April 16, 2026
Image default
Event & CommunityWhat's New

The Script Sukses Puaskan Penonton Jakarta Bersama Hoobastank

South Jakarta – Untuk kesekian kalinya, band asal Irlandia, The Script, kembali menggelar konser di Jakarta. Namun yang berbeda adalah, konser The Script kali ini merupakan bagian dari rangkaian ‘Satallites World Tour 2025’ setelah mereka merilis album ‘Satellites’ pada tahun 2024 lalu. Namun demikian, dalam tur konser kali ini, sang drummer Glen Power harus absen karena alasan pribadi sehingga menyisakan Danny O’Donoghue sebagai satu-satunya personil asli. Semetara sang gitaris, Mark Sheehan telah berpulang pada 14 April 2023 lalu. Konser The Script ‘Satellites World Tour’ dipromotori oleh Colors Asia Live dan berlangsung pada hari Jum’at, 14 Februari 2025 di ICE BSD CIty, Jakarta. Selain di Jakarta, The Script juga akan tampil di Jatim Expo, Jawa Timur pada hari Minggu, 16 Desember 2025. Baik di Jakarta dan Surabaya, band rock asal California, Hoobastank, akan menjadi opening act.

Semenjak sore hari, ribuan penonton telah memenuhi area venue dan tidak sabar ingin menyakasikan penampilan Danny O’Donoghue CS. Setelah menyanyikan bersama lagu “Indonesia Raya”, presenter dan bintang film, Boy William tampil ke atas panggung dan membuka acara. Boy kemudian mengajak penonton yang hadir untuk menebak lirik lagu yang ia nyanyikan. Beberapa penonton yang beruntung bisa menebak, mendapatkan merchandise dari pihak penyelenggara. Beberapa saat kemudia Boy William memanggil nama Hoobastnak untuk tampil ke atas panggung. Keempat personil Hoobastank yang terdiri dari Doug Rob (vokal), Dan Estrin (gitar), Chris Hesse (drums) dan Markku Lappalainen (bass) langsung menggebrak panggung dengan nomor pembuka “Same Direction”.

Hoobastank ( foto : QB )

 

Hoobastank ( foto : QB )

 

Tanpa jeda, Hoobastank langsung melanjutkan dengan “Born To Lead” yang membuat suasana semakin panas. Barulah kemudian Doug Rob menyapa penonton yang hadir. “Terima kasih banyak” ucap Doug dalam Bahasa Indonesia. “Kalian pasti lagi nungguin The Script ya? Mana suaranya ? Apakah kalian siap besenang-senang malam ini? Semoga kalia senang berada di sini.” sambung Doug sebelum melantunkan :Running Away”. Setelahnya Hoobastank membawakan “If I Were You” dan “Out of Control” membuat penonton bernyanyi dan melompat bersama. Klimaks dari penampilan Hoobastank ketika Doug meminta penonton untuk menyalakan flashlight dari handphone. Doug bakan sampai turun ke penonton dan membacakan sebuah tulisan yang dibuat oleh penonton tersebut. Hoobastank kemudian membuat seisi venue pecah saat membawakan nomor hits mereka, “The Reason”. “Terima Kasih banyak, Jakarta” ucap Doug dalam Bahasa Indonesia sebelum menutup penampilan dengan lagu “Crawling in the Dark”.

Setelah break beberapa saat, The Script kemudian tampil memulai pertunjukan sekitar pukul 20.30. Dibuka  dengan penampilan sang drummer memainkan perkusi drums di tengah panggung, The Script kemudian langsung membuka penampilan dengan nomor “You Won’t Feel a Thing” yang diambil dari album kedua mereka, ‘Science & Faith’. The Script yang juga diperkuat oleh Benjamin Sergeant (bass) dan Ben Weaver (gitar), langsung melanjutkan penampilan dengan nomor hits “Superheroes” membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Setelah membawakan “Rain” dan “Both Ways”, sang vokalis Danny O’Donoghue yang malam itu mengenakan kemeja berwarna merah dengan jaket hitam, mengambil gitar akustik ketika membawakan “Six Degrees of Separation”.

Suasana konser pecah ketika The Script membawakan nomor hits mereka “The Man Who Can’t Be Moved” yang membuat seluruh penonton ikut bernyanyi bersama. “Terima Kasih banyak untuk momen ini. Kalian luar biasa. Sepuluh ribu penonton di Jakarta. Ini adalah konser terbesar, tergila dan terbaik yang pernah kami lihat”. ujar Danny yang langsung disambut meriah penonton.

The Script ( foto : QB )

 

The Script ( foto : QB )

 

Usai membawakan “The Last Time”, The Script menyuguhkan “If You Could See Me Now” yang didedikasikan untuk mendiang gitaris, Mark Sheehan. “Lagu ini kami dedikasikan untuk Mark dan juga semua yang pernah merasakan kehilangan” ujar Danny. Setelah membawakan “Inside Out”, The Script memberikan kejutan, “Hari ini adalah Hari Valentine. Selamat Hari Valentine semuanya. Karena ini hari Valentine, jadi kami juga akan membuat sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.”ungkap Danny lagi.

Danny kemudian turun ke penonton dan mengajak  seorang penonton wanita bersama Leni untuk naik ke panggung menemaninya sambil melantunkan lagu “Never Seen Anything ‘Quite Like You”. Danny yang bernyanyi sambil bermain piano di lagu terseb meminta Leni untuk memencet tuts piano di not terakhir. Tanpa disangka-sangka, Danny kemudian memeluk Leni dan mencium kening Leni yang menuat penonton berteriak histeris.

The Script kemudian melanjutkan penampilan dengan membawakan “Before the Worst”, “Nothing” dan “No Good in Goodbye”. Lightning kemudian berubah menjadi hijau saat The Script membawakan “Paint the Town Green”. Suasana kembali pecah saat lagu “For the First Time” dibawakan yang sepertinya menjadi salah satu lagu yang ditunggu penonton. Setelah sesi encore, The Script membawakan “Home is Where the Hurt is”, “Breakeven” dan ditutup dengan “Hall of Fame”.

Related posts

Che’Nelle Lagu Anthem”Everybody” Perjalanan Menyentuh Hati Melalui Kesendirian dan Kekuatan

AQK

Nadhif Basalamah Cerita Kehidupan Yang Bergerak di Single “Bergema Sampai Selamanya”

AQK

Synchronize Fest 2025 Umumkan Beberapa Lineup, Digelar Oktober 2025

AQK

Leave a Comment