South Jakarta – Grup musik asal Bogor, The Jansen, kembali menebar energi dan lirik lugas melalui nomor terbaru bertajuk “andai kita tumbuh besar nanti”. Lagu ini dijadwalkan rilis dirilis pada Rabu, 8 Juli 2026, dan menjadi single kedua dari album terbaru mereka yang bertajuk Romantisasi Impulsif, setelah sebelumnya mereka merilis single pertama berjudul “bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)”.
Terinspirasi dari berbagai sumber bacaan, termasuk novel Orexas karya Remy Sylado, Adji Pamungkas pemain bass sekaligus penulis lirik menuangkan pengalaman kolektif dan bacaan yang ia temui ke dalam lagu ini. “Gue nulis lagu ini setelah baca-baca cerita dan diksi dari berbagai sumber. Di dalamnya, gue nemuin hal-hal kayak ‘papi hanyut sama masalahnya’, ‘mami gak peduli’, dan ‘kejebak dalam pamer sosialita’,” ungkap Adji.
Lebih lanjut, Adji menjelaskan bahwa lagu ini berangkat dari keyakinannya tentang universalitas trauma. “Buat gue, banyak orang pasti punya trauma masa kecil. Setiap keluarga punya masalahnya masing-masing,” ujar Adji.
Namun Adji menegaskan bahwa “andai kita tumbuh besar nanti” bukanlah lagu yang sekadar menyalahkan orang tua. Dibawakan dari sudut pandang tokoh Johan, sosok yang digambarkan dalam kemarahan namun tetap menyimpan harapan, dengan lirik yang berpesan: “andai gue tumbuh besar nanti, gue gak bakal ngelakuin hal yang sama kayak emak dan bapak gue.”
“Kalo kita cuma nyalahin, ujung-ujungnya balik lagi ke keadaan. Tiap zaman berbeda. Orang tua kita hidupnya gak seberuntung kita, akses pendidikannya juga gak kayak sekarang,” jelasnya. “Gue pengen poinnya bukan buat nyalahin, tapi lebih ke ‘stop dingue aja’. Hari ini kita punya akses ke ilmu psikologi, parenting, dan kesadaran mental health. Ini tugas generasi muda: memutus rantai itu, biar kelak sebagai orang tua kita tak mengulangi hal serupa.”
Adji pun mengungkapkan proses kreatif di balik pemilihan diksi dalam lagu ini. “Gue udah coba berbagai diksi, tapi ujung-ujungnya balik lagi ke kata ‘tumbuh’. ‘Tumbuh’ dan ‘kembang’ itu jadi satu paket, ada proses,” tuturnya. “Dan cara Johan, cara The Jansen dalam melihat trauma ini bukan cuma berdamai, tapi memutus. Itu kata yang paling pas buat gue: memutus siklus trauma keluarga.”


Secara musikal, “andai kita tumbuh besar nanti” terinspirasi dari band-band LA Indiefest seperti Monkey to Millionaire serta band-band era pertengahan 2000-an seperti The Sastro, Zeke and The Popo. Float, The Banery dan sederet musisi yang mengisi soundtrack film Janji Joni, Gie serta 3 Hari untuk Selamanya. Manisnya isian gitar, dinamika ritme yang enerjik, serta aransemen yang kental dengan nuansa alternatifkhas 2000-an, menjadikannya tidak hanya kuat dari sisi lirik tetapi juga menggigit darisisi musikalitas.
Cinta Rama Bani Satria atau yang akrab disapa Bani, vokalis The Jansen, turut berbagi kesannya terhadap lagu ini. “Ketika Adji ngasih lirik ini, yang pertama terbersit ialah sebuah usaha seorang anak untuk membuktikan kepada orang tuanya kalau jalan yang ia pilih tidak akan sia-sia,” ujar Bani.
Tapi di balik usaha itu, lanjut Bani, anak itu harus berjuang dengan keadaan yang tak mudah. “Cerita itu mengingatkan perjalanan hidup saya yang hampir mirip dan terciptalah nada-nada itu di kepala saya,” beber Bani.
Melalui single ini, The Jansen meneruskan upaya untuk menjadi band yang menyuarakan suara anak muda di zaman ini. The Jansen hadir dengan sudut pandang yang lugas, sederhana, dan langsung ke inti persoalan yang tajam namun mudahNdinikmati. Album mereka sebelumnya, Banal Semakin Binal, bahkan berhasil meraih penghargaan Album Rock Terbaik di AMI Awards.
Melalui “andai kita tumbuh besar nanti” menjadi bukti bahwa The Jansen tak hanya mengusung energi, tetapi juga membawa pesan reflektif yang menyentuh realitas pendengarnya. Sementara itu, album Romantisasi Impulsif sendiri akan tersedia di semua platform digital streaming mulai Rabu, 22 Juli 2026. Untuk edisi fisik, The Jansen bekerja sama dengan dua label dari dua negara berbeda. CD dan vinyl akan dirilis oleh P-Vine Records, label legendaris asal Jepang yang dikenal sebagai rumah bagi berbagai musisi indie dan alternatif. Sementara itu, edisi kaset akan dirilis oleh Miles Records, label asal Malaysia yang aktif merilis musik-musik underground dan eksperimental di wilayah Asia Tenggara. Ketiga format fisik ini akan menyusul kemudian setelah perilisan digital.
Single “andai kita tumbuh besar nanti” akan resmi dirilis di berbagai platform musik digital pada Kamis, 8 Juli 2026 berbarengan dengan video lirik yang digarap oleh Yustinus Kristianto.
Sementara album ‘Romantisasi Impulsif’ akan dirilis secara digital pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan edisi fisik (CD, vinyl, dan kaset) menyusul kemudian melalui P-Vine Records (Jepang) dan Miles Records (Malaysia)
(SPR)

