South Jakarta – Dunia musik tanah air kembali berduka. Salah satu personil grup musik Bimbo, Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn. atau dikenal dengan Acil Bimbo, meninggal dunia pada 1 September 2025 di usia 82 tahun. Dikutip dari ANTARA Jabar dari pihak keluarga yang memberikan pesan singkat kabar duka, Senin malam, yang memberi tahu almarhum berpulang pada pukul 22.22 WIB.
“Innalilahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta KANG ACIL BIMBO pukul 22.22 wib.. Semoga Allah memberi ampunan dan diberi tempat terbaik disisi NYA,” tulis pesan singkat tersebut.
Saat dikonfirmasi, putri almarhum, Sofia Yulinar, menyebutkan Acil Bimbo berpulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan akan dibawa ke rumah duka di kawasan Cigadung, Kota Bandung. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Biologi No. 4 Cigadung.Berdasarkan informasi, jenazah Kang Acil direncanakan dimakamkan di kawasan Cipageran, Cimahi pada Selasa, 2 September 2025.
Acil Bimbo merupakan anak ke-2 dari 7 bersaudara sekaligus menjadi pendiri yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 1943. Ia menikah dengan Ernawati dan dianugerahi 4 orang anak dan 3 cucu. Ia menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung 1974 dan Notariat Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1994. Selain sebagai musisi ia juga Ketua sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Bandung Spirit, yang berdiri tahun 2000, serta Pembina & Penasihat di beberapa organisasi sosial kemasyarakatan dan kebudayaan
Almarhum Acil Bimbo membentuk grup musik Bimbo bersama saudara kandung Muhammad Syamsudin Dajat Hardjakusumah (Sam),dan Jaka Purnama Dajat Hardjakusumah (Jaka) di Bandung pada tahun 1966. Nama Bimbo sendiri diberikan oleh Hamid Gruno, seorang utradara TVRI. Bermula pada tahun 1966, ketika muncul di TVRI, band ini belum mempunyai nama. Oleh Hamid Gruno disuruh memakai saja nama Bimbo, Artinya: Bagus laah! Sebab itu mereka pun pun kemudian selalu mengidentikkan diri dengan “Bagus”. Sejak itu mereka menggunakan nama Trio Los Bimbos yang masih berbau Latin. Belakangan mereka mengubah nama Trio Los Bimbos ini menjadi Trio Bimbo agar lebih berkesan lokal.
Di pertengahan ’70-an, Bimbo mulai diperkuat oleh Iin Parlina adik perempuan ke-7 (bungsu) mereka. Iin sebelumnya tergabung dalam kelompok Yanti BersaudaraSetelah menambah personelnya dengan Iin Parlina, Trio Bimbo berubah nama menjadi Bimbo. Nama Bimbo pun kerap ditulis menjadi Bimbo & Iin. Setelah bergabungnya Iin, Bimbo mulai menjamah lagu-lagu dengan tema-tema keseharian seperti “Abang Becak” hingga lagu-lagu yang titelnya menggunakan serial anggota tubuh seperti “Kumis”, “Tangan”, hingga “Mata” yang cenderung bernada humor. bersama kedua kakak perempuannya Yani (anak ke-5) dan Tina (anak ke-6).Memasuki era ’80-an, Bimbo mulai bermain dengan lagu-lagu dengan tema-tema kritik sosial seperti “Antara Kabul dan Beirut” atau “Surat untuk Reagan dan Brezhnev”. Namun, di sisi lain ciri khas sebagai kelompok religius pun melekat erat. Dari situ melekat pula lagu-lagu religiusnya yang mudah diterima oleh pasar seperti “Tuhan” karya Sam Bimbo Bimbo juga berkolaborasi dengan penyair Taufiq Ismail yang karya ouisinya dilagukan Bimbo, seperti “Dengan Puisi”, “Rindu Rasul”, sampai “Sajadah Panjang”

