South Jakarta – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Minahasa akan kembali bergema dalam ‘Malam Pesona Kawanua 2026’, sebuah perhelatan budaya dan hiburan yang mempertemukan lintas generasi masyarakat Kawanua dalam satu panggung penuh kehangatan.
Acara ini akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal :: Minggu, 2 Agustus 2026
Tempat : deCONCERT ROOM – DEHENG HOUSE, Jakarta.
Mengusung tema pelestarian budaya, persaudaraan, dan apresiasi terhadap seni Sulawesi Utara, ‘Malam Pesona Kawanua 2026:menghadirkan perpaduan musik, tari, kolintang, serta penampilan para seniman dan tokoh kebanggaan Kawanua yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia hiburan Indonesia.
Acara ini akan dipandu oleh legenda musik Indonesia Ermy Kullit sebagai host, serta menghadirkan penampilan spesial dari Tielman Sisters, Eka Deli, dan Dirly. Nuansa budaya Minahasa akan semakin terasa melalui dukungan penampilan Maengket Matuari, yang menampilkan kekayaan seni tari tradisional dengan kemasan yang elegan dan membanggakan.
Dari sisi musikalitas, seluruh aransemen acara digarap secara khusus oleh Nyong Anggoman bersama Kolintang Pinotoan Bersaudara, menghadirkan harmoni khas kolintang yang dipadukan dengan sentuhan musik modern tanpa meninggalkan akar budaya Minahasa. Sementara itu, segmen Makaaruyen akan dipersembahkan oleh Donny Sumayouw dan Jane Maringka, menghadirkan tradisi lisan yang sarat makna, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur masyarakat Kawanua.
Perhelatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Minahasa, dengan:
Inisiator : Ermy Kullit & Lexi M. Budiman
Promotor : Amaliah Ananda Abadi
Direktur Utama DEHENG HOUSE
Project Director : Wita Wibisono
Event Management :: Wonderful Wish
Penasehat Bidang Kawanua : Greety Tielman
Turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini antara lain:
•
Perwakilan Maengket
: Elke Ngantung
•
Perwakilan Makaaruyen
: Jane Maringka
Penyelenggaraan ‘Malam Pesona Kawanua 2026’ juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya, pengembangan industri kreatif, serta penguatan ekosistem pariwisata dan hiburan di Indonesia, yaitu:
•
PT Pertamina (Persero) – sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan kegiatan sosial kemasyarakatan
yang berkelanjutan
•
BOOKCABIN – sebagai mitra yang mendukung kemudahan akses perjalanan dan mobilitas bagi para seniman, dan komunitas yang terlibat
•
DEHENG HOUSE – sebagai tuan rumah sekaligus promotor utama yang menyediakan ruang pertunjukan berstandar internasional
untuk perayaan budaya Nusantara
•
DMC (Digital Media Creative) – sebagai mitra media dan kreatif yang mendukung publikasi, dokumentasi, serta penyebaran pesan budaya kepada masyarakat luas.


Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, industri kreatif, dan komunitas budaya. Menurut Amaliah Ananda Abadi, Direktur Utama DEHENG HOUSE
sekaligus Promotor acara, penyelenggaraan ‘Malam Pesona Kawanua , 2026 merupakan bentuk komitmen DEHENG HOUSE dalam
menghadirkan ruang pertunjukan yang tidak hanya menyajikan hiburan berkualitas, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya Nusantara.
“DEHENG HOUSE dibangun dengan semangat bahwa sebuah ruang pertunjukan harus mampu menjadi rumah bagi kreativitas, seni, budaya,
dan kebersamaan. Karena itu, kami merasa terhormat dipercaya menjadi promotor ‘Malam Pesona Kawanua 2026’. Ini bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan sebuah gerakan untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup, relevan, dan dicintai oleh generasi masa kini maupun masa depan. Kami percaya bahwa budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang, membangun rasa bangga terhadap identitas
bangsa, sekaligus menciptakan dampak positif bagi perkembangan industri kreatif dan pariwisata. DEHENG HOUSE akan terus berkomitmen menghadirkan panggung-panggung berkualitas yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara ke tingkat yang lebih luas, bahkan hingga ke panggung internasional.
Sementara itu, Ermy Kullit sebagai inisiator menyampaikan bahwa : “Malam Pesona Kawanua 2026: lahir dari kerinduan kami untuk
menghadirkan sebuah ruang di mana masyarakat Kawanua dapat kembali berkumpul, saling menguatkan, dan merayakan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga jati diri yang harus terus hidup di tengah perkembangan zaman. Saya berharap malam ini menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita tetap membawa semangat Kawanua: saling menghormati, saling mendukung, dan terus berkarya untuk Indonesia.”
Menurut Lexi M. Budiman yang juga sebagai inisiator adalah : “Kami ingin menghadirkan sebuah peristiwa budaya yang tidak hanya
menghibur, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. ‘Malam Pesona Kawanua :2026′ adalah bentuk penghormatan kepada para tokoh, seniman, komunitas, dan seluruh masyarakat Kawanua yang selama ini terus menjaga nilai-nilai budaya Minahasa. Besar harapan kami agar acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai akar budayanya, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara budaya daerah dan industri kreatif nasional.”
Sebagai bagian dari komitmen pelestarian dan perluasan dampak budaya,’Malam Pesona KawMua 2026’ juga akan diagendakan untuk
melakukan Tour Indonesia Timur. Program ini dirancang untuk membawa semangat, nilai, dan pertunjukan budaya Kawanua ke berbagai daerah di Sulawesi dan Maluku, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan langsung kekayaan seni dan tradisi Minahasa.
Langkah ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur, sekaligus membuka ruang
kolaborasi baru bagi seniman lokal di setiap daerah yang akan disinggahi. Dengan hadirnya para seniman senior, generasi penerus, komunitas budaya, serta tokoh-tokoh Kawanua dari berbagai bidang, ‘Malam Pesona Kawanua 2026’ diharapkan menjadi salah satu agenda budaya yang memperkuat nilai persatuan, mempererat tali persaudaraan, serta memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Minahasa kepada masyarakat Indonesia.
“Sebagai Project Director, kami memastikan setiap detail acara dipersiapkan dengan penuh dedikasi agar seluruh tamu merasakan pengalaman yang hangat, berkelas, dan berkesan. ‘Malam Pesona Kawanua 2026’ dirancang bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan seni, tetapi sebagai sebuah perjalanan emosional yang menghubungkan musik, budaya, tradisi, dan rasa persaudaraan dalam satu panggung yang utuh. Kolaborasi para legenda, musisi, komunitas budaya, dan seluruh tim penyelenggara menjadi bukti bahwa ketika kita bersatu dalam semangat yang sama, kita mampu menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan nilai dan kenangan yang akan terus dikenang. Kami berharap setiap orang yang hadir akan pulang dengan rasa bangga menjadi bagian dari malam yang istimewa ini.”
Menurut Wita Wibisono menutup sesi press release hari ini. DEHENG HOUSE mengundang seluruh masyarakat, pecinta budaya, komunitas Kawanua, media, dan para pemerhati seni untuk menjadi bagian dari malam yang penuh kehangatan, kebanggaan, dan pesona budaya Sulawesi Utara.
(SPR)

