Oktober 30, 2026
Image default
What's New

Sleep Theory Lepas Single dan MV “Giving In” Usai Album Debut ‘Afterglow’

South Jakarta – Band heavy rock asal Memphis, Amerika Serikat, Sleep Theory, kembali dengan single terbaru “Giving In”, menandai perilisan musik orisinal pertama mereka sejak album debut yang mendapat sambutan positif, ‘Afterglow’, pada 2025. Single ini sudah dapat didengarkan melalui tautan berikut, sementara video klip resminya dapat ditonton di sini.

Mengangkat pergulatan menghadapi siklus kecanduan yang seolah tak berujung, “Giving In” hadir bersama video klip bernuansa kelam yang menggambarkan vokalis Cullen Moore terjebak dalam lingkaran tanpa akhir saat menggali kuburannya sendiri. Sepanjang video, Moore menyerang dan mengubur sosok dirinya yang tak sanggup ia hadapi, hanya untuk kembali berjuang keluar dari dalam tanah. Sosok-sosok gelap terus mendekat dan menyeretnya kembali pada kebiasaan buruknya, sementara hamparan kuburan yang telah digali menggambarkan perjuangan yang terus berulang.

Popularitas Sleep Theory yang terus meningkat turut membuka berbagai kesempatan tampil di panggung besar, termasuk festival seperti Sick New World, Sonic Temple, Download UK, dan Pinkpop. Tingginya antusiasme penonton juga mendorong promotor di berbagai negara untuk memindahkan pertunjukan ke venue yang lebih besar serta menambahkan jadwal baru. Lewat tur bersama Three Days Grace, Shinedown, Falling In Reverse, Papa Roach, dan Beartooth, Sleep Theory terus memperkenalkan penampilan live mereka yang eksplosif dan sinematik kepada pendengar di berbagai belahan dunia.

 

Sleep Theory – Giving In – Single Artwork

Sleep Theory dijadwalkan menjalani rangkaian tur di Inggris, Eropa, Australia, dan Jepang, dengan jadwal tambahan yang akan diumumkan kemudian. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal tur dapat ditemukan melalui situs resmi Sleep Theory.

Tentang Sleep Theory

Berasal dari Memphis, Amerika Serikat, Sleep Theory memadukan elemen R&B yang emosional dengan energi hard rock yang intens. Karakter musik mereka dibangun melalui permainan gitar yang bertenaga, ritme yang solid, vokal Cullen Moore yang kuat, serta melodi yang mudah melekat di ingatan. Formasi band ini terdiri dari Cullen Moore (vokal), Paolo Vergara (bass), Daniel Pruitt (gitar), dan Benjamin Pruitt (drum). Perpaduan musikal mereka membawa Sleep Theory menjadi salah satu nama yang menonjol dalam perkembangan musik heavy modern.

Album debut ‘Afterglow’ dan EP pendahulunya, ‘Paper Hearts’, telah mengumpulkan lebih dari satu miliar streaming secara kumulatif. Pada 2026, Sleep Theory juga meraih penghargaan Best New Artist di iHeartRadio Music Awards. Lima lagu mereka berhasil menembus Top 10 tangga lagu Billboard Mainstream Rock, dengan “Stuck in My Head”, “Static”, dan “Words Are Worthless” masing-masing mencapai posisi No. 1.

Dengan pencapaian tersebut, Sleep Theory terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pendatang baru paling menonjol di ranah heavy music, sekaligus membangun basis penggemar yang kuat melalui musikalitas, kejujuran, dan koneksi yang terjalin dengan para pendengarnya.

(SPR)

 

Related posts

‘Kahitna 40 Tahun’ : Konser Terbesar Sepanjang Empat Dekade Perjalanan Musik

Qenny Alyano

Duo Pop Elektronik Soundwave Comeback , Rilis Singel Populer “Bawa Daku Pergi”

AQK

KeNN Membuat Patah Hati Tidak Pernah Sebelumnya di Single “One in a million”

Qenny Alyano

Leave a Comment