September 11, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Pee Wee Gaskins dan Boniex Suarakan Luka Broken Home lewat “(R)u(N)tuh”

South Jakarta – Pee Wee Gaskins (PWG) resmi merilis single terbaru ‘(R)u(N)tuh)’ bersama Boniex dari for Revenge. Mengangkat realitas keluarga yang dari luar tampak utuh, tetapi perlahan runtuh di dalam, lagu ini menjadi ruang bagi cerita-cerita tentang luka yang dipendam, ketegangan yang disembunyikan, serta anak-anak yang tumbuh tanpa rasa aman di rumahnya sendiri. ‘(R)u(N)tuh)’ berangkat dari kampanye yang digagas Dochi untuk mengumpulkan testimoni dari mereka yang pernah mengalami situasi broken home. Melalui respons dan wawancara singkat di Threads, beragam cerita tersebut kemudian disaring menjadi fondasi emosi dalam lirik lagu.

Lagu ini menggambarkan dua orang tua yang memilih bertahan demi anak, dengan keyakinan bahwa tetap bersama selalu menjadi pilihan terbaik. Namun, anak justru tumbuh di tengah hubungan yang penuh jarak dan ketidakbahagiaan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang perlahan berubah menjadi ruang yang membuatnya ingin mencari penerimaan di tempat lain.

Kolaborasi dengan Boniex hadir secara organik dalam proses kreatif lagu ini. Selain membantu menemukan notasi dari lirik yang telah ditulis Dochi, karakter vokal Boniex dinilai tepat untuk menyampaikan emosi ‘(R)u(N)tuh)’. Kehadiran Boniex juga mempertemukan warna vokalnya dengan Sansan, tanpa menghilangkan benang merah khas PWG dalam aransemen dan identitas soniknya.

Meski dikenal dengan energi pop-punk yang kuat, PWG bukan kali pertama menyentuh tema yang lebih gelap. Lewat karya seperti ‘Selama Engkau Hidup’ dan ‘Be Brave And Carry On’, mereka telah menghadirkan sudut pandang yang reflektif tentang hidup, keberanian, dan kenyataan yang tidak selalu mudah. Dalam ‘(R)u(N)tuh)’, energi tersebut kini menjadi wadah untuk menyuarakan tema keluarga yang kompleks dan emosional. “Pop-punk enggak selamanya harus ceria. Lewat lagu ini, kami ingin membawa cerita yang berat dengan cara yang tetap jujur dan dekat dengan pendengar,” ungkap PWG.

 

Artwork – (R)u(n)tuh

 

Meski membahas perpisahan dan keluarga yang retak, ‘(R)u(N)tuh)’ tidak dimaksudkan untuk menghakimi perceraian ataupun memaksakan pandangan tertentu tentang keluarga. Lagu ini justru mengajak pendengar memahami bahwa mempertahankan bentuk sebuah keluarga tidak selalu berarti semua orang di dalamnya merasa aman dan bahagia. “Gue enggak punya ekspektasi lagu ini harus mengubah pandangan orang tentang perceraian atau keluarga. Gue cuma ingin cerita yang kami bawa bisa didengar dan mungkin relate dengan orang lain yang pernah atau sedang ada di posisi yang sama,” ujar Dochi.

Pesan utama ‘(R)u(N)tuh)’ ditujukan terutama bagi anak-anak yang pernah atau sedang berada dalam situasi serupa: mereka bukan penyebab dari semua yang terjadi, tidak harus memilih pihak, dan tetap berhak mencintai kedua orang tuanya sekaligus memiliki kehidupan yang bahagia. “Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan bentuk sebuah keluarga sampai lupa bahwa yang sebenarnya dibutuhkan adalah rasa aman dan bahagia di dalamnya. Bertahan enggak selalu berarti semuanya akan menjadi lebih baik. Ada kalanya menerima dan melepaskan justru menjadi pilihan terbaik untuk semua orang,” lanjut Dochi.

Pada akhirnya, ‘(R)u(N)tuh)’ bukan hanya cerita tentang kehilangan. Lagu ini menjadi ajakan untuk menerima, berdamai, dan memulai lagi. Jika seseorang mendengarkannya sendirian lalu merasa tidak sendirian dalam pengalamannya, PWG dan Boniex berharap lagu ini telah menemukan maknanya. Kolaborasi PWG dan Boniex dari for Revenge, ‘(R)u(N)tuh)’ kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.

(SPR)

Related posts

INDAHKUS Kolaborasi Dengan EDUO Luncurkan Single Baru “Heaven”

AQK

Sam Morton Umumkan Debut Album ‘Daffodil & Dirt’ Lepas Single , “Let’s Walk In The Night”

AQK

Metallica Umumkan Tur Australia dan Selandia Baru 2025 Bersama Suicidal Tendencies dan Evanesnence

AQK

Leave a Comment