South Jakarta – Setahun setelah Reality Club melepas album ‘Reality Club Presents…’ yang mengantar mereka meraih dua piala AMI Awards, grup asal Jakarta tersebut ternyata masih menyimpan kejutan berupa single terbaru mereka “Sunny Days”. Diproduseri oleh Reality Club dan Wisnu Ikhsantama Wicaksana serta dirilis oleh Dominion Records ke platform – platform musik digital pada 26 Juli 2024, ini adalah lagu paling pop yang pernah dibuat Fathia Izzati (vokal, kibor), Faiz Novascotia Saripudin (vokal, gitar), Nugi Wicaksono (bas, vokal) dan Era Patigo (drum) sejauh ini. Sebuah musik video yang disutradarai Baday Rayhan juga akan mulai tayang di kanal YouTube resmi Reality Club pada hari yang sama.
“Sunny Days’ adalah lagu tentang menghibur orang kesayangan. Kadang-kadang kita bisa merasa sedih saat melihat orang-orang lain berhasil dan arah hidupnya jelas, sementara kita sendiri tak sesukses itu atau serba tak menentu,” kata Faiz yang menciptakan lagunya. “Namun pesan utama lagunya adalah suatu hari kita pun akan bahagia. Jadi kalaupun hari ini gelap, tetaplah bersemangat, bersabarlah dan kita pun akan menemukan hari yang cerah. Kita bisa melewatkan masa-masa gelap, terutama jika bersama-sama.”
“Sunny Days” tercipta di tahun 2021 saat proses pengerjaan Reality Club Presents…. Karena di album tersebut Reality Club berniat mengeksplorasi berbagai genre musik di luar indie rock yang mereka usung di dua album sebelumnya, yakni Never Get Better (2017) dan What Do You Really Know? (2019), maka muncul pula “Sunny Days” yang terinspirasi oleh lagu-lagu pop yang mereka dengar ketika itu. “Waktu itu kami mendengar Doja Cat, Ariana Grande dan SZA. Karena memang album ketiga objektifnya adalah eksplorasi banyak genre, maka kami mencoba yang belum pernah kami lakukan,” kata Faiz yang bahkan mengisi bagian rap di “Sunny Days”.

Namun di saat memutuskan lagu-lagu apa saja yang akan masuk album Reality Club Presents…, “Sunny Days” tidak lolos seleksi. “Dibanding lagu-lagu yang lain, ‘Sunny Days’ yang paling berada di luar zona nyaman kami dan sangat bukan kami rasanya, walaupun ini tipe lagu yang kami dengar di 2021. Jadi kami kurang percaya diri dan menyimpan dulu lagunya, sedangkan 10 lagu lainnya masuk Reality Club Presents….,” kata Fathia. “Tetapi kemudian kami berubah pikiran karena masih merasa lagu ini bagus dan layak dirilis.”
Maka dirilis lah “Sunny Days” di penghujung musim panas 2024 karena pas untuk suasana cerah. Mereka bahkan sempat mempromosikannya dengan membawakan sepotong “Sunny Days” untuk pertama kali saat tampil di panggung utama festival We The Fest pada 21 Juli lalu.
“Kami coba mainkan pas sedang latihan untuk We The Fest dan ternyata ketagihan!” kata Era. Nugi menambahkan, “Yang jelas akan kami sempurnakan dulu untuk pertunjukan panggung.”
Selain karena pas dengan suasana musim panas, ada alasan lain di balik Reality Club melepas “Sunny Days” sekarang. “Kami sudah mulai bergerak ke era album keempat, jadi kami ingin menutup era Reality Club Presents… ini dengan lagu-lagu yang belum dirilis,” kata Faiz. “Jadi mungkin akan ada lagu-lagu lagi dalam waktu dekat.”
Untuk saat ini, para Goddess Rockstar – sebutan untuk penggemar Reality Club – dipersilakan menikmati dulu “Sunny Days” di platform musik favorit maupun di penampilan-penampilan Reality Club, termasuk di perhelatan Reality Club Presents… Indonesia Tour pada Oktober dan November nanti. “Nikmati lagu ini, bukalah pikirannya. Ini eksplorasi kami, kami bersenang- senang saat membuatnya dan kami bangga dengan lagu ini,” kata Faiz. “Semoga harimu cerah saat mendengar ‘Sunny Days’.”

TENTANG REALITY CLUB
Tidak selalu tentang musiknya, tapi juga tentang cerita di balik musiknya. Dengan pemikiran tersebut, inilah mengapa Reality Club menjadi salah satu band yang paling dicari di Indonesia. Didirikan pada akhir 2016, Reality Club adalah pemenang AMI (Anugerah Musik Indonesia) dua kali untuk Album Alternatif Terbaik & Grup Alternatif Terbaik pada tahun 2023, dan secara konsisten masuk dalam nominasi AMI sejak tahun 2018. Dibentuk di Jakarta,popularitas mereka yang terus meningkat telah menarik perhatian seluruh negeri, dan telah mencapai rekor penonton sejak saat itu. Terdiri dari Era Patigo pada drum, Faiz NovascotiaSaripudin pada vokal & gitar, Fathia Izzati pada vokal & keyboards, dan Nugi Wicaksono pada bass, band ini telah mencapai level baru dalam hal ketertarikan audiens setelah merilis Album Studio ke-3 mereka, “Reality Club Presents…”, dan menjadi headline di acara baru setiap minggunya.
Dengan tujuan untuk tampil di seluruh dunia, mereka telah memulai ekspansi mereka di Asia pada tahun 2019, tampil di Tokyo, Kuala Lumpur, Jeddah, dan Singapura. Meskipun wabah COVID-19 membuat acara musik live terhenti pada tahun 2020, Reality Club tetap produktif selama pandemi. Selain merilis EP berjudul “The Rush and Other Vices”, mereka juga menyelesaikan Online World Tour, bermain di festival online untuk penonton di Inggris, Jerman, Singapura, dan Amerika Serikat. Popularitas Reality Club meroket setelah merilis single hit besar mereka, Anything You Want, pada bulan April 2022. Lagu ini menjadi viral di platform media sosial, seperti TikTok dan Instagram, dan sejak itu telah mencapai lebih dari 100 juta streaming di Spotify. Video musik mereka untuk Dancing In The Breeze Alone juga mendapatkan pengakuan di luar negeri, memenangkan Video Musik Terbaik: Asia Pasifik di Munich Music Video Awards 2023.
Baru-baru ini, Reality Club berhasil menyelesaikan “Reality Club Presents… Asia Tour” mereka, sebuah rangkaian pertunjukan di berbagai negara di benua Asia termasuk Singapura, Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Filipina. Tur ini juga termasuk konser tunggal di Balai Sarbini, Jakarta, di mana 1.500 penonton terpukau melalui pertunjukan semi teatrikal yang menampilkan orkestra, paduan suara, penari, dan bintang tamu musikal pada bulan November 2023, dan diikuti oleh “Reality Club Presents… North America Tour”, yakni rangkaian pertunjukan di sembilan kota di Amerika Serikat dan Kanada pada Maret 2024 silam.
(SPR)

