South Jakarta ,- Pertengahan tahun 2026 dipilih Slank sebagai waktu yang tepat untuk merilis karya terbaru, yaitu album “Republik Fufufafa”. Tanggal 5 Juni dipilih karena bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sesuai dengan tema besar yang diusung Slank dalam Album Launching Party Republik Fufuafa bareng Slank di Markas Slank – Jl. Potlot 14 hari ini.
Album studio ke-26 Slank ini, memuat 10 lagu baru yang proses rekamannya dilakukan selama bulan suci Ramadhan tahun 2025, berlokasi di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz, kemudian dilanjut di Parah Studio – Potlot 14. Selama 2 minggu, Slank menjalani kegiatan berpuasa Ramadhan dengan produktivitas di dalam studio sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka. Setiap harinya, dimulai dengan workshop selama beberapa jam, dilanjut proses tracking untuk masing-masing instrumen secara bergantian. Tentunya dengan jeda sholat berjamaah di setiap adzan berkumandang dan buka puasa bersama sebagai penutup kegiatan rekaman.
Dalam setiap album Slank, terkandung 4 unsur yang selalu ada yaitu Cinta, Alam, Sosial dan Youth (anak muda). Begitu juga dengan album yang cover depannya menampilkan kelima personil Slank memakai make up badut nackal karya teman-teman dari Face Painting Jakarta ini. Lagulagu dari album Republik Fufufafa, mulai ditulis oleh Bimbim di sepanjang tahun 2024. Sementara Kaka menulis lagu ciptaannya di tahun 2021.
Selain itu, album Republik Fufufafa juga menghadirkan variasi genre musik yang fresh dari Slank. Mulai dari rock alternative, rock n’ roll, hingga ballad melankolis yang menghanyutkan. Penggunaan lirik dalam lagu-lagunya juga terlihat sederhana namun kuat dalam makna, sesuai dengan cerminan dari jiwa slengean-nya Slank. Sebelum albumnya dirilis, 2 lagu ciptaan Bimbim yaitu “Republik Fufufafa” dan “PPN 12%” yang mengangkat isu sosial, lebih duludiperkenalkan Slank yang secara kontan menggemparkan publik danmenjadi trending topic di berbagai platform media sosial.
Peluncuran album Republik Fufufafa juga dibarengi dengan perilisanmusic video untuk lagu Rusak Ancur. Sebuah lagu ciptaan Bimbim yang
menjadi alat penyampaian kritik keras Slank, atas kerusakan alam yang terjadi akibat ulah banyak pihak.Berikutnya ada lagu Jangan Rakus yang diciptakan oleh Kaka, sebagai pengingat untuk Kita semua agar merasa berkecukupan dengan “Ambil yang Kau perlu, makan yang Kau butuh”. Istilah masa kini, jangan jadi Kaum Mendang-Mending yang kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sesuai potongan liriknya, “Diikutin gak cukup2, ngebandingin orang melulu”.
Urutan kelima ada lagu Di Dekatmu yang diciptakan oleh Kaka & Bimbim. Lagu ini memiliki lirik sederhana dengan bahasa slengean, tentang pria yang membutuhkan sosok wanita di dekatnya. Dengan balutan aransemen yang melankolis namun begitu elegan. My Rinduku adalah lagu terbaru Slank yang liriknya sangat simple & to the point. Tanpa banyak kata, tapi cukup untuk mewakili rasa rindu terhadap pasangan. Suara siulan bibir yang sudah lama tidak terdengar di lagu Slank, kembali disematkan di lagu ciptaan Bimbim yang juga
mengangkat aransemen rock n’ roll-nya Slank.
Setahun sebelum rekaman, Bimbim merasakan duka mendalam yang disebabkan oleh kepergian sosok panutan, yaitu Pak Sidharta. Rasa kehilangan dan kerinduan mendalam itu, akhirnya dicurahkan lewat lagu Papa Sid yang dinyanyikan oleh Bimbim.
Track ke-8 terdapat lagu yang diberi judul Bunga Rindu. Salah satu lagu Slank yang menghadirkan nuansa baru dalam aransemennya. Lagu yang
berkisah tentang gadis menawan yang tanpa disangka memiliki kisah kelam. Kemudian ada lagu Buka Baju yang membuktikan bahwa Slank masih slengean, dengan lirik terdengar nakal yang membebaskan para pendengar untuk menginterpretasikan lagu ini sesuai keinginan masingmasing. Di urutan terakhir album Republik Fufufafa, ada lagu Ku Tak Mungkin. Sebuah lagu cinta terbaru Slank dengan balutan musik yang nyaman di telinga, layaknya lagu-lagu hits Slank sebelumnya. Lagu ini dipastikan dapat menyuarakan wujud kesetiaan terhadap pasangan, tanpa kenal batasan.
Untuk rilisannya, album 26 Slank lebih dulu diedarkan dalam format digital yang bisa didengar di berbagai digital streaming platform mulai tengah malam nanti, yaitu tanggal 6 bulan 6 tahun 2026. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan menghadirkan album fisik Republik Fufufafa
dalam bentuk Kaset, CD dan Vinyl dimana Slank membuat cover depan yang berbeda untuk setiap masing-masing rilisannya. Keistimewaan lainya, semua foto yang ditampilkan di album fisik album ini menggunakan kamera analog hasil jepretan Heret Frasthio.
1. Republik Fufufafa (Ciptaan: Bimbim)
2. Rusak Ancur (Ciptaan: Bimbim)
3. Jgn Rakus (Ciptaan: Kaka)
4. Di Dekatmu (Ciptaan: Kaka & Bimbim)
5. My Rinduku (Ciptaan: Bimbim)
6. Papa Sid (Ciptaan: Bimbim)
7. PPN 12% (Ciptaan: Bimbim)
8. Bunga Rindu (Ciptaan: Bimbim)
9. Buka Baju (Ciptaan: Bimbim)
10. Ku Tak Mungkin (Ciptaan: Bimbim)
Slank adalah;
Bimbim Slank : Drums, Vocal, Gitar
Kaka : Vocal, Percusi
Ivanka : Bass
Ridho Hafiedz : Gitar di speaker kiri, Keyboard, Piano
Abdee Negara : Gitar di speaker kanan
Tracking : Memed & Wiwin
Mix & Mastering : Stephan Santoso
Foto cover by Herets
Cover idea by Bimbim
Cover design by Dian Pramana
Music video
Republik Fufufafa
Sutradara: Riandhani Yudha Pamungkas
Production House: Analoog
PPN 12%
Sutradara: Okka Putra
Production House: Numotion
Rusak Ancur
Sutradara: Baypoetra
Production House: Agung Nanda & Michael Mardjuki in collaboration
with Voyaige.Studio
Semua lagu ciptaan Bimbim
Kecuali : – Di Dekatmu (Kaka & Bimbim)
– Jgn Rakus (Kaka)
Produser by Bimbim for Slank Record
(SPR)

