September 1, 2026
Image default
Hot Releases

Billkiss Rilis “Wanna Be With My Bubu, Jadi Eksperimen Hipdut Terbaru

South Jakarta – Duo musik asal Bogor, Billkiss, resmi merilis single terbaru berjudul “Wanna Be With My Bubu” pada Jumat (28/8/2026). Lagu ini menjadi eksperimen terbaru Billkiss dalam mengeksplorasi genre hipdut, sekaligus memperlihatkan sisi romantis dan “bucin” dari duo yang beranggotakan Helvi dan Maulin tersebut.

“Wanna Be With My Bubu” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Berbeda dari sejumlah rilisan sebelumnya, lagu ini sejak awal memang dirancang sebagai karya hipdut original Billkiss, bukan hasil pengubahan lagu lama ke dalam format remix atau koplo. Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya Billkiss untuk terus mencari warna musik baru tanpa terpaku pada satu genre.

“Kita tahu bahwa saat ini gempuran lagu hipdut sedang ramai-ramainya. Sebelumnya Billkiss merilis ‘25 Jam’ dan ‘Tahta’ dalam versi remix dan koplo. Kami merasa harus punya lagu hipdut original, bukan dari lagu yang sudah dirilis sebelumnya,” ujar Helvi, bassist sekaligus songwriter Billkiss.Menurut Helvi, ketertarikan Billkiss terhadap hipdut bukan hanya karena genre tersebut sedang mendapatkan perhatian. Eksplorasi musik menjadi salah satu alasan utama mereka mencoba warna baru. “Kenapa hipdut? Kami senang bereksperimen menemukan warna lain dari Billkiss. Dan seseru itu ketika hasilnya sudah jadi,” lanjutnya.

 

“Wanna Be With My Bubu” Bukan Lagu Ciptaan Billkiss

Ada cerita menarik di balik lahirnya single terbaru Billkiss. “Wanna Be With My Bubu” ternyata merupakan lagu ciptaan Ratu Mayang Sari, sahabat Helvi. Lagu tersebut menarik perhatian Helvi setelah Ratu mengunggahnya. Dari sana, muncul ide untuk membawa lagu tersebut ke dalam karakter musik Billkiss.

Ratu mengatakan, lagu tersebut lahir ketika dirinya sedang aktif menulis lagu dengan berbagai tema, mulai dari kisah galau, bahagia, kehidupan, realita, hingga jatuh cinta. “Berawal dari lagi sering-seringnya bikin lagu, dari lagu galau, happy, kehidupan, realita, dan jatuh cinta. Tiba-tiba terpikirlah bikin lagu ini,” cerita Ratu.

Saat melihat perkembangan musik hipdut, Ratu kemudian mencoba membuat lagu dengan suasana yang lebih ringan dan menyenangkan. “Lagi maraknya lagu hipdut dan memang lebih cepat kalau nulis lagu happy, jadilah lagu ini,” ungkapnya.

Menariknya, Ratu sejak awal tidak menulis lagu tersebut secara khusus untuk Billkiss. Ia hanya berharap lagu tersebut dapat dibawakan oleh penyanyi atau musisi yang memiliki karakter vokal dan musik yang sesuai. “Awalnya nulis aja, tapi memang mau dibawakan siapapun selama cocok dengan lagunya dan vokalnya, kayaknya bakal keren,” kata Ratu.

Ketika Helvi memilih lagu tersebut untuk dibawakan Billkiss, Ratu merasa keputusan tersebut tepat. “Karena aku udah tahu Billkiss dan lagu-lagunya dari awal, jadi memang ngerasa cocok kalau dibawain Billkiss. Apalagi memang lagu Billkiss lagi di era centil dan jatuh cinta juga,” ujar Ratu.

 

Artwork

 

Lagu Billkiss yang Paling Bucin

Dari sisi tema, “Wanna Be With My Bubu” membawa cerita sederhana tentang perasaan jatuh cinta dan keinginan untuk selalu bersama pasangan. Nuansa tersebut membuat lagu ini terdengar ringan, ceria, romantis, sekaligus penuh energi “bucin”.

Lagu terbaru Billkiss ini sebagai salah satu karya mereka yang paling bucin. “Semua pasangan yang lagi butterfly era cocok banget sama lagu ini,” kata Helvi. Ratu pun mengakui bahwa perasaan jatuh cinta menjadi inspirasi utama dalam proses penciptaan lagu.

“Perasaan jatuh cinta ya pastinya. Pokoknya bucin deh, pengen sama pasangan terus,” ungkap Ratu. Karakter tersebut membuat lagu ini memiliki sasaran pendengar yang cukup luas, khususnya mereka yang sedang menikmati fase awal hubungan, jatuh cinta, atau merasakan hubungan yang sedang berada di masa manis.

 

Adaptasi Lirik dan Musik ke Karakter Billkiss

Meski berasal dari songwriter lain, “Wanna Be With My Bubu” tidak sekadar dibawakan ulang oleh Billkiss. Lagu tersebut mengalami sejumlah penyesuaian agar lebih sesuai dengan karakter musik dan identitas Billkiss. Beberapa bagian lirik yang dirasa cukup eksplisit diubah setelah Ratu memberikan izin kepada Helvi. Penyesuaian juga dilakukan pada bagian musik, termasuk bagian awal refrain.

Menurut Maulin, perubahan tersebut merupakan bagian dari proses kreatif dalam membawa lagu ciptaan Ratu menjadi versi Billkiss.Hasilnya, “Wanna Be With My Bubu” memiliki interpretasi berbeda ketika dibawakan oleh Billkiss, tanpa meninggalkan karakter dasar lagu yang mengangkat tema jatuh cinta.

 

Diproduseri Acoy dan Direkam di Lancar Jaya Studio

Dari sisi produksi, “Wanna Be With My Bubu” dikerjakan di Lancar Jaya Studio. Musik lagu ini diproduseri oleh M. Aditia Sahid atau Acoy, yang dikenal sebagai gitaris Rocker Kasarung dan Band OmOm. Proses produksi berjalan relatif lancar bagi Billkiss. Tidak ada tantangan besar yang secara khusus dirasakan selama pengerjaan lagu.

Rilisan ini sekaligus melanjutkan eksplorasi Billkiss setelah sebelumnya menghadirkan “25 Jam” dan “Tahta” dalam versi remix dan koplo. Jika rilisan sebelumnya memperlihatkan pendekatan berbeda terhadap lagu yang sudah ada, kali ini Billkiss memilih membuat lagu yang sejak awal memang memiliki identitas hipdut. “Ini original version hipdut-nya Billkiss,” ujar Helvi.

 

Hipdut Belum Tentu Jadi Arah Utama Billkiss

Meski telah mencoba hipdut, Billkiss belum memastikan genre tersebut akan menjadi identitas utama mereka untuk rilisan selanjutnya. Helvi menegaskan bahwa Billkiss masih ingin memiliki ruang untuk bereksperimen. “Bisa ya, bisa tidak. Kami senang bereksperimen,” katanya.

Bagi Billkiss, keberagaman genre justru memberikan kesempatan untuk terus berkembang sebagai musisi dan songwriter. “Kami ingin membuat lagu dengan genre-genre baru,” ungkap Helvi. Dengan pendekatan tersebut, Billkiss tidak ingin membatasi perjalanan musik mereka hanya pada satu warna.

 

Billkiss Bidik Album Kedua dan Tur

Di tengah perjalanan kariernya, Billkiss kini memiliki target yang lebih besar. Selain terus merilis musik, mereka ingin memperluas jangkauan pendengar dan tampil di lebih banyak panggung.

Salah satu target utama mereka adalah menyelesaikan album kedua, mendapatkan jumlah streaming hingga jutaan pendengar, serta menjalankan tur.“Kami mengejar album kedua, jumlah streaming yang sampai jutaan pendengar, dan panggung yang banyak. Kami ingin sekali tour,” ujar Helvi.

Bagi Billkiss, “Wanna Be With My Bubu” menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Lagu yang awalnya ditulis Ratu Mayang Sari kemudian mendapatkan interpretasi baru melalui Billkiss. Kolaborasi kreatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebuah lagu dapat menemukan bentuk dan karakter berbeda ketika berpindah tangan ke musisi lain.

Bagi Ratu, pengalaman tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan sebagai songwriter. Sementara bagi Billkiss, lagu ini menjadi kesempatan untuk memperluas eksplorasi musikal mereka.

Setelah “Wanna Be With My Bubu”, Billkiss memastikan perjalanan kreatif mereka belum berhenti. “Karya baru, karya baru, dan karya baru terus.”

 

“Wanna Be With My Bubu” Resmi Dirilis 28 Agustus 2026

Single “Wanna Be With My Bubu” resmi dirilis Billkiss pada 28 Agustus 2026 dan sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital. Dengan menggabungkan warna hipdut, cerita cinta, dan karakter romantis yang ringan, lagu ini menjadi babak baru dalam perjalanan musik Billkiss dari Bogor. Eksperimen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Billkiss masih terus mencari identitas musikal mereka melalui berbagai pendekatan genre.

 

Billkiss ( foto : istimewa )

 

Tentang Billkiss

Billkiss merupakan duo musik asal Bogor yang beranggotakan Helvi dan Maulin.

Keduanya memiliki semangat untuk terus mengeksplorasi berbagai warna musik dan menghadirkan karya dengan karakter yang berbeda.

Melalui “Wanna Be With My Bubu”, Billkiss kembali menegaskan bahwa perjalanan musik mereka tidak berhenti pada satu genre. Dari Bogor, Billkiss terus mencoba, bereksperimen, dan menghadirkan karya baru untuk menjangkau pendengar yang lebih luas.

(SPR)

Related posts

The Chasmala Kembali Dengan “Cinta Tapi Terluka”, Tentang Melepas Hubungan Toxic

Qenny Alyano

Penyanyi Cilik, Annisa Dalimunthe, Rilis Single “Anugerah Terindah” Karya Posan Tobing

Qenny Alyano

Sisi Gelap di Balik Layar: Parasetamall Dobrak Arus Utama Lewat Single Debut “Bayangan”

Angga Foster

Leave a Comment