July 13, 2026
Image default
Event & Community

Hearticulate Ajak Gen Z Ekspresikan Perasaan dan Emosi Lewat Seni

South Jakarta — Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, kebutuhan akan ruang yang aman untuk mengenali dan mengekspresikan emosi menjadi semakin relevan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Marketing Communication Batch 27 Excellent Class LSPR Institute menggelar Main Event Hearticulate, sebuah proyek Community Development yang mengusung tema “Speak Your Heart Through Art.”

Berkolaborasi dengan UNIA Mind Creates, Hearticulate menghadirkan pengalaman yang memadukan seni, mindfulness, dan self-expression sebagai media bagi generasi muda untuk mengekspresikan emosi dan merefleksikan perasaannya secara positif. Berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 di SMESCO Startup Hub Lantai 3, Pancoran, Jakarta Selatan, acara ini menjadi puncak dari rangkaian kampanye yang telah berjalan sejak akhir Juni lalu melalui berbagai aktivasi daring maupun luring.

Mengusung konsep experiential event, Hearticulate mengajak peserta untuk tidak hanya menikmati kegiatan seni, tetapi juga mengeksplorasi dan mengekspresikan emosi serta perasaan mereka melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara interaktif. Pengunjung dapat menikmati lima area, yaitu ‘Dial Your Feelings’, “Smash Your Stress’, ‘Clay and Play’, “Hit the Beads’, serta ‘Speak in Blooms’. Selain itu, diramaikan oleh mitra UMKM SMESCO Indonesia.

Dalam kegiatan ini, SMESCO Indonesia turut hadir sebagai mitra inkubasi UMKM dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ruang ekspresi yang aman dan inkiusif bagi generasi muda, dan sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai inisiatif sosial dan kreatif anak muda di Jakarta.

Selain berbagai aktivitas interaktif, Hearticulate juga menggelar talkshow edukatif bertajuk “How to Deal with Emotional Suppression”. Diskusi ini membahas bahaya dari kebiasaan memendam perasaan terlalu Ilama, sekaligus mengenalkan seni sebagai salah satu wadah Oiternatif bagi generasi muda untuk bebas berekspresi dalam lingkungan yang aman. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi, yaitu Imelda Konghoiro, M.Psi. selaku Psikolog: Irwan (Wantja) selaku Kreator Mental Heatth Doodles, serta Anetta Audrey, P., S.Psi. selaku Founder UNIA Mind Creates.

Sebagai bagian dari pengalaman yang lebih mendalam, Hearticulate juga menghadirkan sesi workshop eksklusif. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengikuti sesi Art Journaling bersama UNIA Mind Creates yang diawali dengan panduan guided breathwork bersama Mira Madjid, founder Bodhicitta Circle.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan yang dihadirkan, Hearticulate berharap peserta tidak hanya membawa pulang sebuah karya, tetapi juga pengalaman refleksi diri yang bermakna. Setiap aktivitas dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta agar dapat mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi mereka dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif.

“Mahasiswa Fakultas Komunikasi diharapkan bukan hanya cakap dalam pemahaman akan konsep atau teoritis saja, namun juga mahir dalam mengeksekusi kegiatan sebagai bentuk kemampuan praktis yang berangkat dari isu penting ditengah masyarakat terkhusus generasinya. Kelak dengan menjawab kebutuhan yang ada, penerapan strategi dan taktikpun menjadi lebih berdampak luas dan bermanfaat.” Ujar Melvin Bonardo Simanjuntak, dosen pengampu mata kuliah Community Development.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media yang dekat dengan kehidupan generasi muda dalam membangun kesadaran terhadap kesehatan emosional. Melalui seluruh pengalaman yang ada, Hearticulate menghadirkan ruang bagi peserta untuk saling berbagi, memahami, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri maupun orang lain.

“Saya paham bahwa tidak semua individu mampu mengutarakan perasaan dan pikirannya secara verbal. Dengan adanya acara Hearticulate ini, saya berharap bisa menjadi awal di mana masyarakat mulai mengenal seni sebagai sarana bercerita.” Ungkap Anneta Audrey, Founder dari UNIA Mind Creates.

Guna mewujudkan tanggung jawab sosial secara menyeluruh, Hearticulate mengusung konsep sustainable event melalui kolaborasi dengan Waste4Change untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari rangkaian acara. Hearticulate juga berkomitmen menyalurkan 204 hasil penjualan tiket sebagai donasi, sekaligus mengadakan kegiatan bersama warga binaan lansia di Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung.

“Hearticulate adalah ruang aman yang kami ciptakan agar setiap arang dapat mengekspresikan emosi dan perasaannya secara positif tanpa harus memendamnya sendiri. Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung acara ini,” ujar Marine Bintang Feliza, Ketua Pelaksana Hearticulate.

 

Tentang Hearticulate:

Hearticulate adalah sebuah proyek luaran mata kuliah Community Development yang disusun oleh mahasiswa Marketing Communication batch 27 Excellent Class LSPR Institute of Communication and Business. Berkolaborasi dengan komunitas UNI@ Mind Creates, kegiatan ini berupaya menyediakan alternatif ruang ekspresi yang aman, inklusif, dan suportif bagi generasi muda dalam mengenali dan mengomunikasikan kesehatan perasaan mereka.

(SPR)

Related posts

“Breakbeat Bash” Sukses Jadi Panggung Apresiasi bagi Para DJ Lokal Berkualitas

AQK

International Golo Mori Jazz 2024 : Menikmati Musik Jazz dan Keindahan Alam Timur Indonesia

AQK

Color Asia Live dan Otello Asia Umumkan Denah & Harga Tiket ‘The Script Satellites World Tour 2025’ di Jakarta & Surabaya.

AQK

Leave a Comment