South Jakarta – Salah besar jika anda mengira acara yang satu ini ada hubungannya dengan peternakan. Sebuah acara musik bertajuk ‘Festival De Mayo’ sukses digelar pada hari Minggu, 2 Juni 2024 di Big Brother Kemang, Jakarta Selatan. Meski terdengar unik, namun acara yang rutin digelar sejak tahun 2015 ini justru menghadirkan band-band yang membawakan lagu-lagu bernuansa britpop, indie pop dan indie rock yang ngehits di tahun 80-an dan 90-an, Untuk tahun ini, acara yang digagas oleh Antisocial tersebut menghadirkan sejumlah penampil yaitu The Upstairs (Joy Division dan karya sendri ), Aqua (Oasis), Lipgloss (Suede), Dear 9 Three (Muse dan Radiohead), Ballads Of The Cliche (Britpop Hits) dan His’N’Hers (Pulp). Selain itu juga hadir Karokean Lead by Adit Insomnia (Britpop Selection) dan Dhika Aranta (New Wave Session). Bertindak sebagai Ditha Takis dan Andre Ferdinand.
Sekitar pukul 7 malam, His’N’Hers tampil sebagai pembuka setelah sebelumnya penonton yang telah datang sejak sore hari dihibur oleh Dhika Ananta dengan lagu-lagu bernuansa New Wave dan Britpop. His’N’Hers malam itu membawakan sejulah nomor dari Pulp seperti “Babies”, “Monday Morning”, “Something Changed” dan ditutup dengan :Disco 2000″ yang membuat penonton mulai panas. Usai penampilan His’N’Hers, giliran Ballads Of The Cliche yang memanaskan panggung ‘Festival De Mayo 2024. Tidak sepertinya biasanya yang membawakan lagu-lagu indie pop ala Belle and Sebastian, malam itu, Ballad Of The Cliche justru membawakan sejumlah hits band-band britpop 90-an seperti “Alright” – Supergrass, “”Elephant Stone” – The Stone Roses, “Every You, Every Me” – Placebo, “You’re the One For Me, Fatty” – Morrissey, “Unbelievable” – EMF, “Pure” – Lightning Seeds dan ditutup dengan lagu milik Rumahsakit, “Hilang”.


Setelah penampilan Ballads Of The Cliche, giliran Dear 9 Three yang tampil di panggung ‘Festival De Mayo 2024′. Band yang dimotori artis Maxime Bouttier, Archie Arrahman dan Eki Rifki tersebut, langsung menggebrak memanaskan suasana dengan lagu milik Muse, “Hysteria”. Kemudian Maxime berganti gitar dari electric ke gitar akustik yang membawa penpnton untuk menikmati lagu-lagu dari Radiohead. Tiga lagu Radiohead dibawakan Dear 9 Three malam itu mulai dari “Karma Police”, “No Suprises” dan “Nude”. Dear 9 Three menutup penampilan di Festival De Mayo dengan membawakan lagu “Stockholm Syndrome” dari Muse. Suasana semakin panas dengan penampilan dari Lipgloss yang membawakan nomor-nomor dari band Inggris, Suede yang rencananya akan kembali tampil di Indonesia untuk ke-3 kalinya pada Agustus mendatang di gelaran ’90’s Festival’. Lipgloss malam itu membawakan “New Generation”, “The Sounds of the Street”, “The Chemistry Between Us”, “Saturday Night”, “Beautiful Ones” dan ditutup dengan “Trash”.


Usai penampilan Lipgloss, band proyekan Aqua menjadi penampil berikutnya di gelaran Festival De Mayo tahun ini. Membawkan lagu-lagu Oasis, band yang dimotori oleh solois Bilal Indrajaya membuka penampilan dengan intro “Fuckin’ in the Bushes, Aqua kemudian menggebrak dengan lagu “Rock N’Roll Star” membuat penonton kembali panas. Setelahnya nomor-nomor seperti “She’s Electric”, “Acquisce”. “(What’s The Story) Morning Glory” dan “Live Forever” dibawakan oleh Aqua. Sebuah persembahan untuk almarhum Ade Paloh yang merupakan personil band SORE menjadi penutup dari penampilan Aqua malam itu.
The Upstaris menjadi penutup sesi band di Festival De Mayo 2024. The Upstairs malam itu lebih banyak membawakan karya mereka seperti “Antah Berantah”, “Modern Bob” dan “Digital Video Festival”. Setelah lagu “Terakam Tak Pernah Mati”, barulah The Upstairs membawakan dua lagu milik Joy Division, “Transmission” dan “Love Will Tear Us Apart”. Setelahnya, “Satelit”, “Dansa Akhir Pekan” dan “Disko Darurat” menjadi sajian The Upstairs malam itu. The Upstairs mengakhiri penampilan di Festival De Mayo dengan membawakan “Matraman” yang membuat koor panjang di antara penonton.
Sampai jumpa di Festival De Mayo tahun berikutnya.



