September 2, 2026
Image default
Asian Hit ListWhat's New

Jaguar Jonze Rilis “Kawasaki Ninja”, Umumkan Album ‘BEASTMASTER’

South Jakarta – Musisi sekaligus seniman berdarah Taiwan-Australia Jaguar Jonze (alias Deena Lynch) mengumumkan album terbarunya, ‘BEASTMASTER’, yang akan dirilis pada 29 Januari melalui Nettwerk. Pengumuman ini hadir bersamaan dengan single dan video musik terbarunya yang penuh energi, “Kawasaki Ninja”, yang tersedia mulai hari ini.

‘BEASTMASTER’, menjadi karya pertama Jaguar Jonze setelah dua tahun meninggalkan dunia musik. Album ini lahir dari periode penuh perubahan dalam hidupnya setelah sebuah diagnosis yang mengubah cara ia memandang kesehatan, tubuh, dan dirinya sendiri. Album ini dibangun dari insting dan kebebasan kreatif, dengan sound yang bergerak di antara pop, elektronik, eksperimental, dan berbagai elemen lain. Bagi Jaguar Jonze, proses tersebut bukan tentang menjadi versi diri yang sempurna, tetapi tentang memberikan dirinya kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.

“Proses kelahiran kembali dalam album ini dimulai ketika aku membiarkan diriku bermain lagi, tanpa harus memenuhi ekspektasi dan tuntutan dunia di sekitarku. Aku hanya ingin menemukan kembali karya seni yang kuciptakan, karena aku telah kehilangan begitu banyak hal. Untuk bisa kembali ke musik, aku harus kembali menciptakan. Dari tragedi lahir keindahan, dan ketika kamu kehilangan begitu banyak, ada begitu banyak hal yang juga bisa kamu dapatkan.”

Semangat kebebasan tersebut terasa kuat dalam “Kawasaki Ninja”. Lagu ini terinspirasi dari kecintaan Jaguar Jonze terhadap sepeda motor, sesuatu yang sempat tidak dapat ia lakukan setelah diagnosisnya.

Dengan bassline yang menghentak dan produksi elektronik yang eksplosif, lagu ini mengubah kerinduan tersebut menjadi sebuah perayaan atas kebebasan, kemandirian, dan keberanian untuk kembali melakukan hal yang dicintai.

“Apa yang sebenarnya direpresentasikan sepeda motor untukku? Kebebasan.”

Video klip dari “Kawasaki Ninja” juga memiliki arti personal bagi Jonze. Proses syuting menjadi pertama kalinya ia kembali mengendarai sepeda motor setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi neurofisioterapi.

“Aku sangat takut, tapi rasanya begitu istimewa bisa kembali naik ke atas ‘kuda’ itu (horse power, haha) untuk lagu yang kutulis tentang sepeda motor, tentang kebebasan, dan tentang memberdayakan diri sendiri di masa ketika rasanya sulit untuk percaya pada diriku sendiri.”

Di kawasan Asia Tenggara, Jaguar Jonze terus menjangkau audiens yang semakin besar. Thailand, Indonesia, dan Singapura kini masuk dalam 15 pasar streaming terbesarnya secara global.

Awal tahun ini, Jaguar Jonze merilis single dan video musik berenergi tinggi “Naked”, sebuah pertemuan adiktif antara pop dan tekstur yang siap menghidupkan lantai dansa, sekaligus menandai kembalinya dirinya ke dunia musik. Direkam di sebuah lokasi konstruksi terbengkalai di Uluwatu, Bali, video musik yang disutradarai sendiri oleh Jaguar Jonze tersebut hingga kini telah meraih lebih dari 350.000 views di YouTube, dengan dukungan kuat dari pendengar di Indonesia. Single tersebut kemudian disusul oleh “HALF DEVIL”, sebuah kolaborasi bersama musisi Taiwan-Amerika KIRE yang menempatkan identitas sebagai pusat perhatian. Lagu ini mengeksplorasi hubungan kompleks dengan rasa memiliki yang muncul dari pengalaman tumbuh di antara dua budaya.

Alih-alih sekadar menjadi kelanjutan dari karya-karya sebelumnya, ‘BEASTMASTER’ hadir sebagai sebuah transformasi sekaligus sebuah titik balik bagi seorang musisi yang sejak lama mengeksplorasi identitas, perlawanan, dan penciptaan kembali diri. Jika karya sebelumnya dibentuk oleh perjuangan untuk bertahan hidup, ‘BEASTMASTER’ kini digerakkan oleh insting, rasa ingin tahu, dan kebebasan kreatif.

‘BEASTMASTER’ akan dirilis pada 29 Januari 2027. Sementara menunggu albumnya, single terbaru Jaguar Jonze, “Kawasaki Ninja” sudah bisa didengarkan melalui layanan streaming platforms.

 

Jaguar Jonze – Kawasaki Ninja – Single Artwork

 

Tentang Jaguar Jonze

Lahir di Jepang dari ibu berdarah Taiwan dan ayah Australia, Deena Lynch (alias Jaguar Jonze) telah membangun karier multidimensi yang bergerak di antara dunia seni, musik, dan fashion.

Setelah muncul di kancah musik pada 2019, Lynch kemudian membangun reputasinya melalui karya-karya lintas genre, seni yang penuh eksplorasi, serta songwriting yang misterius namun rentan lewat dua EP berturut-turut, ‘Diamonds & Liquid Gold’ (2020) dan ‘ANTIHERO’ (2021).

Pada 2022, album studio debut art-pop berenergi tinggi miliknya, ‘BUNNY MODE’, memperlihatkan bagaimana Lynch menemukan kekuatan melalui kerentanan. Album tersebut menjadi sebuah kemenangan personal atas ketangguhan dirinya, dibentuk oleh karya seni dan kreativitasnya yang terus mendorong batas, serta mendapat apresiasi dari NME (The Cover), The Guardian, VICE, FLAUNT, dan berbagai media lainnya.

Aktivisme Lynch juga telah mendapat pengakuan melalui Vogue Australia’s Most Influential Women of 2021, triple j’s Done Good Award, serta The Australian’s ‘Top 100 Cultural Leaders List 2022’.

Sementara itu, persinggungannya dengan komunitas seni dan fashion termasuk proyek ilustrasi naratif Spectator Jonze dan proyek fotografi Dusky Jonze telah membawanya berkolaborasi dengan berbagai nama besar seperti Christian Louboutin, Converse, Fendi, Nike, BMW, Reebok, Stüssy, dan lainnya. EP terbarunya yang dirilis pada 2024, victim impact statement, menghadirkan tiga lagu penuh kekuatan beserta film pendek yang juga disutradarai sendiri olehnya, semakin mengukuhkan posisi Lynch sebagai salah satu suara paling berdaya dan memberdayakan dalam musik Australia.

(SPR)

Related posts

Ariyo Wahab Kembali Luncurkan Single Solo “Cinta” Karya Bersama Bongky BIP

AQK

Kolaborasi Nabila Taqiyyah dan Insomniacks Hadirkan Single “Belum Mulai”

AQK

Five Finger Death Punch Rayakan 2 Dekade Berkarya Lewat Album ‘Best of – Volume 2’

Qenny Alyano

Leave a Comment