August 3, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Piknik, Unit Britpop Asal Bogor, Rilis Album Baru ‘Astrometri’

South Jakarta – Degup musik di kancah independent Bogor telah dimulai sejak awal 90an. Riuhnya kemudian merambat ke lingkup nasional melalui sekumpulan anak muda yang mulai jengah dengan distorsi dan tertarik dengan musik pop britania raya (yang kemudian lebih dikenal dengan istilah indies, pen.) pada akhir medio 90an yang menamakan dirinya, Piknik.

Terbentuk pada tahun 1998 dengan nama Lolipop. Piknik bermula dari sekelompok anak muda yang terkena paparan kultur Cool Britannia dan produk ekspornya berupa gaya hidup, fesyen, dan tentu saja musik ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali ke kota kecil yang berapitan dengan Jakarta dan Bandung ini.

Pada periode yang sama, band seperti Pure Saturday, Rumah Sakit, Cherry Bombshell, dan Planet Bumi mulai merangsek ke ceruk industri musik nasional. Di tengah momentum tersebut, Piknik digaet oleh WEA (Warner Music Indonesia) untuk turut serta dalam kompilasi berjudul KLIK! (Kumpulan Lagu Indonesia Terkini!) bersama dengan Lakuna dan Ungu. Kompilasi yang memuat lagu “Sinar” dan “Peri” tersebut, membuat nama Piknik direken di kancah musik nasional. Terlebih setelah “Sinar” dipilih sebagai single, dan video klipnya mulai wara-wiri di layar televisi.

Pasca kesuksesan “Sinar”, Piknik memilih untuk mengakhiri kerja samanya dengan Warner dan merilis single “Tak Bisa Lebih” (2003) serta mini album “Attack!!” (2005) secara mandiri. Setelahnya, Langkah Piknik terseok dan berjibaku dengan pergantian formasi. Nama-nama seperti Deni Denol Noviandi (Neal/Swellow) dan Andi Idam Fauzi (The Kuda/Swellow) sempat beriring mengisi gitar untuk keperluan live Piknik pada era tersebut. Piknik pula sempat merilis “Gadis Kecil” pada tahun 2021 dibarengi jadwal manggung on-off menggunakan nama KinKip.

 

Piknik ( foto : istimewa )

 

Kini, setelah sempat hiatus tanpa rilisan selama 5 tahun, Piknik kembali dengan materi serta tambahan personil baru setelah panggung reuni di tahun 2025.

“Tahun lalu, Dhoni (RooM) ngajak Piknik main di salah satu event mereka. Waktu itu sebenarnya kami sudah lama banget vakum, tapi ada rasa kangen buat manggung lagi. Awalnya kami sempat ragu karena salah satu gitaris kami sedang sakit, jadi formasi band tidak lengkap, Untungnya, Denol dan Aris (Eyeliner) bersedia membantu mengisi posisi gitar,” tutur Adit.

Reuni yang memercik kembali semangat membuat rilisan anyar. Seiring berjalannya proses komunikasi, Dito B (Cause/A Curious Voynich) dan Firman Aris K (Eyeliner) resmi bergabung dengan formasi Piknik terkini, mengisi departemen gitar yang telah lama kosong.

“Setelah gue masuk, kita mulai workshop materi baru dan memilah mana saja materi yang akan menjadi cetak biru dari mini album ini,” jelas Dito.

Dito kemudian melanjutkan bahwa penciptaan Astrometri berangkat dari pengalaman tentang kegelisahan, keluarga, harapan, hingga pencarian arah hidup. Denol kembali didapuk untuk membantu, kali ini sebagai co-producer di balik piranti rekaman.

“Susunan track di Astrometri itu rangkaian fase emosional utuh yang selain bisa didengar berurut juga bisa didengar lepas, karena nuansa dari tiap lagu berbeda dan secara lirikal cara penyampaiannya mudah dijangkau,” ucap Aris.

Direkam di Bens Studio Bogor, keseluruhan materi di mini album Astrometri memiliki nuansa 90s guitar-music yang mengambil elemen dari berbagai sub-genrenya seperti shoegaze, indierock, dreampop, dan psikadelia. Seperti pada track “Pusat Berita” yang jika ditilik secara sound, lekat dengan groove psikadelia era baggy dan sarat lenguh wall of sound.

“Pusat Berita itu lagu terakhir yang dibuat dan kita sepakat untuk dijadiin single di EP ini, lagunya lumayan tricky, tapi mood-nya oke banget, Dito inisiatif hubungi Idam untuk dilibatin di lagu ini, lega karena berhasil nyampe ke mood musik yg dituju,” tukas Adit.

“Pusat Berita” bercerita mengenai kebisingan informasi, opini, dan ekspektasi yang terus berdatangan dari berbagai arah hingga membuat suara hati perlahan tenggelam. Pengalaman yang semakin sering dirasakan ketika usia beranjak dewasa dan terpapar dampak dari disrupsi teknologi. Selain Idam, track ini juga memuat isian keyboard dari Popo Hanoto, kawan lama mereka yang dahulu pernah memperkuat grup Not For Child dan Seven Soul.

Alih-alih mengikuti tren atau menyesuaikan diri dengan selera terkini, Piknik memilih untuk tetap berjalan dengan identitasnya. Bagi mereka, relevansi bukanlah sesuatu yang dikejar, karena karya yang lahir secara jujur akan mendapatkan pendengarnya sendiri, bukan karena formula.

Melalui Astrometri, Piknik membuat kerangka acuan untuk memetakan langkah di lanskap musik, mempelajari posisi, berbekal cahaya yang mereka yakini. Tanpa harus mengikuti apa yang tengah populer dan membuat musik sesuai yang dihendaki.

“Astrometri itu menggambarkan perjalanan mencari arah dan cahaya dalam hidup, kita selalu percaya bahwa cahaya dalam konteks musik yang dibuat oleh Piknik, bakal nemuin jalannya sendiri ke pendengarnya,” tutup Aswin.

Mini Album Astrometri dirilis tanggal 31 Juli 2026 secara digital melalui berbagai macam Digital Streaming Platform.

 

Artwork EP ‘Astrometri’ – Piknik ( foto : istimewa )

 

Track List Astrometri:

Sepertiga Malam

Pusat Berita

Perang Mental

Titik Nol

Astrometri

 

Piknik Adalah:

Adit Lesmana — Vokal

Aswin Siregar — Bass

Adry Radd —

Drum

Dito B. — Gitar

Firman Aris K. — Gitar

 

(SPR)

 

Related posts

Komposer Indonesia Elwin Hendrijanto Terlibat Proyek Film “OZI : Voice Of The Forest” Diproduseri Leonardo DiCaprio

AQK

JESSIA Umumkan EP Baru Rilis Single “Different People” 

AQK

Marcello Tahitoe Cerita Romansa Memabukkan di Single Solo Baru”Asmaralaya”

AQK

Leave a Comment