April 16, 2026
Image default
Event & Community

Main-Main di Cipete Hadirkan Minivan, Rue, Syauu, Big A dan Noviandrea

South Jakarta – Gelaran ke-35 dari program musik mingguan Main-Main di Cipete menjadi bukti konsistensi ruang alternatif ini dalam merayakan keberagaman suara dan ekspresi. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, acara ini menghadirkan penampil lintas genre, yakni Noviandrea, Big A, Syauu, Rue, dan Minivan.

Noviandrea, singer-songwriter asal Jakarta hadir sebagai penampil pertama. Penyanyo solo ini dikenal lewat lagu-lagu seperti “To Be Loved by You” dan “For All Of My Life”, yang ia bawakan dengan nuansa pop akustik yang lembut dan penuh emosi.

Keriaan berlanjut sewaktu musisi R&B dari Tangerang Selatan, Big A hadir membawakan karya seperti Kau/You, sebuah lagu bilingual yang menyampaikan pesan cinta dengan aransemen modern dan soulful. Tidak tampil sendiri, ia membawak lima rekannya untuk hadir membawakan masing-masing karyanya.

Syauu tampil dengan materi dari EP terbarunya “I Survive This”, yang berisi lagu-lagu introspektif seperti “Do I Matter?” dan “Send Me Away”, menunjukkan sisi eksperimental dan emosional dari musik independen.

Unit duo, Rue hadir menjadi penampil berikutnya dengan membawakan karya-karya mereka semisal “Sekedar Kira-kira”, “Why” dan “On My Mind”.

Minivan ( foto : I Wayan Bagiartana )

 

Rue ( foto : I Wayan Bagiartana )

 

Syauu ( foto : I Wayan Bagiartana )

 

Big A ( foto : I Wayan Bagiartana )

 

Noviandrea ( foto : I Wayan Bagiartana )

 

Program musik Main-Main di Cipete vol 35 ditutup penampilan Minivan yang turut meramaikan panggung dengan karakter musik yang masih jarang terekspos di media arus utama, namun menjadi bagian penting dari ekosistem kreatif lokal.

Minivan membawakan lagu-lagu semisal “No Love”, “To the Point”, “A Matter of Time”, hingga “Getaran Tak Biasa”

Sejak dimulai pada akhir 2024, Main-Main di Cipete telah menjadi ruang ekspresi bagi lebih dari 100 musisi dari berbagai kota di Indonesia dan Asia Tenggara. Casatopia Cafe yang kembali menjadi rumah bagi acara ini, mempertahankan konsep intimate yang memungkinkan interaksi langsung antara musisi dan audiens.

Dengan semangat inklusivitas dan keberagaman genre, acara ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan.

Eno Suratno Wongsodimedjo sebagai penggagas acara, menyebut bahwa acara ini memilih kejujuran dalam musik, bukan genre tertentu, dan terus membuka pintu bagi musisi yang ingin tampil dan terhubung dengan komunitas.

Volume ke-35 ini menegaskan bahwa musik independen di Jakarta Selatan bukan sekadar alternatif, melainkan arus utama bagi mereka yang mencari keaslian, kedekatan, dan ruang untuk didengar.

(SPR)

Related posts

Synchronize Fest Edisi Ke-10, Perayaan 25 Tahun demajors & ruangrupa #BE25AMA

AQK

International Golo Mori Jazz 2024 : Menikmati Musik Jazz dan Keindahan Alam Timur Indonesia

AQK

Ugly Kid Joe Sukses Menutup JogjaROCKarta 2025 Hari Pertama

Qenny Alyano

Leave a Comment