South Jakarta – Keseruan rangkaian Synchronize Festival 2026 kembali berlanjut. Setelah dihiasi oleh ribuan wajah bahagia dari warga-wargi hingga deretan penampilan spesial di hari pertama, keseluruhan hari kedua pun tidak kalah menariknya.Satu hal yang signifikan, jelas ada di jam-jam pertama saat gerbang pertama kali dibuka. Kerumunan warga-wargi yang datang terlihat berlipat ganda, yang langsung memenuhi beberapa area panggung dengan level antusias tertingginya. Sebuah momen yang seakan menjadi pertanda, bahwa nantinya warga-wargi akan bertemu dengan berbagai keseruan yang meninggalkan kesan.
Momen ‘naik kelas’ diperlihatkan oleh Alkateri. Jika tahun lalu mereka menjajal Gigs Stage, makan tahun ini Alkateri mengguncang Forest Stage dengan sebuah sajian spesial, yakni mengajak beberapa kawan mereka untuk menjadi musisi kolaborator. Mengingat bahwa saat ini Alkateri tengah berada di level popularitas yang tinggi, maka tentu area panggung tersebut dipadati oleh banyaknya pasang mata warga-wargi yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan sang unit pop asal Bandung, tepat pukul empat sore.
Pemandangan menarik juga muncul di jam pertama Gigs Stage. Antusias penonton mengular cukup panjang untuk melihat Jo Soegono, solois bossanova yang tahun ini didapuk sebagai pembuka panggung tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi dirinya untuk membuat Gigs Stage penuh dengan warga-wargi yang sudah hapal dengan lagu-lagunya. Dua momen ‘full house’ yang menarik dari sore hari kedua Synchronize Festival, juga jadi satu bukti bahwa Synchronize Festival punya jaminan keseruan yang tidak cuma bisa didapatkan saat matahari sudah menenggelamkan dirinya.
Jika di hari pertama ada The Changcuters sebagai penampil pembuka di Dynamic Stage, maka di hari kedua Synchronize Festival giliran Wali yang ambil bagian. Warga-wargi membawa rasa antusiasnya ke level tertinggi untuk menyambut Wali sepenuh hati, walaupun saat itu sinar matahari masih dalam posisi yang cukup tinggi. Seperti biasanya, Wali tampil menghibur dengan lagu-lagu hitsnya yang memuat unsur religi yang dibalut dengan komedi.


Berpindah ke District Stage dan XYZ Stage, di sana ada FSTVLST dan Sajama Cut: Deluxe Set yang membuka panggung. Spesial untuk nama kedua, karena mereka juga masuk dalam barisan penampil-penampil dengan penampilan spesial. Beberapa kolaborator dilibatkan, seperti Alkateri, Eleanor Whisper, Sunwich, dan Patrivia. Menjelang malam, gelombang padatnya warga-wargi kembali menerjang Gambir Expo Kemayoran.
Sebuah keseruan yang terasa tidak diberi jeda, karena penampilan spesial Rizky Febian dan Mahalini di Dynamic Stage punya jam tayang yang cukup berdekatan dengan set Tribute to Warkop DKI di Forest Stage. Penampilan Rizky Febian dan Mahalini dikemas dalam muatan drama musikal yang menarik, bercerita tentang dinamika dari pasangan suami istri yang masing-masing punya jadwal super padat dengan kariernya masing-masing, namun selalu punya waktu untuk Selina, sang buah hati tercinta. Diiringi oleh strings section dan properti panggung yang digarap seperti sebuah ruang tamu, aksi kedua solois papan atas ini terasa menyentuh hati di sepanjang berlangsungnya durasi.
Set Tribute to Warkop DKI di Forest Stage pun tak kalah menarik. GJLS, Duo Bahlul, Orkes Nunung CS, dan juga sang legenda Indro Warkop bernostalgia dengan karya-karya legendaris dari Warkop DKI di sepanjang perjalanannya. Satu momen berkesan terjadi saat mereka membawakan “Nyanyian Kode”, salah satu lagu paling populer dari Warkop DKI. Bicara mengenai District Stage, panggung tersebut punya magnetnya tersendiri di hari kedua
Synchronize Festival. Bagaimana tidak? Secara berurutan, warga-wargi disuguhkan aksi oleh
Bernadya, disusul oleh penampilan spesial dari Indonesian Girl Group (Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7 Icons, bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, SIVIA, dan Jebung), hingga diteruskan oleh Emo Revival (bersama Alone At Last, Friends of Mine, Killed by Butterfly, Killing Me Inside Reunion, Side-B, dan The Side Project). Kalau ada satu kata yang rasanya bisa cukup merangkum keseruan di District Stage, maka “nostalgia” adalah kata tersebut. Pertama, warga-wargi diajak kembali mengingat zaman kejayaan girl group di Indonesia berkat penampilan spesial dari Indonesian Girl Group, sebuah babak penting dan bersejarah dari musik Indonesia di beberapa tahun lalu.
Kedua, rangkaian nostalgia diteruskan oleh pasukan Emo Revival yang dengan gaharnya menghantam District Stage tanpa jeda. Tentu, pemandangan moshpit dan headbanging mengiringi aksi dari nama-nama yang sempat menghiasi masa-masa remaja dari banyak warga-wargi.
Koridor nostalgia juga sempat mampir ke Forest Stage saat Float membawakan pertunjukan spesial 3 Hari Untuk Selamanya. Sebagaimana mengutip caption dari unggahan Instagram Synchronize Festival tentang Float, “menghidupkan kembali soundtrack perjalanan hidup banyak orang di satu panggung.” Kejutannya tidak berhenti di situ, karena di antara kerumunan warga- wargi, tampak sosok Adinia Wirasti yang dalam film 3 Hari Untuk Selamanya berperan sebagai Ambar.
Beberapa momen spesial lain yang tercatat, antara lain sebuah kejutan ketika Ayu Ting Ting menggandeng Ayah Ojak dan sang putri, Bilqis ke atas panggung. Juga dengan ‘comeback show’ dari Pijar yang menebus kerinduan para warga-wargi serta kembali terjadinya momen ‘full house’ saat kolaborasi The Paps dan Rub of Rub terjadi di Forest Stage.
Spesial untuk Synchronize Festival, MALIQ & D’Essentials dan Jakarta Movin membawa kembali Konser Musikal Senja Teduh Pelita ke hadapan warga-wargi. Menarik untuk disimak bagaimana sebagai grup musik berumur 25 tahun, MALIQ & D’Essentials masih punya tenaga yang prima untuk menggarap pertunjukan spesial ini. Nama Jakarta Movin pun semakin mempertegas bdirinya sebagai komunitas teater musikal dan seni pertunjukan terbaik di Jakarta. Munculnya nama Hindia secara ‘last minute’ di gelaran Synchronize Festival 2026 juga menjadi sebuah highlight. Setelah mengambil rehat di beberapa bulan ke belakang, Hindia kembali hadir di atas panggung secara eksklusif di Synchronize Festival. Penampilan spesial bernama Post Order Set dihadirkan, bagaimana Hindia bersama Blue Valley Radio dan para kolaborator memaksimalkan megahnya visual dari Dynamic Stage secara paripurna, juga dengan permainan cahaya yang tidak kalah menakjubkannya. Tentu, pesan-pesan sosial juga tak luput ditampilkan oleh Hindia di sepanjang setnya.


Menengok Gigs Stage, nama-nama penampil di hari kedua festival juga tidak ketinggalan untuk ambil bagian. Beriringan tampil Mad Madmen, Masakre, Rantau, Patras, hingga Alice yang memanaskan area tersebut tanpa henti. Keseruan pun tak luput menghinggapi Panggung Getar. Para pelaku dari ragam keseruan tersebut adalah Deanda Nadira, Orkes Ndugal NDGJ, Tahlilan, OM PMR, Symphoni Polyphonic Gang (Format Black Sabar), dan OLSAM. Jangan lupakan Oleng Upuk, yang di sepanjang hari kedua berlangsung, tidak pernah sepi dimampiri oleh warga-wargi untuk berjoget bersama. Mereka-mereka yang tampil di dalam Oleng Upuk antara lain adalah Aneka Nada Selekta, Jiwa Jiwa, Dangerdope, Wicker Basket, Mantasticmate x Mustang (Javabass Soundsystem), Bagvs, Dub Container, dan PNNY.
Sementara di District Stage dan Forest Stage, penutupnya adalah aksi dari Souljah dan The Panturas, sebuah penanda awal bahwa ragam keseruan dari sepanjang hari kedua Synchronize Festival 2026 resmi berakhir. Keseluruhan riuh ramai hari kedua Synchronize Festival ditutup oleh penampilan spesial dari ANTINRML (Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, dan Bboogie) di Dynamic Stage, satu rangkaian aksi dari nama-nama yang saat ini tengah naik daun dari ranah hipdut dan sekelilingnya.


Oleng Upuk dengan daya tariknya juga seakan “menghasut” warga-wargi untuk tidak segera pulang, semua berkat nama DJ Desa x Fahmy Fay bersama Toton Caribo, Jacson Zeran, dan Ecko Show yang masing-masing punya peran yang sama, yakni menahan warga-wargi untuk tetap berjoget dan tidak lekas pulang dari area Oleng Upuk sebelum ragam musik ekletik yang dimainkan selesai.
Hari kedua Synchronize Festival 2026 bergulir tanpa basa-basi, rangkaian keseruan tanpa henti dari warga-wargi dan untuk warga-wargi yang seakan tidak ada letihnya berharmonisasi dan bertukar energi sejak sore hari.
Synchronize Festival 2026 menyisakan satu hari lagi (Minggu, 18 Oktober 2026). Jangan sampai melewatkan hari pamungkas untuk edisi kesebelas dari sang festival, termasuk penampilan spesial dari Timur Basudara sebagai penutup rangkaian festival. Tiket masih bisa dibeli melalui situs resmi www.synchronizefestival.com
(SPR)

