South Jakarta – “Habis Umur Berlalu”, sebuah suara realita yang dihadirkan oleh Nadila Wantari untuk mendeskripsikan kepedihan para “working class” di Ibukota yang berjuang setiap hari menempuh jarak dan menikmati lelah yang tak lagi bisa dirasa berat hingga enggan mengeluh pada situasi, melainkan harus terus berjalan, berlari dan hadapi.
Lagu yang ditulis sendiri oleh Nadila Wantari ini pun menjadi soundtrack bagi dirinya sebagai perantau di Ibukota yang harus terus survive dan bertarung dengan waktu serta kerasnya persaingan dunia kerja professional. Penggalan lirik “Habis umur berlalu di Sudirman” pun akan semakin menjadi mantra sakral dikala banyak Rasa yang terwakilkan di tengah riuh ramai nya Jalanan hingga stasiun kereta di Jakarta.
Di moment ini Nadila Wantari ingin memberi experience baru bagi para penikmat musik di Indonesia untuk bisa ikut terlarut, terhanyut dan berdansa bersama lagu di “Habis Umur Berlalu”.
(SPR)


