August 11, 2026
Image default
Asian Hit ListHot ReleasesWhat's New

Shye Bahas Mimpis Yang Kandas di Lewat “I Wanted It To Be You”

South Jakarta – Penyanyi, penulis lagu, dan produser Shye merilis single baru berjudul “I Wanted It To Be You” yang menjadi karya pertamanya sejak perilisan album ke-2-nya, ‘The Doves Came Home’, yang dirilis Mei lalu. Dengan nuansa yang powerful namun tetap dengan secercah kelembutan, “I Wanted It To Be You” menjadi babak baru dalam perjalanan musik Shye. Dengarkan lagu terbaru Shye di tautan ini.

Sebuah lagu cinta tentang hilangnya sebuah hubungan dan masa depan yang didambakan, “I Wanted It To Be You” hidup di antara ruang penerimaan dan ruang kerinduan. Yaitu saat kita menyadari bahwa sudah waktunya kita untuk move on namun secara bersamaan tetap menginginkan ending yang berbeda. Alih-alih mengungkapkan patah hati melalui nuansa yang kelam, Shye menemukan keindahan dalam kontras. Tekstur yang lembut dan airy membuat kemelankolisan di lagu ini menjadi terdengar manis. Hasilnya adalah kesan melayang bagaikan mimpi yang mencerminkan kebingungan yang hadir saat kita ditinggal oleh serpihan-serpihan dari kehidupan yang pernah dibayangkan.

“Aku harap lagu ini dapat terhubung dengan orang-orang yang berduka akan hilangnya seseorang dan juga masa depan yang pernah didambakan bersama. Lagu ini menjadi perwakilan dari orang-orang yang terjebak antara masa lalu dan penerimaan akan kemungkinan baru dalam hidup,” – ungkap Shye

Secara nuansa musik, Shye merangkum ketidakpastian dalam sebuah nuansa musik yang ethereal lengkap dengan keringanan nan surreal yang dapat menemani rasa patah hati dan momen-momen kehidupan yang menyakitkan.

For Shye, “I Wanted It To Be You” builds upon the vulnerability and introspection explored in ‘The Doves Came Home’ while opening the door to a new phase of creative exploration — embracing emotional complexity while expanding the sonic world she has created.

Bagi Shye, “I Wanted It To Be You” dibangun dari kejujuran dan introspeksi yang ia eksplor di album ‘The Doves Came Home’ namun turut membuka pintu untuk membiarkan eksplorasi kreatif lainnya masuk. Shye terus merayakan semua kompleksitas perasaannya seraya terus melebarkan sayap dari ruang musik yang telah diciptakan selama ini.

 

 

Shye ( foto : istimewa ,)

 

Tahun 2026 menjadi salah satu paling penting dalam karir Shye yang terus membangun momentum di studio dan di panggung. Pada bulan September nanti ia akan tampil di September Fever Festival di Cebu, Filipina sebelum ia menggelar sebuah tur Asia paling ambisiusnya yang akan mengunjungi beberapa titik di Asia Tenggara, Jepang, dan China. Detail lebih lanjut tentang tur ini akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.

 

Tentang Shye

Shye adalah seorang musisi independen, produser, dan penulis lagu yang dikenal melalui lagu-lagunya yang meleburkan genre indie-pop dan rock alternatif. Seorang musisi otodidak, ia menulis, merekam, memproduksi, serta melakukan proses mixing dan mastering semua lagunya sendiri. Hasilnya adalah warna musik yang intim dan ekspansif.

Shye memulai perjalanan musiknya di umur 16 tahun saat ia menjadi pemenang termuda di kompetisi musik Vans Musicians Wanted di tahun 2018. Sejak itu ia telah merilis karya secara reguler termasuk EP perdananya yang berjudul ‘Augus7ine’ di tahun yang sama, diikuti oleh album perdananya di tahun 2020 yang bertajuk ‘days to morning glory’. Album perdananya berhasil memenangkan Album of The Year di Youth Music Awards Singapura pada tahun 2021. Selanjutnya adalah EP eksperimental Shye yang berjudul ‘hello TRINITY’ dirilis pada 2021, dan disusul oleh EP ‘idk it’s complicated’ pada 2022, dan EP terkininya ‘9LIVES’ pada tahun 2023 yang diikuti oleh serangkaian single selama tahun 2024. Ia kemudian merilis album ke-2-nya, ‘The Doves Came Home’ pada Mei 2026.

Shye telah tampil di festival musik Tiger Den SXSW di Austin, Texas (2023), AXEAN Festival di Singapura (2023), Asia Rolling Music Festival di Taiwan (2022), Urbanscapes di Malaysia (2019), Baybeats di Singapura (2023, 2019), Asiya Festival di Filipina (2024), dan secara virtual untuk Music Lane Okinawa (2021) dan Bangkok Music City (2020). Shye telah tampil juga di acara pengangkatan Perdana Menteri Singapura yang baru pada Mei 2024 lalu, dan menutup penampilan tahun itu di The Alex Blake Charlie Sessions pada bulan Desember 2024 bersandingan dengan musisi internasional lainnya. Pada 2025 ia memperluas jejaknya di benua Asia dengan penampilannya di Emerge Fest di Taiwan pada bulan Februari dan menggelar konser solo pertamanya di Bangkok, Thailand pada bulan April 2025. Di bulan September, Shye tampil untuk pertama kalinya di Indonesia pada gelaran AXEAN Festival Bali. Ia juga tampil di Music Matters Live di Singapura sebelum ia pergi ke Jepang untuk tampil di weekend penutupan World Expo Osaka. Shye mengakhiri 2025 dengan tampil di Sing60 Festival di Singapura. Shye memulai 2026 dengan penampilannya di Bangkok Music City.

Shye telah melalang buana. Ia hadir di Times Square, New York City melalui billboard Spotify EQUAL, hingga dinobatkan sebagai Freshmusic’s Best New Artist di tahun 2021, Best New Act from Asia di Bandlab NME Awards 2022, dan KKBOX Rising Star Award 2022. Shye juga pernah difitur dalam 30 Under 30 milik Forbes Asia di tahun 2023, Gen T Leaders of Tomorrow milik Tatler Asia di tahun 2024, 40 under 40 milik majalah Prestige, dan 100 Global and Asia milik Dazed. Ia juga masuk ke daftar Top 10 of Asia: Southeast Asia’s Best Emerging Female Singers 2025.

Shye telah menjadi musisi pembuka untuk beberapa musisi internasional termasuk Daniel Caesar, Clairo, Superorganism, Sales, Men I Trust, Wisp, The Chairs, The Jesus and Mary Chain, dan juga Softcult saat mereka tampil di Singapura. Shye juga pernah mewakili Singapura dalam acara televisi 青年派计划 (Youth π Plan) di Cina dan Chuang Asia di Thailand. Shye juga tergabung dalam deretan musisi yang menyanyikan lagu tema Hari Nasional Singapura di tahun 2021 yang berjudul “The Road Ahead” dan baru-baru ini, ia turut tampil di panggung National Day Parade Singapura sebagai bagian dari selebrasi ulang tahun ke-60 Singapura.

Di luar musik, Shye juga pernah diundang Chanel untuk menghadiri peragaan busana internasional pertamanya di Hong Kong pada bulan November lalu yaitu Chanel Cruise Replica Show yang turut dihadiri oleh musisi ternama dunia lainnya seperti G-DRAGON dan Angèle. Ia juga menjadi warga negara Singapura pertama yang diundang untuk hadir di peragaan busana Chanel di Paris Fashion Week bulan Maret lalu sebagai salah satu celebrity guest. Shye telah muncul di halaman depan berbagai majalah seperti FEMALE, Men’s Folio, Prestige, Her World, Grazia, Aplus, dan ELLE Singapore. Seiring berjalannya waktu, ia juga telah bekerjasama dengan berbagai brand, menjajal perannya sebagai orang berpengaruh di industri musik, mode, dan budaya.

Baik saat di atas panggung atau pun di studio kamar tidurnya, Shye terus melangkah maju dengan dorongan yang dipengaruhi oleh kecintaannya terhadap musik dan terus melahirkan karya yang mampu membuat pendengarnya merasakan yang tidak bisa diutarakan. Lewat tiap lagu, Shye mengundang para pendengarnya untuk masuk dan menjelajahi dunianya sambil bersama-sama mengarungi dunia ini.

(SPR)

Related posts

Five Finger Death Punch Kolaborasi Dengan Babymetal di “The End ( 2025 Version)”.

Qenny Alyano

4 Finalis ‘Bintang Radio Indonesia 2024’ Luncurkan Single Perdana

Qenny Alyano

Mika Rafello Kolaborasi Dengan Sofyan Hadi ‘Death Vomit’ Rilis “Sanctity Sacrifice”

AQK

Leave a Comment