia. Saya sangat senang dapat kembali ke Indonesia setelah satu dekade dan terutama menantikan untuk kembali merasakan kehangatan serta keramahan masyarakat Indonesia. Rambut saya mungkin kini sudah sepenuhnya putih, tetapi saya ingin berpikir bahwa warna tersebut mencerminkan kebijaksanaan dan kematangan yang saya bawa dalam perayaan istimewa ini,” tambah Andrea Bocelli.

Tiket tersedia mulai dari IDR 1.250.000. Untuk pertunjukan di Borobudur, Magelang, harga tiket mencapai IDR 17.500.000, sementara tiket untuk JIExpo Jakarta mencapai IDR 15.500.000. Kategori premium tertentu juga mencakup akses ke exclusive pre-event VIP lounge. Tiket tersedia melalui Tiket.com. Seluruh tiket dan benefit presale berlaku berdasarkan ketersediaan, syarat dan ketentuan, serta kuota yang berlaku.
Thirty Years Later, the Music Lives On
Romanza 30th Anniversary World Tour lebih dari sekadar perayaan atas sebuah album yang dirilis tiga dekade lalu. Tur ini merupakan perayaan atas berbagai kenangan yang tumbuh bersama musik tersebut — sekaligus kenangan baru yang terus diciptakannya.

Bagi para pendengar lama, tur ini menawarkan kesempatan untuk kembali menikmati lagu-lagu yang telah menemani berbagai momen paling bermakna dalam kehidupan. Bagi generasi baru, ini menjadi kesempatan untuk mengenal suara di balik sejumlah karya classical crossover yang paling bertahan sepanjang masa.
Tiga puluh tahun setelah Romanza memperkenalkan Andrea Bocelli kepada jutaan pendengar di seluruh dunia, kisahnya terus berlanjut — kali ini di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi andreabocelli.id, dan Instagram @shoemakerstudios.

Tentang Andrea Bocelli
Diakui di seluruh dunia sebagai ikon tradisi vokal tertinggi Italia, Bocelli telah menjual lebih dari 90 juta album hingga saat ini. Ia mengasah kemampuan bernyanyinya di bawah bimbingan sang mentor, Franco Corelli, dan awalnya meraih ketenaran luas setelah memenangkan Festival Musik Sanremo pada tahun 1994 untuk kategori Pendatang Baru (Newcomers). Pada saat yang sama, ia memulai karier klasik yang memukau, membawakan mahakarya dari repertoar opera di atas panggung—dipimpin oleh konduktor kenamaan seperti Lorin Maazel, Seiji Ozawa, dan Zubin Mehta. Rekaman-rekaman terkini dari tenor asal Tuscany ini meliputi Manon Lescaut yang dipimpin oleh Plácido Domingo, Turandot, serta Aida yang dirilis pada tahun 2016 di bawah arahan Zubin Mehta. Pada tahun 2017, Bocelli merekam La forza del destino, dan pada tahun 2018 ia merekam—sekaligus mementaskan di teater—Lucia di Lammermoor.

Tentang Shoemaker
Shoemaker Studios didirikan oleh Prajna Murdaya, Harmoko Aguswan, Nikita Dompas, dan Melon Lemon sebagai studio rekaman bagi para musisi kelas dunia. Sejak saat itu, Shoemaker Studios telah berkembang menjadi sebuah platform kreatif yang mencakup produksi acara langsung (live events) serta konten sesi pertunjukan langsung (live session), menghadirkan sajian musik dan program budaya berkaliber tinggi bagi penonton di Indonesia.

Pada tahun 2019, Shoemaker memproduksi Yo-Yo Ma: The Bach Project Jakarta, yang merupakan konser perdana sang pemain selo kenamaan tersebut di Jakarta, sekaligus menetapkan standar baru bagi pertunjukan internasional di Indonesia. Seri sesi langsungnya, Hearafter, mengabadikan penampilan para musisi secara alami dalam rekaman sekali pengambilan (one-take) tanpa proses edit: tanpa pemotongan adegan, tanpa pengulangan, murni menyajikan sebuah lagu sebagaimana ia dimainkan secara langsung.

Kini, Shoemaker tengah memperluas jangkauannya melampaui produksi rekaman dan konten, merambah ke industri musik pertunjukan langsung (live music), pengalaman gaya hidup kreatif (creative lifestyle experiences), serta pengembangan kekayaan intelektual orisinal (original IP)—sebuah langkah transformasi yang dipertegas oleh perannya dalam konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary Tour. Misinya adalah menciptakan ruang temu di mana para seniman, penonton, dan komunitas dapat saling bertukar inspirasi serta merasakan daya transformatif dari sebuah kreativitas.

SPR)

Related posts

Dirty Heads Rilis “One of Those Days” Pembuka Album ‘7 Seas’

Qenny Alyano

Elfa’s Singers Gelar Konser A Timeless Journey, Andien Tampil Sebagai Guest Star

AQK

Synchronize Fest 2026 Umumkan Kolaborasi Reality Club X Phum Viphurit

Qenny Alyano

Leave a Comment