November 6, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Rex Orange County Rilis Album ‘Dream Fatigue’ Feat. Daniel Caesar Sampai Dev Hynes

South Jakarta – Penyanyi, penulis lagu, dan multi-instrumentalist peraih multi-platinum, Rex Orange County, resmi merilis album terbarunya, ‘Dream Fatigue’, hari ini. Menjadi album yang paling personal baginya sejauh ini, karya terbaru ini memperlihatkan Rex yang semakin mengenali dan merangkul identitas musikalnya, sekaligus membuka ruang untuk berbagai eksplorasi kreatif. Melalui kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama, Rex menghadirkan perspektif baru tanpa meninggalkan karakter penulisan lagu yang telah menjadi ciri khasnya. Dengarkan album ‘Dream Fatigue’ melalui tautan berikut.

Album terbarunya ‘Dream Fatigue’ diproduseri secara eksekutif oleh musisi ternama Mustafa dan Dylan Wiggins yang sudah berkolaborasi dengan Justin Bieber dan Rosalia. Album baru Rex diwarnai kontribusi dari banyak nama besar di musik termasuk Brendan Yates dari band Turnstile, Dev Hynes, Mustafa, dexter in the newsagent, dan Taylor Skye dari Jockstrap. Album ‘Dream Fatigue’ menjadi momen Rex mengubah cara bermusiknya yang selama ini terbilang tertutup. Lewat kolaborasi-kolaborasi di album ini, hal-hal yang membuat kita mencintai musik Rex akan semakin ter-highlight.

“Membiarkan orang masuk adalah membiarkan mereka mengambil sesuatu darimu,” ujar Rex tentang bagaimana berkolaborasi semakin memperkuat sound-nya.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang banyak berangkat dari pengalaman personalnya, ‘Dream Fatigue’ mengangkat kisah seorang tokoh yang mencoba berbagai persona demi mendapatkan hati perempuan yang dicintainya. Gagasan ini tercermin melalui sejumlah judul lagu seperti “Hannah Montana”, “Iron Man”, dan “Elvis”, yang turut menjadi inspirasi bagi nama album tersebut.

“Tokoh ini sudah lelah bermimpi dan terus-menerus menjadi orang lain demi mengejar mimpinya,” jelas Rex.

Terdiri dari 12 lagu dengan aransemen melodi yang sederhana namun kaya harmoni, ‘Dream Fatigue’ juga menjadi refleksi Rex terhadap lanskap musik saat ini, ketika estetika, kehadiran di media sosial, dan kemasan kerap mendapat perhatian lebih besar dibandingkan musik itu sendiri. Lewat album ini, Rex kembali menempatkan penulisan lagu sebagai elemen utama. Sebagian besar materi berawal dari eksplorasi sederhana bersama gitar, menghasilkan lagu-lagu dengan melodi yang intim, sentuhan melankolis, dan cerita yang terasa dekat dengan pendengarnya.

Proses pengerjaan album ini berlangsung di tengah berbagai perjalanan spontan Rex, seringkali hanya berbekal laptop dan sepasang speaker portable. Berbeda dari proses kreatif sebelumnya yang banyak dilakukan di studio, sejumlah lagu dalam ‘Dream Fatigue’ justru berawal dari gitar. Pendekatan tersebut menghasilkan perpaduan penulisan lagu bernuansa klasik, melodi lembut, hook yang menarik, serta eksplorasi produksi yang memberikan warna tersendiri pada setiap lagu.

Kehadiran para kolaborator turut memberikan energi baru dalam proses kreatif album ini. Bekerja bersama Dev Hynes, Daniel Caesar, dan Mustafa mendorong Rex untuk mengeksplorasi kemungkinan musikal yang lebih luas.

“Tiba-tiba pandanganmu terbuka terhadap banyak hal, dan kamu jadi menginginkan lebih. Kamu ingin meningkatkan standar,” ungkap Rex. “Ketika bermain bersama seseorang seperti Dev [Hynes], yang sudah menjadi sosok berpengaruh selama 20 tahun dengan selera musik luar biasa, atau Daniel Caesar yang selalu punya melodi indah, serta Mustafa yang merupakan pencerita hebat melalui liriknya, kamu bisa merasakan pengaruh tersebut. Kurasa kami semua saling mendorong untuk berkembang, begitu juga dengan lingkaran pertemanan kami.”

Salah satu kolaborasi yang menarik perhatian hadir melalui lagu “Elvis”, yang menampilkan Brendan Yates dari Turnstile pada drum dan vokal. Brendan juga dipercaya untuk menyutradarai video musik lagu tersebut, yang dijadwalkan rilis pada Senin mendatang. Keduanya pertama kali membawakan lagu ini bersama dalam sebuah pertunjukan intim Rex di Village Underground, London, pada Agustus lalu. Menghadirkan interpretasi baru dari sebuah lagu cinta melalui petikan gitar, aransemen string sinematik, serta perpaduan vokal keduanya, “Elvis” menjadi sebuah ungkapan tulus tentang kesetiaan. Sementara itu, “Indecision” yang menampilkan Daniel Caesar hadir melalui harmoni berlapis dan melodi bernuansa soul. Lagu “Boyfriend” memadukan aransemen string dan instrumen tiup kayu yang lembut dengan lirik tentang harapan untuk memperbaiki kesalahan. Nuansa album kemudian bergerak ke arah indie pop yang dreamy melalui “Penelope”, dengan vokal latar dari musisi pendatang baru asal Inggris, dexter in the newsagent, hingga balada bernuansa folk dalam lagu utama “Dream Fatigue”.

Album ‘Dream Fatigue’ turut memuat sejumlah single yang telah diperkenalkan sebelumnya, yaitu “Hannah Montana”, “Grandma Song”, “Indecision” (feat. Daniel Caesar), dan “Iron Man”. Sebagai rilisan terakhir sebelum album diluncurkan, “Iron Man” diperkenalkan melalui sesi penampilan COLORS sehari sebelum perilisan album.

Selanjutnya, penggemar juga dapat menantikan video musik “Elvis” garapan Brendan Yates yang akan hadir pada Senin mendatang. Dalam beberapa bulan terakhir, Rex juga menggelar rangkaian fan house shows intim di Inggris, Irlandia, dan Asia Tenggara. Melalui format pertunjukan ini, para penggemar mendapat kesempatan untuk memilih sendiri lagu-lagu yang ingin mereka dengarkan, mencakup hampir satu dekade perjalanan musikal Rex. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk mengenal materi terbarunya lebih awal.

Di Asia Tenggara, rangkaian pertunjukan tersebut mendapat sambutan besar dan menjadi perbincangan di media sosial. Rex menyambangi Kuala Lumpur, Singapura, Manila, dan Jakarta, serta tampil sebagai headliner di LaLaLa Festival di Manila dan Jakarta. Pertunjukan-pertunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi Rex untuk kembali terhubung dengan para penggemarnya secara lebih dekat, sekaligus memperkenalkan materi dari ‘Dream Fatigue’ di tengah perjalanan kariernya.

Sepanjang perjalanan kariernya, Rex telah merilis sejumlah album yang mendapat apresiasi, menjalani tur di berbagai negara, dannmembangun basis pendengar setia di seluruh dunia. Ia dikenal melalui karya-karya yang terasa begitu personal, namun tetap mampu menjangkau pengalaman universal banyak orang. Kedekatan tersebut juga terlihat dari besarnya pendengar Rex di Asia Tenggara. Indonesia menempati posisi #2, Filipina #3, dan Malaysia #4 sebagai pasar terbesarnya secara global, sementara Singapura dan Thailand juga masuk dalam daftar kota dengan jumlah streaming tertinggi untuk musiknya. Melalui ‘Dream Fatigue’, Rex menghadirkan babak baru dalam perjalanan musikalnya. Sebuah album yang merangkul kolaborasi, eksplorasi, dan pendewasaan diri, tanpa meninggalkan hal yang sejak awal menjadi kekuatan utamanya: penulisan lagu yang jujur, personal, dan dekat dengan pendengarnya.

 

Rex Orange County – Dream Fatigue – Album Artwork

 

‘Dream Fatigue’ Tracklisting:

1. Penelope

2. Elvis (feat. Brendan Yates)

3. Handsome

4. Grandma Song

5. Hannah Montana

6. Iron Man

7. The Colosseum (feat. Mustafa) 8. Boyfriend

9. Empty Stage

10. Indecision (feat. Daniel Caesar)

11. Roleplay

12. Dream Fatigue

(SPR)

 

 

Related posts

Project Pop Gelar Konser Perayaan 30 Tahun, “Forever Young – Forever Fun”

Qenny Alyano

Dinda Ghania Rilis “Hall of Me”, Bertepatan Tampil di Prambanan Jazz Festival 2026

Qenny Alyano

J. Bernardt Merilis Album Kedua ‘Contigo’ Lepas Single “Don’t Get Me Wrong”

AQK

Leave a Comment