Velodrome – Gempa di Deli Serdang ditaksir memiliki kekuatan hingga 4.7 SR, efeknya pun terasa hingga ke Medan. Tapi jika bicara tentang gempa pastinya akan juga bicara tentang alat pendeteksi gempa yang bernama seismometer atau seismograf.
Alat ini adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Seismograf sendiri terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil.
Dengan begitu, para peneliti dapat mengetahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram. Kemudian para ilmuwan bisa segera memperingatkan kepada masyarakat jika memang gempa tersebut berpotensi bahaya.
[caption id="attachment_22072" align="aligncenter" width="900"]
Seismograf
Image by Sang Petualang Hidup[/caption]
Prototip dari alat ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 132 SM oleh seorang matematikawan dari Dinasti Han bernama Zhang Heng. Dengan alat ini para ilmuwan di masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.
Kemudian di pertengahan abad ke-18, pengukuran gempa bumi pun sudah berkembang dengan ditemukannya sebuah instrumen bernama seismokop. Seismokop merupakan alat untuk merekam gempa yang paling primitif.
Alat ini hanya terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Dan ketika terjadi gempa, ,maka cairan tersebut akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi. Terobosan besar pun datang pada 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf.
[caption id="attachment_22071" align="aligncenter" width="900"]
Wood-Anderson Seismometer[/caption]
Alat ini jauh lebih sensitif jika dibandingkan dengan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga alat ini banyak digunakan di seluruh dunia yang kemudian menjadi cikal bakal seismograf dimasa ini. Seismograf kini banyak digunakan oleh Seismologist untuk mempelajari sesar dan gempa bumi.
Teknologi pun terus berkembang hingga kini Indonesia telah memiliki teknologi pendeteksi gempa lainnya bernama Indonesia Dance Ocean-Floor Network System for Earthquake and Tsunamis (INA-Donet) yang dipercaya bisa mendeteksi gempa langsung dari dasar laut.
Baca Juga : Berkat Delta Works Belanda Jadi Negara Pengendali Air
Semoga saja dengan alat terbaru ini semakin bisa membuat masyarakat dan pemerintah lebih cepat mendeteksi potensi bahaya yang datang dan bisa mengurangi jatuhnya korban jiwa.]]>
