Singkawang – Singkawang Grand Mall menutup akhir tahun dengan cara berbeda. Tanpa dentuman kembang api, pusat perbelanjaan terbesar di Singkawang ini justru menghadirkan perayaan Tahun Baru yang hangat, bermakna, sekaligus meriah melalui gerakan amal untuk Sumatera serta hiburan musik tanpa kembang api yang sukses menyedot antusiasme ribuan pengunjung.
Mengusung semangat celebration with compassion, Singkawang Grand Mall mengajak masyarakat merayakan pergantian tahun tidak hanya dengan sukacita, tetapi juga dengan empati. Sepanjang rangkaian acara, digelar penggalangan dana dan donasi yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Sumatera yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan perayaan yang bukan sekadar meriah, tetapi juga memiliki makna sosial. Tahun baru adalah momentum refleksi, berbagi, dan memulai langkah dengan niat baik,” ujar Davit Harun, perwakilan manajemen Singkawang Grand Mall.
Tanpa kembang api, malam pergantian tahun justru terasa semakin hidup lewat pesta musik yang sangat meriah. Panggung utama Singkawang Grand Mall dipadati pengunjung yang larut dalam alunan musik elektronik dan visual panggung yang atraktif. DJ Rubbi dan DJ Twoo’M, yang menjadi penampil paling ditunggu, berhasil membangun atmosfer penuh energi dan membawa audiens merasakan vibes pembuka tahun 2026 yang optimistis dan penuh semangat.
Dentuman musik, sorak penonton, serta permainan cahaya menciptakan pengalaman perayaan yang berbeda namun tetap berkesan. Tepat saat hitung mundur pergantian tahun, suasana terasa intim sekaligus euforia, menandai awal tahun baru tanpa hiruk-pikuk kembang api, namun tetap sarat emosi dan kebersamaan.
Keputusan Singkawang Grand Mall untuk tidak menggunakan kembang api juga mendapat respons positif dari masyarakat. Selain lebih ramah lingkungan dan minim polusi suara, konsep ini menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi keluarga, anak-anak, lansia, serta hewan peliharaan.
“Lebih nyaman dan tetap seru. Musiknya hidup, acaranya berasa, dan kita tetap bisa merayakan tahun baru dengan cara yang lebih tenang dan bermakna,” ungkap salah satu pengunjung.
Tak hanya hiburan, tenant-tenant Singkawang Grand Mall turut berpartisipasi dengan berbagai program akhir tahun, mulai dari promo khusus, donasi bersama, hingga aktivasi sosial yang melibatkan pengunjung. Sinergi ini menjadikan perayaan Tahun Baru sebagai pengalaman kolektif antara pengelola mall, tenant, dan masyarakat.
Melalui inisiatif tersebut, Singkawang Grand Mall menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang publik yang peduli terhadap isu sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Tahun baru kami maknai sebagai awal untuk tumbuh bersama—bersama masyarakat, bersama lingkungan, dan bersama nilai-nilai kemanusiaan,” tutup Davit.
Dengan konsep perayaan yang menggabungkan aksi amal, hiburan musik yang meriah, dan kesadaran lingkungan, Singkawang Grand Mall membuktikan bahwa menyambut tahun baru bisa dilakukan dengan cara yang lebih bertanggung jawab, tanpa kehilangan kemeriahan dan semangat kebersamaan. (FOS)

