September 7, 2026
Image default
Editor's PicksWhat's New

Noel & Liam Gallagher Hadir di Venice Film Festival 2026

South Jakarta – Dua bersaudara Gallagher dari band Oasis membawa energi ‘rockstar: ke suasana Venice Film Festival Ke-83 yang berlangsung pada hari Sabtu (5 September), tempat film dokumenter mengenai tur reuni mereka ditayangkan perdana secara global. Dan layaknya bintang rock sejati, setelah sempat melambaikan tangan kepada para fotografer di dermaga Lido, mereka melewatkan sesi konferensi pers.

Film Oasis: Don’t Look Back in Anger’ merupakan perpaduan antara film konser dan penelusuran mengenai hubungan penuh konflik antara Noel Gallagher dan Liam Gallagher; perseteruan berkepanjangan di antara keduanya berujung pada bubarnya Oasis pada tahun 2009 dengan cara yang sangat dramatis, menyusul pertengkaran di belakang panggung sesaat sebelum mereka dijadwalkan tampil di Paris.

Noel pernah melontarkan pernyataan terkenal bahwa saudaranya adalah “orang paling pemarah yang pernah Anda temui. Dia ibarat orang yang memegang garpu di dunia yang penuh sup.” Sementara Liam mengatakan kepada The Guardian pada tahun 2018 bahwa saudaranya “telah mengkhianati saya, kawan; dia mengorbankan saya begitu saja, dan saya tidak akan melupakannya. Dia membubarkan band itu—padahal band itu sangat berarti bagi saya—semata-mata demi memajukan kariernya sendiri.”

Oasis dibentuk di lingkungan kelas pekerja Manchester, Inggris, pada tahun 1991 dan menjadi salah satu grup musik Inggris paling populer di era 1990-an, dengan album debut mereka, *Definitely Maybe*, yang berhasil menempati peringkat pertama pada tahun 1994. Album lanjutan mereka yang dirilis pada tahun 1995, *(What’s the Story) Morning Glory?*, menjadi salah satu album terlaris sepanjang masa di Inggris.

Film ini menyoroti fenomena Oasis serta kepribadian yang keras dari sosok-sosok di balik lagu-lagu hit mereka—yang sebagian besar ditulis oleh sang kakak, Noel Gallagher, mulai dari “Wonderwall” hingga “Live Forever.” Film ini juga menampilkan rekaman latihan yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya (saat suasana menegang begitu Liam masuk) serta momen yang—setidaknya pada saat itu—merupakan wawancara bersama pertama mereka dalam kurun waktu 25 tahun.

Pada tahun 2025, kakak-beradik ini mengakhiri masa vakum selama 16 tahun dengan tur reuni yang dimulai di Cardiff, Wales, di hadapan lebih dari 60.000 penonton dari berbagai kalangan usia yang menyambut mereka dengan penuh antusiasme. Banyak pihak sempat khawatir bahwa kejadian di Paris pada tahun 2009 akan terulang dan konser ini batal terlaksana. Namun, pertunjukan tetap berjalan, dengan melibatkan mantan anggota Oasis Paul “Bonehead” Arthurs dan Gem Archer pada gitar, serta pemain bas Andy Bell dan penabuh drum Joey Waronker.

Steven Knight, yang bertindak sebagai penulis naskah film dokumenter tersebut, mengatakan bahwa ia dan Noel ingin menggali alasan mengapa musik mereka tetap bertahan—tidak hanya di kalangan penggemar yang mengalaminya pada era 90-an, tetapi juga bagi generasi berikutnya—yang pada akhirnya memicu permintaan luar biasa tinggi akan tiket tur reuni.

Pembuat film Dylan Southern dan Will Lovelace mewawancarai kedua bersaudara itu secara terpisah sebelum latihan dimulai, lalu bersama-sama saat tur sedang berlangsung intens, guna mencerminkan dinamika hubungan mereka yang sebenarnya.

“Kami berniat membuat film tentang rekonsiliasi dua bersaudara yang dikenal memiliki hubungan penuh gejolak, namun kami juga ingin membuat film tentang kekuatan musik dan bagaimana lagu-lagu Oasis terus memiliki ‘kehidupannya’ sendiri selama masa vakum band tersebut yang berlangsung selama 15 tahun,” ujar para pembuat film dalam pernyataan sutradara mereka. “Film dokumenter ini—sama halnya dengan reuni dan tur tersebut—akhirnya berkembang dengan caranya sendiri.”

Para pembuat film mengatakan bahwa tujuan mereka adalah agar kamera dan kehadiran mereka tidak disadari oleh anggota band selama sesi latihan. Saat konser berlangsung, mereka ingin penonton merasa seolah-olah mereka juga berada di sana. Film ini juga menyoroti berbagai penggemar dari seluruh dunia.

“Terkadang Anda mungkin secara tidak sengaja bertemu seseorang yang memiliki anjing bernama Bonehead, dan hal itu pun menjadi bagian dari cerita,” ujar Southern.

*Oasis: Don’t Look Back in Anger* akan tayang di bioskop tak lama setelah festival tersebut berakhir. Disney akan merilis *Oasis: Don’t Look Back in Anger* dalam format IMAX pada 11 September, dan film ini diperkirakan akan hadir di layanan *streaming* Disney+ pada akhir tahun ini.

Related posts

We Are Neurotic Lepas “Deus É Samba” Ode Acid Jazz Untuk Irama Samba

AQK

Membanggakan, Voice of Baceprot Akan Tampil di Glastonbury Festival 2024

AQK

D’Masiv Beri Penghormatan Untuk Ciledug Jelang Tur ‘Japan Pop Journey’

AQK

Leave a Comment