South Jakarta – FKJ, multi-instrumentalis, penyanyi, penulis lagu, dan produser ternama asal Prancis, memulai era barunya lewat perilisan single “Soulmates” yang dirilis bersamaan dengan pengumuman album studio ketiganya, ‘Tyber’, yang siap dirilis bulan September tahun ini.
Hangat, menyeluruh, dan mengalir dari segi ritme, “Soulmates” menampilkan pendekatan instingtif terhadap komposisi khas FKJ dan menjadi persembahan pertama dari semesta ‘Tyber’ miliknya. Menampilkan musikalitas yang kaya dari segi teknis dan muatan emosi yang dalam, “Soulmates” merangkum keseimbangan yang menjadi elemen penting dari karyanya seraya ia membawa nuansa kebahagiaan musim panas yang dipandu oleh permainan gitar khas Carlos Santana. Lebih dari sekadar lagu cinta, “Soulmates” memiliki makna dan tujuan yang dalam bagi FKJ.
‘Soulmates’ adalah tentang merayakan kesendirian kita. Bagiku, waktu untuk menyendiri itu penting dan aku memberikan waktu untuk diriku. Namun aku juga peduli dengan ‘soulmates’-ku, yaitu orang-orang penting di kehidupanku. Semuanya tentang keseimbangan.” ungkap FKJ.
“Soulmates” adalah cuplikan dari album ‘Tyber’ dari FKJ yang digadang sebagai proyek paling ekspansif dan tanpa batasan dari dirinya. ‘Tyber’ merangkum sebuah periode penuh transformasi dari segi kreatif dan pribadi seorang FKJ, khususnya setelah perilisan album ‘V I N C E N T’ pada 2022. Ditulis dan direkam di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Brasil, Filipina, dan Meksiko, album ‘Tyber’ adalah refleksi dari kehidupan FKJ yang penuh pergerakan, waktu menyendiri, kolaborasi, dan pembaruan. Tiap tempat yang ia kunjungi memengaruhi nuansa musik di album ini. Sepanjang album ‘Tyber’, komposisi penuh groove dapat disandingkan dengan instrumental bernuansa jazz, eksplorasi penuh sample, dan momen penulisan lagu yang tegas. Semuanya bergerak secara mengalir dari genre funk, alt-pop, R&B, dan tekstur psikedelik yang membentuk sebuah gambar dari seorang musisi yang mendokumentasikan perubahannya secara real time. Album ini juga menampilkan sederet kolaborator yaitu Lucy Park, Baby Rose, Bas, Eryn Allen Kane, dan Labrinth.
Sepanjang karirnya, FKJ telah mendapat banyak pengakuan atas karya-karyanya yang mendorong berbagai batasan, khususnya dalam ranah musik elektronik Prancis. Kerap dikenal sebagai seorang pionir dalam pergerakan New French House, FKJ telah berhasil membangun style-nya sendiri yang identik dengan instrumentasi live, improvisasi, looping, dan produksi musik berlapis yang mantap. Darah Prancis yang mengalir di dirinya menjadi benang merah dalam semua karya-karyanya, bahkan saat musiknya mendapatkan inspirasi dari banyak kultur dan komunitas di seluruh dunia. FKJ telah mengumpulkan lebih dari 4.6 juta follower di berbagai platform, 4 miliar stream secara global, dan 2.5 juta subscriber YouTube yang turut membangun reputasinya sebagai sosok yang dikenal lewat pengalaman musikalnya yang imersif dari segi visualisasi juga. Seorang musisi yang timeless dan juga eksperimental, FKJ telah membangun sebuah dunia musikal singular yang memadukan dunia jazz, soul, klasik, hip-hop, funk, rock, dan elektronik. Tak heran jika musiknya terus terhubung dengan audiens globalnya berkat kemampuan teknisnya dan atmosfer intim yang ia ciptakan.
Lewat “Soulmates”, album ‘Tyber’, dan sebuah tur internasional yang sedang dipersiapkan, FKJ memasuki era baru dengan semangat baru dan sebuah visi untuk mendorong musiknya maju seraya ia terus berpegang teguh kepada insting musiknya yang telah membentuk karirnya dari awal ia bermusik.

Daftar lagu album ‘Tyber’:
1. Journey
2. Clear
3. How Much Does It Take To Shift It All
4. Burst
5. Leaving
6. Changes Rising
7. Heavy Heart
8. I Want U
9. Soulmates
10. Open
11. Little Little Voice
12. In Heaven
Tentang FKJ & ‘Tyber‘
Album ‘Tyber’ adalah dokumen penemuan diri FKJ di tahun-tahun sejak ia merilis album ‘V I N C E N T’ pada 2022. Khususnya setelah ia menyentuh titik terendah dan kembali ke permukaan dengan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya. Secara gaya musik, album ini penuh dengan petualangan yang mengalir secara alami melewati berbagai genre mulai dari funk, jazz, rock, alt-pop, hingga R&B. Lagu-lagu di album ini memiliki berbagai pendekatan, mulai dari materi yang paling kaya akan groove sejak debutnya, hingga sejumlah komposisi yang lebih berfokus pada inti lagu, sampai ke instrumental jazz dan lagu-lagu yang banyak menggunakan sample. Kaya akan variasi, tak heran jika album ini dibuat saat ia menjelajahi dunia. Tiap lagu layaknya sebuah foto Polaroid yang menjadi bagian dari kisahnya.
Keseimbangan menjadi tema dan benang merah di album ini. Tak hanya terdengar dari segi musik namun pendekatan FKJ terhadap format kolaborasi, yang berpusat pada kesenian, koneksi, dan niat kreatif bersama. Era baru ini ia mulai setelah sederet proyek kolaborasi dengan berbagai musisi termasuk Yussef Dayes, JENNIE, Jordan Rakei, DEAN, dan Sofiane Pamart.
Album ‘Tyber’ siap untuk menyambut dunia dan akan dikenalkan melalui sebuah seri film arthouse serba sinematik yang direkam di Jepang di mana FKJ tampil di dalam sebuah pesawat ruang angkasa. Hal itu merupakan sebuah metafor untuk studio rumahnya dan asal mula dari perjalanan kreatifnya. Saat ini ia juga sedang merencanakan format live performance terbarunya. Baginya, ia mengutamakan pertunjukan solo yang paling mencerminkan proses pembuatan albumnya yang sepenuhnya ia arahkan sendiri.
Hal ini melanjutkan eksplorasi FKJ dalam ruang-ruang performances yang unik dan transportif, apa lagi setelah ia sukses tampil untuk Cercle di Salar de Uyuni di Bolivia, Live From The Greenhouse with Yussef Dayes, dan sejumlah penampilan intimate di home studio miliknya.
Ada sesuatu yang sangat spiritual tentang FKJ yang membagikan ceritanya lewat lagu-lagu, khususnya saat orang-orang dapat menyelami pengalaman album ‘Tyber’.
“Semua hal dan tempat di perjalanan ini sangatlah penting, seperti sebuah misi untuk menjadi versi lebih baik diriku dari yang sebelumnya,” ujarnya. “Aku sudah mendengarkan album ini berkali-kali dan aku masih sering terkejut dan masuk ke kondisi sangat damai. Aku harap orang-orang dapat merasakan hal yang sama,” tutupnya.
,(SPR)

