August 25, 2026
Image default
Editor's PicksWhat's New

Mawar de Jongh Tampilkan Nuansa Berbeda di Single “KAN”

South Jakarta –  Sejak memulai perjalanan musiknya pada 2019, Mawar de Jongh konsisten menghadirkan cerita melalui deretan single yang telah meraih puluhan juta streaming dan penayangan di berbagai platform digital. Setelah merilis “Tinggal” sebagai original soundtrack film Tinggal Meninggal yang dibintanginya pada Juni 2025, Mawar kini memasuki babak baru lewat “KAN”, single terbaru dengan warna musik yang berbeda.

Judul “KAN” sendiri memiliki permainan makna yang sederhana namun kuat. Hanya terdiri dari tiga huruf, “KAN” dapat terdengar seperti bagian dari ungkapan “sudah kubilang” atau “I told you so”. Bentuknya yang singkat justru membuatnya mudah dikenali sebagai semacam jargon yang mewakili keseluruhan cerita lagu.

Saat pertama kali mendengar lagu tersebut, Mawar langsung merasa terhubung dengan ceritanya. Ia teringat pada beberapa kisah orang di sekitarnya yang cukup relate dengan cerita dalam lagu. Dari sudut pandang Mawar, “KAN” merupakan suara hati seorang teman yang sering menjadi tempat curhat, tetapi sarannya tidak pernah benar-benar didengarkan. Ceritanya berangkat dari seseorang yang sedang patah hati, sementara sahabatnya sejak awal sudah mengingatkan bahwa ada banyak tanda yang menunjukkan pasangannya tidak baik.

Lagu ini diciptakan oleh Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga. Konsep ceritanya berawal dari gagasan Iqbal yang membayangkan “KAN” sebagai lagu duet antara dua perempuan, dengan percakapan dua sahabat mengenai sebuah hubungan. Namun, ketika konsepnya berkembang menjadi lagu solo, cerita “KAN” kemudian terasa lebih personal, seperti suara hati seseorang yang sebenarnya sudah memiliki intuisi sejak awal, tetapi memilih mengabaikannya hingga akhirnya mengalami sendiri akibatnya.

 

Mawar de Jongh (foto : istimewa)

 

“Intinya sinyal-sinyal di depan yang udah dikasih tahu sama temannya, tapi temannya masih melakukan karena jatuh cinta. Karena akhirnya jadi lagu solo, lebih pasnya diartikan kita ngomong ke diri kita sendiri, sama intuisi yang kita punya di awal terhadap suatu hubungan yang akhirnya kita kena batunya sendiri,” jelas Iqbal Siregar.

Dari sisi vokal, proses produksi “KAN” juga diarahkan untuk menonjolkan kemampuan Mawar dalam menyampaikan cerita. Walau secara konsep aransemen dan mood akan sangat berbeda dari sebelumnya, menurut Iqbal, kekuatan utama Mawar terletak pada cara ia membuat pesan dalam sebuah lagu terasa natural tanpa perlu menggunakan teknik vokal yang berlebihan. “Walaupun konsep aransemen di lagu ini agak berbeda dari single-single Mawar sebelumnya. Tapi Mawar tuh paling bagus suaranya dalam hal menceritakan sesuatu. Jadi nggak perlu teknik yang aneh-aneh, dan pas denger mawar nyanyi pesan yang ingin disampaikan dapat dan feels real,” kata Iqbal.

Bagi Mawar, eksplorasi tersebut membuat “KAN” terasa sebagai sesuatu yang fresh dalam perjalanan musiknya. “Single ini cukup berbeda secara konsep, aransemen, dan mood. Jadi ‘KAN’ menjadi sesuatu yang fresh juga dari aku di tahun ini. Senang sekali bisa membawakan sesuatu yang berbeda di tahun ini,” ujar Mawar.

Cerita “KAN” kemudian diteruskan melalui video musik dengan konsep visual yang baru dan ceria. Eksplorasi tersebut hadir melalui look, warna, akting, serta pengambilan gambar. Untuk video musik kali ini, Mawar berkolaborasi dengan Bernadus Raka. “Seru banget karena sebuah konsep yang baru dan ceria secara look-nya, warnanya, acting-nya dan pengambilan gambarnya,” ujar Mawar mengenai pengalaman membuat video musik “KAN”.

Single terbaru Mawar De Jongh resmi dirilis telah dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 21 Agustus 2026. Musik Bersamaan dengan rilis single, Music Video pun bisa ditonton melalui kanal YT Trinity Optima Production. Lagu ini memperkenalkan cerita tentang intuisi, persahabatan, cinta, dan momen ketika seseorang akhirnya harus menghadapi sendiri hal yang sebelumnya sudah diperingatkan kepadanya.

(SPR)

Related posts

The Panturas Gandeng Doel Sumbang di Single “Jimat” Menuju Mini Album ‘Galura Tropikalia’

AQK

XG Umumkan Tampil di Coachella 2025 Jadi Penampil Jepang Satu-Satunya

AQK

Chris LaRocca Ungkap Perjalanan Melepaskan Hubungan Toxic di Single “last pair of boots in town”

AQK

Leave a Comment