May 27, 2026
Image default
Event & Community

Solo City Jazz 2025 Sukses Digelar, Hadirkan Sandhy Sondoro Sampai ERK

South Jakarta – Solo City Jazz, yang telah diadakan oleh C-Pro dengan Wenny Purwanti sebagai CEO. Telah dimulai sejak 2009, menjadi agenda tetap event setahun sekali kota Solo. Sempat terpaksa absen, ditunda penyelenggaraannya karena erupsi Gunung Merapi lalu juga terdampak atas pandemi Covid 19. pada 2025 ini bisa terselenggara lagi dengan lancar.

Dukungan dan perhatian Pemerintah Kota Solo tentu sangat berarti. Terlebih-lebih lagi dari berbagai sponsor yang telah bersedia memberi support atas terselenggaranya festival jazz ini. Solo City Jazz ke-13, kali ini tetap mengambil tempat di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo.

Dilangsungkan pada akhir pekan, Sabtu 27 September 2025. Dimulai pada jam 16.00 WIB, UTARA, grup band asal kota Solo terpilih menjadi pembuka Solo City Jazz 2025 ini. Mereka melakukan come-back, setelah beberapa waktu vakum, karena kesibukan para personilnya.

Membuka kehadiran mereka lewat ‘Ruang Lain’, ‘Lelah Langkahku, dan ‘Hujan Di Hatiku’ sungguh – sungguh menjadi pembuka yang sangat apik. Karakteristik band awal 2000-an tampak melekat di beberapa komposisi mereka.

“Kehadiran kami di panggung Solo City Jazz ini memang sudah lama kami nantikan. Terus terangini menjadi sebuah keinginan sejak lama,” ungkap Ipul sebagai leader dari UTARA. Mereka juga sengaja merekomposisi lagu-lagu yang mereka hadirkan di panggung Solo City Jazz ke 13 ini. “Ini sengaja dilakukan sebagai pertanda kehadiran kami kembali ke kancah musik tanah air,” ungkap Ipul lagi yang turut membidani UTARA lewat beberapa album penuh dari label besar, dan juga secara Indie ini.

Setelah grup band yang dianggap “legend”nya kota Solo tersebut, berikutnya adalah pianis, Aditya Ong yang membawa quartetnya, dan mereka seperti young guns nya skena jazz di kota Solo. Membuka pertemuannya di ujung sore tersebut lewat ‘Love, Live and Hope’, lalu melanjutkan kehadiran mereka lewat komposisi ‘East, West, CNY Night’. Setelah memperkenalkan para personilnya, Aditya Ong dan kawan-kawan melanjutkan kehadiran mereka lewat ‘Think, Re-Think, Action’, dan ditutup lewat 44 The Beginning, The Enlightenment. Tak hanya sampai disitu saja, Aditya Ong pun mendapat tugas, untuk mengiringi Sandhy Sondoro.

Selepas break Maghrib dan Isya, Sandhy Sondoro tampil mengisi acara. Membuka penampilan lewat ‘Anak Jalanan’, Sandhy melanjutkan kehadirannya lewat single ‘Dariku Untukmu’, ‘In The Heat of the Bali Sun’. Penonton pun pelan tapi pasti makin banyak jumlahnya. Beberapa penonton memang nampak lumayan antusias menyambut penampilan Sandhy Sondoro.

Setelah sedikit menyapa penonton Sandhy pun menghadirkan lagu selanjutnya seperti ‘You’re The Inspiration’ dan ‘End of The Rainbow’. Lalu penonton pun mulai mengikuti ritme yang diciptakannya dengan ikut bernyanyi tatkala menghadirkan ‘Tak Pernah Padam’, ‘Superstar’ dan ditutup dengan lagu ‘Malam Biru’.

Dari Sandhy Sondoro kemudian tampil grup asal Solo lainnya yang merupakan “local pride” Pung n Friends – Ing Jazz Triwindu. Grup senior ini juga didaulat untuk mengiringi Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani lewat lagu ‘Don’t Know Why’ yang dipopulerkan oleh Norah Jones.

Sandhy Sondoro ( foto : istimewa )

Sebelumnya Pung n Friends sempat meramaikan panggung lewat beragam lagu diantaranya ‘I’ve Got You Under My Skin’, ‘Dari Mana Datangnya Asmara’, ‘123’, ‘So Nice’ dan ‘Let’s Stay Together. Tak berselang lama setelah Pung n Friends silam di balik panggung, hadir Pilipe (dari Komunitas Jazz, Pinggir Kali Pepe). Kelompok “tua-muda” ini dipimpin pianis kawakan, Sukat Puspaningrat. Membuka penampilannya dengan komposisi instrument yang sangat kental jazznya dengan judul ‘Armando’s Rhumba’ dan ‘Del Sasser’.

Selepas dua komposisi tersebut, Sukat Puspaningrat mempersilakan seorang penyanyi legend, Margie Segers untuk hadir dipanggung dan mengiringi Margie untuk tampil. Kehadiran Margie Segers pun disambut lumayan antusias oleh banyak penonton. Suasana panggung tampak bertambah bergairah. Margie membuka kehadirannya dengan lagu ‘Fly Me To The Moon’ yang di aransemen ulang olehnya. Lalu hadir lagu ‘Kesepian’, Stormy Monday’. Suasana semakin panas, ketika Margie memutuskan untuk turun menyapa penonton ketika membawakan lagu ‘Semua Bisa Bilang’ dan ditutupnya dengan single ‘Kata Hati’.

Malam semakin hangat dan elu – elu penonton pecah ketika Float tampak mengisi panggung. Kelompok pop-rock yang lumayan panas ini, dengan jumlah fans fanatik yang tersebar merata itu memang berhasil lebih memanaskan suasana. Suara tebal yang cukup khas dari Hotma “Meng” Roni Simamora, seolah membangkitkan kegairahan para penonton. Terlihat sebagian penonton sungguh antusias menikmati penampilan Float. Grup yang merilis debut album, No Dream Land pada 2005 ini, hadir dengan menambah semaraknya variasi sajian musik di Solo City Jazz 2025. Float membuat hidangan musik yang tersaji, menjadi lebih warna-warni. Dengan Meng sebagai lead vocal, David Q Lintang (gitaris), Timur Segara (drums) dan Binsar Tobing (bass).

Lagu-lagu hits mereka seperti ‘Time’, ‘I.H.I’, ‘Stupido’, ‘No Dream Land’, ‘Emily’, ‘Tiap Senja’, ‘Sementara’ ataupun ‘Pulang’ tak ada yang dibiarkan begitu saja tanpa encore dari penonton. Float seolah “membuka jalan jadi lebih lebar dan lapang” bagi kelompok musik yang menutup acara. Efek Rumah Kaca, yang didapuk menjadi grup terakhir yang mengunci acara. Sudah terasa dan terlihat sebagian penonton menanti dengan penuh kesabaran penampilan mereka kali ini. Sebagai salah satu kelompok musik indie terdepan ini, memang tampak menyempurnakan kegairahan berbalut kegembiraan di pagelaran Solo City Jazz 2025. Cholil Mahmud sebagai vokalis dan gitaris, bak memenuhi areal venue Solo City Jazz dengan lagu -lagu bersuasana noise lumayan tebal. Dengan tebaran aksentuasi pop, rock sedikit blues, juga jazz. Merica, lada, ketumbar bertaburan juga… Membantu para penikmatnya, menjadi seolah-olah mengawang-awang.

Efek Rumah Kaca ( foto : istimewa )

Maksudnya adalah, ERK yang debut albumnya adalah self titlted album, yang dirilis tahun 2007 memang memberi suasana yang berbeda. Tapi tentu saja menghangatkan suasana. Sedikit suasana Smashing Pumpkins atau The Smiths, sampai NIN, tapi dengan konotasi “ballad”. Tapi ERK memang lantas memberi asupan bunyian bergizi, yang menyehatkanmenyehatkan telinga. Berlanjut ke urat-urat nadi, jantung hingga hati para pendengarnya.

Membuka kehadiran mereka lewat single ‘Kamar Gelap’, lalu dilanjutkan dengan ‘Rahim Ibu’, ‘Putih’, ‘Lagu Kesepian’ ataupun ‘Desember’ sungguh-sungguh menjadikan suasana berbeda dan membawa penonton ke dimensi lain. Kehadiran lagu lainnya seperti ‘Di Udara’, ‘Balerina’, ‘Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa’ serta penutup ‘Cinta Melulu’ seperti menjadi klimaks terbaik. “Jazz” nya ERK bisa disebut lumayan sempurna menutup gelaran Solo City Jazz 2025.

(SPR)

Related posts

The Changcuters Rayakan 20 Tahun Perjalanan Karir Gelar Konser Tunggal Desember 2024

AQK

IT’S HIS/HER DAY 2024 – Playground & Lifestyle Experience Digelar Akhir November Hadirkan Reality Club Sampai Unity

AQK

Yovie and His Friends Siap Ramaikan Gelaran Synchronize Fest 2025

Qenny Alyano

Leave a Comment