May 31, 2026
Image default
Event & Community

Yuyun Arfah & Pelantun Jiwa Hadirkan ‘Jalan Berujung Misteri’ di ARTJOG 2025

South Jakarta –  ARTJOG 2025 kembali menjadi saksi lahirnya sebuah pertunjukan multidisipliner perpaduan etnik dan modern dengan pendekatan kontemporer yang menggugah batin sekaligus merangsang imajinasi penonton. Melalui program performa•ARTJOG yang terkurasi secara ketat oleh tim ARTJOG, kelompok musik-seni pertunjukan Yuyun Arfah & Pelantun Jiwa mempersembahkan karya terbaru mereka bertajuk ‘Jalan Berujung Misteri’, yang tampil di panggung ARTJOG Stage, Jogja National Museum.

Pertunjukan ini mengusung konsep artistik yang memadukan nuansa tradisional dan modern, menghadirkan pengalaman musikal yang kaya warna dan emosi. Aransemen musik dibangun dari perpaduan instrumen yang dimainkan oleh para penampil: Ronald Lisand (kendang, suling), Ian Vigaro (gitar listrik), Michael Felisianus (gitar listrik), Ben Q (bass), Soni (saxophone, flute), Morris Orah (drum), Muhamad Tariq (cello), Hendry Wijaya (keyboard), serta Yuyun Arfah (vokal utama, gitar nylon, script), menciptakan lanskap bunyi yang meditatif sekaligus dinamis.

Lebih dari sekadar konser, ‘Jalan Berujung Misteri’ menyuguhkan perpaduan tari kontemporer dan permainan kata dalam adegan, yang dibawakan oleh Poppy Parisa (penari), Jagad (aktor) dari Yuyun Arfah & Pelantun Jiwa, serta berkolaborasi dengan Mislam Salim, penari berbakat lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kehadiran ketiganya membentuk satu kesatuan narasi teatrikal yang utuh, puitik, dan menyentuh.

Yuyun Arfah & Pelantun Jiwa ( foto : Bagus )

Yuyun Arfah & Pelantun Jiwa ( foto : Bagus )

Yuyun Arfah ( foto : Bagus )

Setiap lagu disusun sebagai satu adegan, dengan sisipan dialog dan fragmen teatrikal yang menghubungkan satu komposisi dengan lainnya. Struktur ini menjadikan pertunjukan sebagai bentuk teater musikal jiwa, menjelajahi batas antara suara, gerak, dan makna.

“Jalan Berujung Misteri adalah perjalanan batin, tentang pencarian, pertemuan, dan keheningan yang menggema,” ujar Yuyun Arfah, komponis sekaligus vokalis utama dari proyek ini.

Karya ini menjadi bagian dari komitmen ARTJOG dalam mendorong praktik seni yang eksperimental dan kolaboratif, sekaligus membuka ruang pertemuan antara seniman lintas disiplin dan penonton yang reflektif.

(SPR)

Related posts

AXEAN Festival Hadir Kembali September 2025 di Bali, Siap Tampilkan 40 Musisi Asia Tenggara

AQK

Daffa Radio Star, Falihah Azzhara, Reynold Andriano dan Wainahu Band Bikin Keseruan di Boleh Gig

AQK

Rhapsody of Fire Umumkan Konser di Jakarta September 2024

AQK

Leave a Comment