South Jakarta – Program musik independen, Main-Main di Cipete kembali menyapa penikmat musik Jakarta Selatan dalam edisi ke-27 yang digelar di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan.
Acara yang rutin berlangsung setiap Senin malam ini kembali dipandu oleh duo host Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, menghadirkan suasana hangat dan penuh eksplorasi musikal.
Edisi kali ini menampilkan lima musisi lintas genre yang masing-masing membawa karakter unik dalam karya mereka.
Atiya Purnomo, penyanyi muda yang dikenal lewat lagu-lagu bertema pemberdayaan dan semangat positif, membuka malam dengan membawakan sejumlah karya musik termasuk single “Manusia Istimewa” dan nomor daur ulang milik J-Rocks berjudul “Ceria”, dua lagu yang menyuarakan harapan dan kekuatan diri.
Atiya sebelumnya pernah mewakili Indonesia di ajang Sanremo Junior di Italia. Lagu “Manusia Istimewa” miliknya, terinspirasi dari perjumpaan Atiya dengan para penyintas kanker saat mengisi acara “World Cancer Children Day 2024”.
Prabawa menjaga tempo acara dengan memperkenalkan single “Ku Cemburu” dan “Aku yang Memilihmu” miliknya. Dia tampil dengan nuansa pop ballad yang menyentuh.
Lagu-lagunya mengangkat tema luka emosional dan kesetiaan dalam cinta, dengan aransemen yang intim dan lirik yang jujur.
Penampilannya malam itu menjadi ruang refleksi bagi penonton yang tengah bergulat dengan dinamika hubungan.





Bob Athea, musisi pendatang baru yang mulai dikenal lewat kanal digital, menyuguhkan komposisi eksperimental dengan sentuhan ambient dan spoken word.
Unit ini membawakan genre musik indie-rock dan nuansa emo. Penampilannya memberi warna berbeda dalam rangkaian acara malam itu.
Benny Ciko naik pentas dengan membawa nuansa urban pop dengan lirik yang lugas dan relatable. Ia membawakan single “Aduh Macet”, lagu termutakhirnya yang ia nyanyikan bersama sang istri.
Zenith Project menutup malam dengan semangat elektronik dan semarak nasionalisme lewat lagu “Semangat Merah Putih” dan “Aku Sendiri (Lagi)” yang sudah dirilis ke pasaran, serta dua lagu baru yang judulnya masih dirahasiakan.
Grup ini dikenal lewat eksplorasi genre electronica dan eurodance, serta aktif di berbagai platform musik digital.
Main-Main di Cipete Vol. 27 kembali membuktikan bahwa musik independen Indonesia terus tumbuh dan menemukan ruangnya. Dengan atmosfer yang akrab dan tanpa tiket masuk, acara ini menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi lokal dan pertemuan antara karya dan pendengarnya.
Casatopia Cafe malam itu bukan sekadar tempat pertunjukan, melainkan ruang berbagi cerita, suara, dan semangat yang tak lekang waktu.
(SPR)

