May 11, 2026
Image default
Asian Hit ListWhat's New

Shye Rilis Album Baru ‘The Doves Came Home’, Lepas Single “In The End”

South Jakarta – Penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Singapura, Shye, hari ini resmi merilis album studio ke-2-nya, ‘The Doves Came Home’. Disebut sebagai album paling ekspansif dan personal darinya, ‘The Doves Came Home’ membahas tentang kenangan, jarak, dan langkah sunyi untuk berdamai dengan diri sendiri. Nuansa musik dream-pop dekade 90-an membahana sepanjang album ini, lengkap dengan elemen shoegaze dan alt-rock. ‘The Doves Came Home’ mengalir seperti mimpi panjang dan bergerak antara rasa ringan yang hampa dan emosi yang berlebih. Vokal Shye yang airy mengalun manis di atas permainan gitar sebelum akhirnya berubah menjadi tembok-tembok penuh distorsi dan noise. Hasilnya adalah kontras yang dinamis antara keintiman dan ruang yang luas, serta kelembutan dan ketegangan.

“Album ini adalah sebuah pengingat bahwa penerimaan membutuhkan waktu meski momen pencerahan sudah terjadi. Akhirnya kita mengikuti suatu arah tanpa membutuhkan sebuah kepastian. Seperti burung merpati yang terbang, mereka tidak terburu-buru untuk mendarat namun mereka membiarkan diri mereka terbawa meski mereka tidak tahu di mana mereka akan berakhir. Di sanalah kedamaian ditemukan.” ungkap Shye.

Single andalan perilisan album ini adalah “In The End” yang menjadi inti ruang emosi yang melankolis dari album ini dengan nuansa atmosferik yang mengingatkan kita akan Cocteau Twins, Ride, and The Smashing Pumpkins. Membahas tentang penerimaan akan hal-hal duniawi, lagu ini menegaskan tema utama album ini. Bahwa merelakan bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan tahap penting untuk kembali memeluk diri sendiri.

Sepanjang mengalirnya album ini, perasaan yang hadir berubah dari ketidakpastian menjadi proses penemuan diri yang menghasilkan sebuah karya yang sangat personal dan kohesif dari segi musik. Meski “In The End” membahas tentang kesadaran akan waktu yang terus berjalan, lagu tersebut menjadi 1 dari 14 lagu di album baru Shye yang terasa luas, namun juga personal.  Sebuah kisah tentang kepulang, bukan ke sebuah tempat, melainkan ke diri sendiri.

Lahir dari evolusi diri dan musik selama dua tahun, album ‘The Doves Came Home’ mengajak semua pendengarnya ke ruang aman yang serba jujur dan mencerahkan. Album ini menunjukkan kemampuan Shye untuk membuat semesta musik yang utuh dan menyatukan dua ruang emosi yang bertolak belakang, yang mencekam dan yang menyembuhkan. Kita sebagai pendengar pun dengan mudahnya dapat merasakan transisi dari siapa Shye yang dulu menuju sebuah jati diri yang baru.

Track list ‘The Doves Came Home’:

1. Return

2. Draw The Line

3. Waited for you

4. Cecilia

5. Smoke

6. Shed

7. I Always Knew

8. If Today Was Yesterday

9. In The End

10. Too Late

11. Eclipse

12. Someone, Always

13. Signs

14. Are You Coming Home?

Tentang Shye

Shye adalah seorang musisi independen, produser, dan penulis lagu yang dikenal melalui lagu-lagunya yang meleburkan genre indie-pop dan rock alternatif. Seorang musisi otodidak, ia menulis, merekam, memproduksi, serta melakukan proses mixing dan mastering semua lagunya sendiri. Hasilnya adalah warna musik yang intim dan ekspansif.

Shye memulai perjalanan musiknya di umur 16 tahun saat ia menjadi pemenang termuda di kompetisi musik Vans Musicians Wanted di tahun 2018. Sejak itu ia telah merilis karya secara reguler termasuk EP perdananya yang berjudul ‘Augus7ine’ di tahun yang sama, diikuti oleh album perdananya di tahun 2020 yang bertajuk ‘days to morning glory’. Album perdananya berhasil memenangkan Album of The Year di Youth Music Awards Singapura pada tahun 2021. Selanjutnya adalah EP eksperimental Shye yang berjudul ‘hello TRINITY’ dirilis pada 2021, dan disusul oleh EP ‘idk it’s complicated’ pada 2022, dan EP terkininya ‘9LIVES’ pada tahun 2023 yang diikuti oleh serangkaian single selama tahun 2024. Kini ia melanjutkan perilisan single-single menuju album berikutnya yang akan ia rilis di tahun 2026.

Shye telah tampil di festival musik Tiger Den SXSW di Austin, Texas (2023), AXEAN Festival di Singapura (2023), Asia Rolling Music Festival di Taiwan (2022), Urbanscapes di Malaysia (2019), Baybeats di Singapura (2023, 2019), Asiya Festival di Filipina (2024), dan secara virtual untuk Music Lane Okinawa (2021) dan Bangkok Music City (2020). Shye telah tampil juga di acara pengangkatan Perdana Menteri Singapura yang baru pada Mei 2024 lalu, dan menutup penampilan tahun itu di The Alex Blake Charlie Sessions pada bulan Desember 2024 bersandingan dengan musisi internasional lainnya. Pada 2025 ia memperluas jejaknya di benua Asia dengan penampilannya di Emerge Fest di Taiwan pada bulan Februari dan menggelar konser solo pertamanya di Bangkok, Thailand pada bulan April 2025. Di bulan September, Shye tampil untuk pertama kalinya di Indonesia pada acara AXEAN Festival Bali. Ia juga tampil di Music Matters Live di Singapura sebelum ia pergi ke Jepang untuk tampil di weekend penutupan World Expo Osaka. Shye mengakhiri 2025 dengan tampil di Sing60 Festival di Singapura. Shye memulai 2026 dengan penampilannya di Bangkok Music City.

Shye telah melalang buana. Ia hadir di Times Square, New York City melalui billboard Spotify EQUAL, hingga dinobatkan sebagai Freshmusic’s Best New Artist di tahun 2021, Best New Act from Asia di Bandlab NME Awards 2022, dan KKBOX Rising Star Award 2022. Shye juga pernah difitur dalam 30 Under 30 milik Forbes Asia di tahun 2023, Gen T Leaders of Tomorrow milik Tatler Asia di tahun 2024, 40 under 40 milik majalah Prestige, dan 100 Global and Asia milik Dazed. Ia juga masuk ke daftar Top 10 of Asia: Southeast Asia’s Best Emerging Female Singers 2025.

Shye telah menjadi musisi pembuka untuk beberapa musisi internasional termasuk Daniel Caesar, Clairo, Superorganism, Sales, Men I Trust, Wisp, dan The Chairs saat mereka menghampiri Singapura saat tur. Sebagai tambahan, ia juga pernah mewakili Singapura dalam acara televisi 青年派计划 (Youth π Plan) di Cina dan Chuang Asia di Thailand. Shye juga tergabung dalam deretan musisi yang menyanyikan lagu tema Hari Nasional Singapura di tahun 2021 yang berjudul “The Road Ahead” dan baru-baru ini, ia turut tampil di panggung National Day Parade Singapura sebagai bagian dari selebrasi SG60.

Di luar musik, Shye juga pernah diundang Chanel untuk menghadiri peragaan busana internasional pertamanya di Hong Kong pada bulan November lalu yaitu Chanel Cruise Replica Show yang turut dihadiri oleh musisi ternama dunia lainnya seperti G-DRAGON dan Angèle. Ia juga menjadi warga negara Singapura pertama yang diundang untuk hadir di peragaan busana Chanel di Paris Fashion Week bulan Maret lalu sebagai salah satu celebrity guest. Shye telah muncul di halaman depan berbagai majalah seperti FEMALE, Men’s Folio, Prestige, Her World, Grazia, Aplus, dan ELLE Singapore. Seiring berjalannya waktu, ia juga telah bekerjasama dengan berbagai brand, menjajal perannya sebagai orang berpengaruh di industri musik, mode, dan budaya.

Baik saat di atas panggung atau pun di studio kamar tidurnya, Shye terus melangkah maju dengan dorongan yang dipengaruhi oleh kecintaannya terhadap musik dan terus melahirkan karya yang mampu membuat pendengarnya merasakan yang tidak bisa diutarakan. Lewat tiap lagu, Shye mengundang para pendengarnya untuk masuk dan menjelajahi dunianya sambil bersama-sama mengarungi dunia ini.

(SPR)

 

Related posts

The Changcuters Rayakan 20 Tahun Perjalanan Karir Gelar Konser Tunggal Desember 2024

AQK

Raisa Umumkan Konser Bersama Magenta Orchestra Juni 2026

Qenny Alyano

Laufey Umumkan Album ‘Bewitched: The Goddess Edition’ Sebelum Manggung di Java Jazz

AQK

Leave a Comment