South Jakarta – Rich Brian merilis single terbarunya “Oh Well”, lagu terbaru dari albumnya yang akan datang WHERE IS MY HEAD?, yang akan dirilis pada 15 Agustus. Dilengkapi dengan visualizer garapan Jared Hogan, single ini hadir setelah penampilan live pertamanya dalam beberapa tahun di Head In The Clouds Festival di Los Angeles, di hadapan 40 ribu penonton beberapa minggu lalu. Single terakhir sebelum peluncuran albumnya ini menandai akhir dari kisah karakter Maestro dan Movie Brian, yang pertama kali diperkenalkan lewat video musik dari single sebelumnya: “Little Ray of Light,” “Butterfly,” dan “Jumpy (feat. Ski Mask The Slump God),” yang semuanya menampilkan proses evolusi kreatif Rich Brian.
Dalam “Oh Well,” Brian menggantikan tempo enerjik dari single sebelumnya “Jumpy” dengan nuansa bittersweet yang lebih tenang. Lagu ini mengusung nuansa alternative R&B yang pelan namun menghantui, menampilkan Brian yang mengeksplorasi luka hati melalui penceritaan jujur dan melodi khas mimpi mencerminkan perasaan rindu dan kecewa dari patah hati yang belum sepenuhnya pulih. Diproduseri dan diaransemen sendiri oleh Brian, “Oh Well” menjadi bukti lain dari pertumbuhan kreatif, keluwesan musikal, dan komitmennya terhadap karya seninya.
Enam tahun terakhir menandai transformasi besar bagi Rich Brian, salah satu bintang paling bersinar dari era 2010-an. Dalam WHERE IS MY HEAD?, album penuh pertamanya sejak 2019, musisi asal Indonesia ini mendefinisikan ulang visinya secara menyeluruh dan luar biasa. Dia bertanya: “Bagaimana aku bisa terus membuat musik yang paling aku cintai?” Lewat WHERE IS MY HEAD?, Brian menjawab pertanyaan itu di setiap lagu, menampilkan kendali kreatif yang total dan perkembangan dirinya sebagai seniman dan produser.
Dengarkan “Oh Well” dan pre-save/simpan WHERE IS MY HEAD? pada tautan di atas.
Tentang Rich Brian
Lewat WHERE IS MY HEAD?, album penuh pertamanya sejak 2019, musisi kelahiran Indonesia Rich Brian mendefinisikan ulang dan merangkum visinya secara luar biasa. Ia menciptakan musik yang paling rentan dan otentik dalam hidupnya, memperkuat koneksi dengan komunitas penggemarnya yang terus tumbuh. Dalam WHERE IS MY HEAD?, makna kesuksesan bagi Brian pun berubah secara drastis. Ia sudah pernah mencetak hits. Tapi sekarang? Ia ingin lebih. Brian memilih untuk menangani sebagian besar aspek penampilannya sendiri, memperdalam eksplorasi suara analog lewat proses belajar intens memainkan synthesizer dan keyboard. Ia juga lebih banyak bernyanyi dibanding sebelumnya, dengan vokal yang penuh percaya diri dan kematangan artistik. Ini adalah langkah yang berani dari Brian, yang sebenarnya bisa saja menikmati kenyamanan dari kesuksesannya di dekade lalu. Ia adalah artis Asia pertama yang mencapai posisi nomor satu di tangga lagu iTunes Hip-Hop. Siapa yang tak tergoda untuk bertahan di zona nyaman itu? Penghargaan dan pencapaian memang menyenangkan, tapi lewat WHERE IS MY HEAD?, Rich Brian menginginkan sesuatu yang lebih. Ia akhirnya menemukan dirinya sendiri. Prioritasnya kini sederhana: bagaimana menciptakan karya yang benar-benar membuatnya bahagia? Ia bertanya, “Bagaimana aku bisa terus membuat musik yang paling aku cintai di atas segalanya?” Lewat WHERE IS MY HEAD?, Brian menjawab pertanyaan itu di setiap lagunya.
(SPR)

