May 25, 2026
Image default
What's New

MALIQ & D’Essentials Luncurkan MV “Kita Bikin Romantis”, Ada Cerita di Baliknya

South Jakarta – MALIQ & D’Essential merilis official music video lagu ‘Kita Bikin Romantis’ dari MALIQ & D’Essentials yang saat ini masih viral di sosial media. Video ini dibuat dari 7 kisah nyata berbagai latar belakang orang yang ikut menuangkan ceritanya ke grup musik MALIQ.

Menurut grup musik yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini, romantis bisa dimaknai dari banyak hal seperti cinta kepada hewan peliharaan, cinta pasangan yang sudah berpuluh-puluh tahun, hingga cinta kepada pasangan yang sudah tiada.

7 cerita romantis yang diangkat oleh MALIQ Bersama dengan Anton Ismael selaku sutradara adalah, Pasangan Beda Dunia, Kehangatan Bengkel Keluarga, Pasangan Tuli, Bapak Sekaligus Ibu, Cinta Tumbuh di Panti Asuhan, Anabul Penghangat Hati, dan Menua Bersama.

“Dari jutaan cerita “Kita Bikin Romantis” yang masuk, kami coba rangkum ke dalam 7 kisah dari latar belakang berbeda berdasarkan kisah nyata, disutradarai oleh Anton Ismael, berkolaborasi dengan Kelas Pagi Indonesia,”ujar mereka dalam kanal YouTube MALIQ & D’Essentials.

Untuk diketahui, potongan audio 30 detik lagu ‘Kita Bikin Romantis’ yang dirilis di tiktok per tanggal 28 Februari hingga hari ini sudah dipakai lebih dari 2,3 juta video. Pro dan Kontra atas lagu itu pun bergulir. Ada yang menyukai lagu-lagu mereka yang muncul terus di fyp, tetapi ada juga yang mengkritisi bahkan meminta MALIQ kembali menciptakan lagu dengan vibes lagu-lagu lama mereka.

 

Berikut cerita dari video “Kita Bikin Romantis”

1.⁠ ⁠PASANGAN BEDA DUA DUNIA

Genap setahun setelah kehilangan istri yang juga sedang mengandung buah hati pertamanya, setiap hari Senin & Jumat Abi menikmati rindunya – mengenang kebersamaan mereka dengan melakukan rutinitas saat dulu pacaran. Menembus kemacetan di Jakarta menggunakan kereta, bawa bunga sebagai kejutan pelipur lara, ditutup dengan berjalan pulang sambil bertukar cerita. Di matanya, anak dan istrinya masih terasa ada, walaupun beda dunia.

2.⁠ ⁠KEHANGATAN BENGKEL KELUARGA

Lahir dari keluarga biasa di Jogja, tumbuh bermain di bengkel yang menyatu dengan pekarangan rumah, dari bapak dan ibu yang selalu menunjukan cinta di depan matanya membuat Widya tidak haus akan validasi dari dunia luar. Bersenang-senang bersama bapak yang sedang mengoprek mesin roda dua sambil ditemani ibu yang membantu menyuapinya makan siang menjadi pemandangan yang biasa ia lihat sampai dewasa. Buat Widya, ini adalah bukti bahwa keluarga yang hangat juga bisa lahir dari bengkel yang panas.

3.⁠ ⁠PASANGAN TULI

Keterbatasan Nanda dan Vincent dalam mendengar, justru memberi warna kehidupan percintaan yang berbeda. Pasangan tuli ini berhasil menembus setiap kekurangan dan menjadikannya kekuatan terbesar yang mereka punya dalam menumbuhkan dan menjaga rasa. Meski mulut tak berucap, dan telinga tak mendengar. Yang berangkat dari hati, akan selalu sampai tepat di hati.

4.⁠ ⁠BAPAK SEKALIGUS IBU

Hidupnya berubah 180* tepat saat dia menggendong & memberikan pelukan selamat datang kepada putri keduanya yang baru saja lahir, di saat itu juga ia dipaksa ikhlas mengucap selamat tinggal ke istrinya yang sudah berjuang selama lebih dari 9 bulan. Seiring berjalannya waktu, Indra belajar bagaimana berperan sebagai bapak sekaligus ibu dalam waktu yang sama. Nilai-nilai baik almarhum istri yang tumbuh di kedua anak perempuannya membuat hari-harinya menjadi lebih berwarna.

5.⁠ ⁠CINTA TUMBUH DI PANTI ASUHAN

Buat Maria, Andreas adalah segalanya. Teman pertama di panti asuhan yang ga segan untuk mengajak bicara, yang menemani belajar sepeda sampai bisa, dan dia juga yang selalu ada untuk menenangkan hatinya saat sedang bergejolak. Sampai hari ini pun setelah keluar dari panti & bisa berdiri sendiri, mereka masih menjalani kehidupan bahagianya sebagai kakak & adik. Ternyata hal-hal manis yang mereka kira tak akan pernah mereka dapatkan kini mereka temukan pada satu sama lain. Keluarga tak harus selalu sedarah. Bisa jadi berbentuk pertemanan yang secara sadar kita pilih dan selalu hadir di kehidupan kita.

6.⁠ ANABUL PENGHANGAT HATI

Hidup sebatang kara, jauh dari keluarga dan melewati quarter life-crisis sendirian, membuat Deni terbiasa suka dengan kekosongan hingga akhirnya Taro hadir dalam hidupnya. Seekor kucing yang kini menjadi bagian dari jiwanya, meniup lilin di hari ulang tahunnya, memboncengnya di atas Vespa, menghabiskan waktu berdua di sofa ternyata menjadi keseharian yang selalu dia nantikan. Dari Taro dia belajar bagaimana bisa mencintai sesuatu dengan tulus, sederhana tanpa ekspektasi, sekedar hanya ingin kehadirannya di sini.

7.⁠ ⁠MENUA BERSAMA

Berjalan tanpa alas kaki, dengan agenda belanja ke pasar yang selalu diulang setiap harinya ternyata tidak memudarkan rasa cinta antara Amalia dan Suwiryo. Cinta yang masih sama gelinya, bagi mereka semua selalu sama. Berdansa seperti saat masih muda, dengan alunan lagu romantis yang mengiringi. Tak terasa 50 tahun menjalani pernikahan berdua, menumbuhkan anak-anaknya, hingga kini kembali menua bersama.

 

Grup band yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini juga mengunggah 4 video sekaligus di kanal YouTube MALIQ & D’Essentials untuk menjawabnya. Di 4 video tersebut yakni ‘Impact’, ‘Contra’, ‘Viral’, ‘Cringe’ mereka merespon tentang fenomena “Kita Bikin Romantis” yang belakangan ramai dibilang cringe, viral dimana-mana, menuai berbagai kontra sampai pengaruh lagunya ke personil Maliq & D’Essentials.

Sebagai informasi tambahan, ‘Kita Bikin Romantis’ merupakan single kedua yang dikeluarkan MALIQ D’Essentials sejak kembali bekerjasama dengan Warner Music Indonesia. Saat ini lagunya sudah didengar lebih dari 9,4 juta kali di Spotify. Sementara lagu ‘Aduh’ yang dirilis di bulan November 2023 sudah di-stream lebih dari 30,3 juta kali di Spotify. Sementara official music video ‘Aduh’ sudah ditonton lebih dari 4,2 juta kali di YouTube.

(SPR)

Related posts

Myles Smith Gandeng Niall Horan Kolaborasi Lepas Single “Drive Safe”

Qenny Alyano

Nadin Amizah Hadirkan Warna Baru di Video Musik “Ah”

Qenny Alyano

XG Umumkan Single Baru “MILLION PLACES” di Pertunjukan Final ‘The first HOWL’

AQK

Leave a Comment