South Jakarta – Setelah lebih dari dua dekade menjadi legenda yang utamanya beredar di kalangan penggemar progressive rock Indonesia, bahkan mancanegara, rekaman panggung Discus di ProgSol Festival, Pratteln, Swiss, akhirnya dirilis secara resmi di Indonesia dalam format compact disc (CD) yang bertajuk Live in Switzerland 2005 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors pada 17 Juli 2026.
Masih di tanggal yang sama, pesta peluncuran CD album Live in Switzerland 2005 akan digelar di Gramedia Jalma, Melawai, Jakarta Selatan. Listening session dan pemutaran video dari pertunjukan musik Discus di Swiss.
Acara ini akan menjadi kesempatan bagi para pendengar untuk memperoleh CD secara langsung, bertemu dengan para personel Discus, mengikuti sesi berbincang mengenai perjalanan album, serta mendapatkan tanda tangan.
Live in Switzerland 2005 mendokumentasikan penampilan penuh Discus di ProgSol Festival, salah satu festival progressive rock terkemuka di Eropa yang berlangsung di Pratteln, Swiss, pada tahun 2005. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan internasional Discus, yang sejak akhir 1990-an telah dikenal sebagai salah satu kelompok progressive music paling unik dari Asia.
Rekaman konser ini dikerjakan dengan kualitas audio yang istimewa karena direkam langsung oleh Jürg Naegeli, mantan bassist grup rock Swiss, Krokus, yang kemudian dikenal sebagai salah satu sound engineer terbaik di negaranya.
Selama bertahun-tahun, dokumentasi konser tersebut hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. Kini, melalui proses kurasi dan restorasi, rekaman tersebut akhirnya hadir sebagai album live resmi yang memperlihatkan energi panggung Discus pada salah satu periode paling produktif dalam sejarah mereka.
Album ini sebelumnya hanya tersedia sebagai bagian dari box set eksklusif yang dirilis di Jepang oleh Diskunion pada tahun 2024 dan memperoleh sambutan positif dari komunitas progressive music internasional hingga sempat menjadi rilisan best seller. Melalui kerja sama dengan demajors, Live in Switzerland 2005 kini hadir sebagai rilisan mandiri sehingga dapat diakses lebih luas oleh pendengar di Indonesia maupun mancanegara.
Perilisan ini juga menjadi bagian dari fase baru perjalanan Discus setelah kembali aktif berkarya, sekaligus menjadi penghormatan atas kontribusi para personel yang telah berpulang: Anto Praboe, Kiki Caloh, dan Eko Partitur.
Album Live in Switzerland 2005 dari Discus tersedia di seluruh platform musik digital, di antaranya Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik mulai 15 Juli 2026. CD-nya bisa didapatkan melalui website www.demajors.com dan seluruh jaringan edar demajors.


Profil Singkat Discus
Didirikan oleh gitaris dan komposer Iwan Hasan pada tahun 1996, Discus dikenal melalui perpaduan khas antara progressive rock, jazz fusion, musik klasik kontemporer, dan unsur-unsur musik tradisional Indonesia.
Sepanjang kariernya, Discus telah tampil di berbagai festival internasional, antara lain ProgDay (Amerika Serikat), BajaProg (Meksiko), ProgSol (Swiss), Freak Show dan Zappanale (Jerman). Album-album mereka juga memperoleh apresiasi luas dari media musik dunia, termasuk Expose (Amerika Serikat) dan Prog-Resiste (Belgia), serta meraih dua penghargaan AMI Awards pada tahun 2004.
Discus juga menjadi satu-satunya grup musik Indonesia yang mendapat pembahasan khusus dalam buku The Progressive Rock Handbook karya Jerry Lucky.
Dengan dirilisnya CD album Live in Switzerland 2005, Discus menghadirkan kembali salah satu dokumentasi panggung terbaik mereka kepada generasi pendengar baru sekaligus melengkapi katalog rekaman yang selama ini menjadi bagian penting dalam sejarah progressive music Indonesia.
(SPR)

