South Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta, Alex Teh merilis EP perdananya ‘in my twenties’ yang mendalami pengalaman seseorang bertumbuh di usia 20 tahunan. Enam lagu yang ditulis Alex bersama gitarnya membawa pendengar dalam lika-liku perjalanan seseorang di era baru kedewasaan ini.
Karya ini dirangkai tidak lepas dari kolaborasi dengan banyak rekan Alex di industri musik Jakarta, seperti pada halnya peran produser yang berbeda-beda untuk masing-masing dari ke-enam lagu dalam ‘in my twenties’, yaitu Will Mara, Rhesa Aditya (Endah N Rhesa), Mikha Angelo (Fellow Amateurs), Geddi Jaddi Membummi, Nathania S. Alexandra, Farrel Cahyono, dan Nikita Dompas. Di luar itu, dukungan lain juga diperoleh Alex dari rekan seperti Arash Buana, Restha Wirananda, Endah Widiastuti, Rian Idola, Kamga, Loesje Souhoka, dan Ivan Gojaya.
“‘in my twenties’ adalah soundtrack untuk era usia 20-an kamu! Lagu-lagu untuk menemani kamu mencintai hidup dalam era girl-boss, messy, atau apapun itu yang unapologetically yourself. Di EP ini kamu akan bisa menemukan yang baik, buruk, dan segala hal diantaranya yang aku sendiri alamin di usia 20-an aku. Ga semuanya akan indah, tapi itu gapapa! Itu yang bikin rentang usia ini spesial buat kita semua.” ungkap Alex Teh.
Datang dari sudut pandang Alex yang tengah menjalani pendewasaan diri, ia menyampaikan esensi dari pengalamannya sejauh ini dalam single utama, “Wait A While”. Dalam lagu akustik ciri khas Alex yang menjadi salah satu lagu upbeat di EP ini, ia menyampaikan bahwa era ini merupakan waktu untuk menjelajahi pengalaman baru, mendalami diri kita yang paling autentik, dan untuk memprioritaskan diri kita masing-masing. Menyanyikan “—yeah, this love can wait a while” berulang kali dalam reff menekankan bahwa cinta bukanlah prioritasnya saat ini.
EP ‘in my twenties’ dirangkai oleh Alex secara kronologis berdasarkan pengalaman hidupnya sendiri sejak memasuki usia 20 tahun. Diawali dengan “I Love You So” yang menceritakan perpisahannya dengan kota Melbourne, tempat ia menjalani kuliah, untuk mendalami passion dalam bermusik di kota asalnya. Perpisahan yang tidak hanya dengan sebuah kota, tetapi dengan sebuah hubungan singkat di saat Alex belum merasa utuh dengan dirinya sendiri. Terpisahkan oleh benua berbeda pada sesuatu yang ia yakini adalah jalannya, yaitu bermusik, ia memilih untuk meninggalkan hubungan tersebut.


Diikuti oleh “Five” yang ia tulis setelah pulang dan menyadari realita akan beratnya menghadapi ketidakyakinan dunia yang ia tekuni. Berawal dari momen ia menangis di ulang tahun adiknya yang kian bertumbuh juga, Alex melihat kembali ke masa di mana hidup terasa jauh lebih ringan di usia 5 tahun. Alunan melodi yang bersemangat sengaja menjadi pengantar lirik yang penuh ketidakyakinan sebagai bentuk harapan kecil untuk kita semua yang mendengarkan.
“Blink” adalah lagu yang ditulis tentang kehilangan salah satu anggota keluarga. Sebuah pengalaman yang banyak dari kita alami di waktu-waktu yang tidak terduga, sama halnya seperti Alex. Penggambaran momen yang tidak bisa dihindari ini dilakukan dengan sangat lihai sambil mengantarkan pesan bahwa kekuatan untuk melalui hal serupa hanya bisa dilakukan dengan dukungan orang-orang terdekat. Memberikan keseimbangan dalam EP ini, “Blink” adalah titik turning point di mana realita bahwa bertumbuh tidak akan selalu indah datang dan melekat pada pendengar.
Melanjuti tema kehilangan, “Amsterdam” juga membahas mengenai hal tersebut baik dari segi pasangan, teman, atau siapapun yang pernah hadir dalam hidup kita. Sebuah lagu emosional yang disuguhkan dengan apik dan terbuka untuk interpretasi pengalaman masing-masing pendengar.
Lagu terakhir adalah yang dalam proses penyelesaiannya adalah titik di mana Alex merasa bahwa EP ini sudah rangkap, dengan gambaran lika-liku jelas yang ditutup oleh harapan bahwa semua ini adalah hal yang normal untuk dilalui semua orang. “Messy in The Weather” menyanyikan dengan semangat tentang keraguan serta kegaduhan yang pasti akan muncul dalam masa dewasa muda ini. Penuh dengan harapan bahwa seiring diri kita bertumbuh, akan membuahkan hasil di masa depan. Melibatkan Adhitia Sofyan
EP ‘in my twenties’ adalah karya yang ditulis Alex untuk mengenalkan dirinya sekaligus untuk menemani pendengar dalam menjalani, maupun mengenang, umur-umur 20-an mereka. Kejujuran dalam lirik di EP ini mencerminkan banyak pengalaman orang-orang di masa tersebut. EP ‘in my twenties’ adalah awal dari banyaknya karya yang akan datang dari seorang Alex Teh.
Tentang Alex Teh
Penyanyi-penulis lagu berusia 24 tahun asal Jakarta, Alex Teh, adalah pendatang baru yang tengah melalui berbagai musim dalam hidupnya. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, satu hal yang tidak pernah berubah bagi Alex adalah musik. Ia dan gitarnya telah melalui berbagai hal bersama-sama; berkarya selagi menghadapi hidup yang kadang indah dan kadang pun tidak.
Sejak kecil, Alex telah terpapar oleh beragam genre musik, dan kini musiknya banyak melibatkan pengaruh dari genre Pop, Folk, dan Country. Dengan benang merah yang tetap ada pada suara dirinya dan gitarnya, Alex mencurahkan patah hati, harap, dan mimpi-mimpinya dalam lagu. Pada akhirnya, yang ingin dibuat Alex melalui musik adalah untuk bisa terhubung dengan para pendengarnya serta menginspirasi mereka melalui kisah-kisah yang ia bawakan.
Sejauh ia telah berkarir dalam musik, Alex sebagai pendatang baru telah berhasil tampil di panggung terbesarnya, yaitu di Java Jazz Festival 2024. Pengalaman ini datang setelah penampilannya di panggung kolaborasi bersama Adhitia Sofyan dan Ott
Kecintaannya dalam tampil di atas panggung telah lama ada dan ia tumbuhkan sejak masa kuliahnya di Melbourne. Tampil di acara-acara seperti ‘Alun-Alun: Kelap-Kelip Kota Tua 2023’ oleh PPIA Victoria, Melbourne dan dengan bergabungnya dalam band rock lokal, The Stranded. Kian berlanjut di Indonesia, ia baru saja lepas dari penampilannya di panggung AXEAN Festival 2025 dan akan turut tampil sebagai vokalis di konser reuni band legendaris, Peterpan, ‘The Journey Continues – PETERPAN – Semua Tentang Kita’ di tanggal 19 Oktober mendatang.
Rilisnya EP perdana Alex, ‘in my twenties’ menjadi awal dari perjalanannya di kancah permusikan tanah air. Sebuah perkenalan diri resmi dari Alex yang berharap bisa terus berkembang dan mempertahankan keberadaan karyanya sebagai musisi tanah air.
(SPR)

