South Jakarta – Ada dunia yang kita jalani setiap hari, dengan segala rutinitas, kebisingan, pertemuan, perpisahan, dan hal-hal yang kadang berjalan di luar kendali. Ada pula dunia lain yang hanya kita kenal sendiri, yang tumbuh di kepala dan di dalam perasaan. Di sanalah ingatan, harapan, kecemasan, cinta, dan imajinasi bisa bercampur menjadi sesuatu yang sepenuhnya personal. Rony Parulian membawa kedua dunia itu ke dalam album keduanya, ‘Dunia dan Seisinya’, yang akan dirilis pada 4 September 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia.
Berisi 10 lagu, ‘Dunia dan Seisinya’ memperlihatkan sisi Rony yang semakin matang sebagai seorang singer- songwriter. Jika album pertamanya menjadi salah satu langkah awal Rony memperkenalkan dirinya sebagai musisi, album kedua ini menangkap berbagai pengalaman, pemikiran, dan emosi yang membentuk dirinya hari ini. Menariknya, Dunia dan Seisinya tidak ditulis sebagai sebuah cerita yang berjalan secara linear. Setiap lagu lahir dari momen dan perasaan yang berbeda, mulai dari jatuh cinta, harapan, kecemburuan, kerinduan, kompromi, ketidakpastian, hingga bagaimana seseorang belajar untuk terus percaya pada dirinya sendiri.
Di antara sepuluh lagu yang mengisi album ini, “Dunia Imajiner” menjadi salah satu pintu untuk memahami ke mana Rony sedang membawa dirinya. Ditulis bersama Lafa Pratomo, lagu tersebut memperlihatkan keterlibatan Rony yang semakin jauh dalam proses kreatifnya. Ia tidak lagi sekadar bberdiri di depan sebuah lagu dan menyampaikan cerita yang sudah selesai ditulis, tetapi ikut membangun dunia tempat cerita itu hidup.

“Buat aku, ‘Dunia Imajiner’ itu seperti ruang untuk membayangkan sesuatu yang mungkin belum kita temukan di kehidupan nyata. Kadang kita memang punya dunia sendiri di kepala kita. Bisa jadi tempat untuk melarikan diri, bisa juga tempat untuk membayangkan sesuatu yang lebih baik. Aku rasa semua orang punya ruang seperti itu,” ujar Rony.
Lafa Pratomo kemudian menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam produksi yang memberi cukup ruang nbagi vokal Rony untuk bernapas. Ia bertindak sebagai produser sekaligus arranger, dengan Refo Alpha Ramadhan sebagai co-producer dan Kamga sebagai vocal director. Hasilnya adalah sebuah lagu yang menempatkan suara Rony sebagai pusat dari ruang imajiner yang sedang dibangunnya.
Eksplorasi itu tidak berhenti pada satu bentuk. Dunia dan Seisinya mempertemukan Rony dengan sejumlah produser. Selain Lafa Pratomo, terlibat pula Krisna Trias dan Petra Sihombing. Masing-masing membawa pendekatan berbeda, membuat sepuluh lagu di dalam album ini memiliki karakter yang kuat dalam koridor pop-rock alternatif.
“Kalau didengarkan satu per satu, mungkin setiap lagu punya dunia sendiri. Tapi ketika semuanya dikumpulkan menjadi satu album, aku merasa ada benang merah yang menghubungkan semuanya. Ada cerita tentang cinta, ada tentang imajinasi, ada tentang bagaimana kita menghadapi hidup dan bagaimana kita memilih untuk terus berjalan. Buat aku, itulah ‘Dunia dan Seisinya,” lanjut Rony.
Judul album ini pada akhirnya terasa seperti sesuatu yang lebih besar daripada sekadar nama. ‘Dunia dan Seisinya’ berbicara tentang apa saja yang bisa mengisi kehidupan seseorang: orang yang dicintai, hal-hal yang pernah hilang, sesuatu yang sedang dikejar, sampai dunia yang barangkali tidak pernah benar-benar ada kecuali di dalam kepala. Sepuluh lagu di dalamnya menjadi cara Rony mengumpulkan potongan- potongan tersebut dan melihatnya kembali dari jarak yang berbeda.
Ada satu hal lain yang membuat Dunia dan Seisinya terasa lebih personal bagi Rony. Di album ini, ia terlibat dalam penulisan keseluruhan materi yang mengisinya, baik ketika menulis bersama Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Krisna Trias, maupun sejumlah kolaborator lainnya. Rony juga memilih judul-judul yang terdengar lugas sekaligus dekat dengan percakapan sehari-hari, seperti “Aku Cemburu”, “Kau Akan Sampai”, atau “Kencan Pertama”. Ada pula judul yang membuka ruang tafsir lebih lebar seperti “Dunia Imajiner” dan “Selamanya, Kini & Nanti”.
“Aku ingin album ini terasa seperti perjalanan. Bukan cuma perjalanan musik, tapi juga perjalanan aku sebagai manusia dan sebagai musisi. Ada banyak hal yang aku pelajari selama proses membuat album ini. Ada hal yang sebelumnya belum pernah aku coba, ada cerita yang sebelumnya belum pernah aku berani ceritakan. Jadi ketika orang mendengarkan album ini, aku berharap mereka bukan cuma mendengar lagu Rony Parulian, tapi juga bisa menemukan bagian dari dunia mereka sendiri di dalamnya,” tutup Rony.
Album kedua Rony Parulian, ‘Dunia dan Seisinya,: akan dirilis pada 4 September 2026 dan tersedia di seluruh digital streaming platform.
(SPR)

